
pagi hari Li terbangun cukup pagi dan memikirkan banyak hal tentang hidupnya setelah membersihkan dirinya.
"Masih banyak pusaka di dalam Gelang ruang milikku tapi aku sudah bisa menggunakan semuanya kecuali pedang itu"gumam Li dalam pikirannya memikirkan barang berharga di dalam gelang ruang miliknya sambil melihat ke dalam gelang ruang itu.
Li masih melihat gelang ruang yang dia miliki, Li memeriksa semua isinya satu persatu.
setelah cukup lama memeriksa seluruh gelang jam 7 pagi Li keluar menuju ruang makan untuk sarapan pagi, Li berjalan dan melihat semua orang sudah ada di sana termasuk kakeknya.
"mmmm sepertinya kakekku sudah menerobos ke tingkat kekuatan ilahi tahap tiga sebentar lagi dia akan tingkat fana surgawi, sedangkan paman-paman yang lainnya sudah ada di tingkat tubuh emas"gumam Li dalam pikirannya melihat kakeknya sudah berada di kultivasi tingkat kekuatan ilahi dan memandang pengawal pribadi milik Dani sambil Li duduk di tempat biasa dia duduk di ruang makan itu.
"Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dariku bocah"kata Dani melihat Li yang gelagatnya melihat kesana kemari.
"ini masih pagi kakek tua nanti kita bicarakan di ruang keluarga saja"kata Li
"baiklah mari kita makan"kata Dani saat semua makanan sudah siap di atas meja.
Setelah itu mereka semua mulai makan di ruang makan itu hanya suara sendok dan piring yang berbunyi, setelah makan Dani mengajak semuanya menuju ke arah ruang keluarga.
"Bagaimana cucuku bukankah aku lebih tampan darimu"kata Dani sambil duduk bersama dengan kelima istri Li, sedangkan Li sendiri duduk bersama teman-teman laki-lakinya yang lain.
__ADS_1
"Kenapa kakek tidak tanyakan sendiri kepada semua calon cucu kakek tentang keriput wajah kakek"kata Li mengejek Dani
"hahahaha baiklah terserah apa katamu, bagaimana apa yang sedang kamu pikirkan, sehingga terlihat linglung dari tadi pagi"kata Dani.
"Kakek kan sudah punya pengawal pribadi, jadi aku memutuskan mencarikan setidaknya sepuluh wanita yang akan menjadi pengawal pribadi kelima istriku, dan aku juga akan memilih sepuluh pemuda dari pengawal biasa menjadi pengawal pribadi ku, bagaimana menurut kakek"kata Li
"Menurutku itu ide yang bagus, tapi bagaimana dengan teman-temanmu yang lain"tanya Dani
"ouh mereka punya pilihannya sendiri, bagiamana menurut kalian"tanya Li berbalik melihat Zain,Ten,Ben,dan yang
"Aku dan adikku hari ini berencana kembali ke rumah keluarga kami di ibu kota, karena kamu juga khawatir dengan keluarga kami tentang datangnya sekte iblis itu"kata Ten Ling
"Aku juga sama saudara Li berencana kembali bersama dengan yang Guang ke kota mata naga "kata sul filler.
"Bagaimana denganmu saudara Zain"tanya Li menatap Zain
"aku akan mengikuti saudara Li selamanya karena kepala sekte sudah meminta agar aku tetap bersama saudara Li"kata Zain Long
"baiklah cucu sul,yang,Ten dan Ben,kalian bawa saja mobil yang ada di garasi mobil, terserah kalian mau yang mana, tapi apa kalian bisa menyetir"kata Dani
__ADS_1
"Benar kata kakekku, sebaiknya kalian bawa mobil biar mempermudah perjalanan kalian itu hadiah untuk kalian"kata Li
setelah itu Sul,yang,Ten dan Ben meminta untuk pamit sedangkan Li dan yang lainnya ikut pergi keluar untuk mengantar mereka.
sul memilih mobil Lamborghini Sian dan duduk bersama Yang untuk kembali ke kota mata naga, sama juga dengan Ten dan Ben memilih Lamborghini Sian tapi berbeda warna .
"Baiklah saudara Li kami akan berangkat"kata Sul memeluk Li dan saat ingin memeluk Shanti untuk berpisah kepala sul di pukul oleh Shanti.
"jangan sembarang, walaupun kita pernah satu panti aku tidak akan Sudi memelukmu"kata Shanti setelah memukul sul
"hahaha Sudah sebaiknya kalian segera berangkat dan ini masih pagi mungkin kalian akan sampai di kota mata naga malam hari"kata Li
setelah itu Sul dan yang masuk kedalam mobil dan melakukan mobilnya meninggalkan kediaman milik keluarga Rettes.
"Saudara Li karena tempatku tidak terlalu jauh aku akan sering berkunjung"kata Ten sambil memeluk Li dan juga Ben memeluk Li tanda perpisahan.
"Kalian pulanglah dulu mungkin keluarga kalian khawatir"kata Li setelah Ten dan Ben melepaskan pelukannya.
setelah pamit dengan yang lainnya Ten dan yang masuk ke dalam mobil dan melakukan mobil keluar dari kediaman keluarga Rettes.
__ADS_1