PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
MENELPON KAKEK


__ADS_3

"Apa kamu menyukai kedua wanita ini saudara Zain"tanya Shanti


"Oh tentu siapa yang tidak menyukai wanita secantik mereka"kata Zain


"kamu bisa aja saudara Zain"kata Li


"sudah diam saja saudara Li "kata Zain


"Maaf kami bukan tidak menyukai anda saudara Zain tapi kami tidak tau jelas kamu berasal dari mana"kata Dina


"jika kalian berdua tau siapa saudara Zain sebenarnya apa kalian akan bisa menerimanya"kata Shanti


"kami tidak tau, tapi kami berdua tidak mungkin membagi cinta"kata Dina


"Hahaha kalian berdua berada di zaman apa, Sudah biasa seorang laki-laki mempunyai banyak istri tapi tidak dengan selingkuhan, lebih baik berbagi dari pada melihat laki-laki kita selingkuh"kata Nina menatap tajam Li


"jadi begitu, apa jika Teman kalian menerima aku menambah pacar lagi apa bisa"kata Li dengan senyum senyum


"tidak"kata Shanti,nina dan Len bersamaan


"jadi begitu, kalo kamu tau jelas asal usul saudara Zain , aku bisa saja bersama saudara Zain tapi tidak tau dengan saudariku ini"kata Dina jujur


"a a aku juga"kata Diah Gugup dengan malu


"biar kalian berdua percaya dan tidak menganggap saudara Zain berbohong pada kalian, aku sendiri akan menjelaskan siapa saudara Zain sebenarnya,saudara Zain ini adalah salah satu sahabat dekat dari Tuan muda keluarga Rettes dan kedekatan saudara Zain ini dengan tuan muda seperti saudara kandung tapi sekarang mereka berdua ini hanya sedang kuliah untuk memenuhi keinginan tuan muda keluarga Rettes itu menjaga kami bertiga sebagai calon istri tuan muda keluarga Rettes itu"kata Shanti menjelaskan


"apa"kata Dina dan Diah terkejut karena siapa yang tidak tau dengan keluarga Rettes dan usahanya sedangkan kampus UDB(universitas dunia baru) juga termasuk hasil Dari keluarga Rettes itu yang membangunnya


"Dan kalo masalah kekayaan saudara Zain ini, aku jamin jika di bandingkan dengan orang terkaya kedua di negeri ini mungkin masih lebih kaya saudara Zain"kata Nina


"tapi kalian berdua harus inget jangan sampai menyukai saudara Li karena itu hanya akan menyakiti kalian saja"kata Len


"kami juga tidak menyukai saudara Li karena kami berdua hanya teman sekelasnya"kata Dina


"benar aku juga berpikir begitu"kata Diah


setelah itu Diah dan Dina mulai menyukai Zain karena sudah tau kalo Zain dari mana, dan tentang kehidupannya


saat ini Li hanya menunduk karena pokus belajar membaca buku


Sedangkan semua orang di dekatnya berbincang satu sama lain sambil tertawa, tak lama satu jam berlalu baru semuanya bubar dan menuju ke kelas masing masing untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya


jam sepuluh semua kelas sudah selesai Li sedang duduk di tempat parkir motor menunggu ke datangan Zain, karena merasa bosen Li membaca mata kuliah yang baru saja dia pelajari

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu sampai siang baru Zain bersama Diah dan Dina berjalan menuju ke tempat parkir disana mereka melihat Li yang duduk di atas motor sambil membaca buku


"Saudara Li"kata Zain datang ke arah Li


"Diah, Dina ,sejak kalian berdua mengenal saudaraku ini kalian sepertinya sudah mulai menyukainya"kata Li melihat Zain bersama Diah dan Dina


"Iya tapi bukan karena harta tapi kami berdua hanya merasa nyaman saja jika bersamanya"kata Dina


"oh baguslah jika kalian berdua berpikir begitu, tapi lihatlah kendaraan kami berdua"kata Li


"hahaha saudara Li jangan membohongi kami lagi, bukankah kamu dan saudara zainsedang menyamar"kata Dina


"sepertinya kalian sudah tau, dari cerita Calon istri tuan muda itu, dan mungkin juga saudaraku ini menceritakannya"kata Li


Tin-tin


Suara klakson mobil berhenti tepat di depan gerbang keluar kampus, lima mobil mewah itu membuka jendela Dan pengemudinya melambaikan tangan kepada Li dan Li menyambut lambaian tangan itu setelah itu kelima mobil itu langsung keluar dari kampus


"Wahhhh mobil-mobil itu"kata Dina terkejut


"iya mobil itu"kata Diah juga melongo


"Ada apa dengan kalian berdua"tanya Zain pada Diah dan dina


"Oh karena itu kalian terkejut, Aku kira karena apa, kelima mobil yang tadi itu adalah kelima calon istri tuan muda keluarga Rettes"kata Zain


"benarkah"kata Dina tidak percaya


"tapi kenapa kalian berdua sebagai saudaranya kenapa tidak memakai mobil seperti itu"kata Diah


"untuk mengendarai mobil-mobil itu kami sudah bosen, dan sekarang kami sedang menuruti kemauan dari Tuan muda untuk menjaga kelima istrinya"kata Zain


"oh seperti itu"kata Diah


"tapi Jika kalian berdua ingin menaiki mobil tersebut aku bisa mengajak kalian jalan jalan dengan mobil tersebut"kata Zain


"oh benarkah"kata Dina


"Nanti aku hubungi saja aku kalo kalian memang ingin menaikinya"kata Zain


"baiklah kami berdua kembali dulu"kata Dina mengajak Diah untuk kembali ke perkiraan mobil


Li dan Zain asik duduk di tempat parkir sambil berbincang satu sama lain

__ADS_1


Tin tin


Suara klakson dua buah mobil menyadarkan Li dan Zain setelah melihat mobil itu di sana ada Diah dan Dina yang membuka kaca mobil sambil melambaikan tangan, Zain pun melambaikan tangannya sedangkan Li hanya mengangkat sebentar lalu menurunkannya


"mereka sudah pergi, ayo kita kembali ke rumah ini sudah siang"kata Li


"iya ayo"kata Zain


Setelah itu Li dan Zain kembali ke rumah dengan mengendari motor mereka masing-masing, dengan menempuh beberapa menit Li dan Zain sampai di rumah


Setelah sampai Li mandi lebih dulu, lalu setelah mandi Li menuju kamarnya dan berbaring, setelah Li mandi baru Zain turun untuk mandi dan sama juga Zain setelah mandi berbaring di tempat tidurnya


"Hah aku sudah lama tidak menelpon kakek aku ingin berbicara dengannya"kata Li


Li kemudian menelpon kakeknya yang ada di kediaman keluarga, Li menunggu beberapa lama sampai Dani mengangkat telponnya


Li menelpon Dani menggunakan vc lewat aplikasi chat agar Li bisa sekalian melihat keadaan kakeknya


"ada angin apa tumben sekali kamu menelpon jam segini"suara Dani dari seberang telpon setelah mengangkat telpon dari Li


"Aku hanya ingin melihat keadaan kakek saja, apa kakek baik-baik saja"tanya Li pada Dani di telpon


"kakek baik baik saja, kalo kamu bagaimana"kata Dani bertanya balik


"aku baik-baik saja kek"kata Li


"kapan kamu akan berkunjung ke kediaman"tanya dani.


"aku akan menunggu sampai beberapa bulan saat ulang tahun kakek saja"kata Li


"oh baiklah jika begitu, apa kamu ingin bicara sama calon istrimu, dan bibimu"kata Dani


"apa mereka ada disana"tanya Li


"Ini mereka"kata Dani memutar kameranya menunjukkan calon-calon istri Li dan bibinya yang ada di dekatnya


"oh kalian berada di ruang keluarga"kata Li melihat hpnya


"iya kami sedang kumpul saja, tidak ada kerjaan"kata Dani


"Sudah dulu kek aku ada kerjaan nanti ku hubungi lagi"kata Li


"baiklah tutup saja telponnya"kata Dani

__ADS_1


Setelah menutup telpon Li berbaring mulai berpikir apa rencananya siang itu tapi Li tidak menemukan apa yang dia akan kerjakan sampai Li tertidur


__ADS_2