
Kebodohan kian bertambah dimana-mana. Kemaksiatan pun sudah menjalar luas di segi kehidupan. Kapan cahaya kebenaran terpancar? Era modern telah menunjukkan zaman jahiliah. Zaman jahiliah adalah zaman kebodohan. Bukan kebodohan dalam teknologi dan ilmu pengetahuan akan tetapi kebodohan dalam Akhlak dan ketuhanan. Bukankah ini terjadi kembali? Dunia seperti Dejavu pada zaman Jahiliah di Arab kini terjadi kembali di abad modern. Kurangnya akhlak terpuji atau perilaku yang baik dan minimnya beribadah telah terjadi. Namun apakah ini harus begini terus? Entah, ini tergantung pada manusianya. Jika dia tidak terikut ombak kesesatan. Ia tidak akan tersesat dan terhempas ke dalam lautan.
Elit global adalah dalang semuanya. Mereka yang memfasilitasi semua bentuk kemaksiatan. Mereka memproduksi film dewasa, merek memproduksi film pembantaian, mereka memproduksi film bunuh diri. Secara tidak langsung film tersebut mendoktrin para penontonnya. Dan mereka mendapatkan uang dan untung banyak sedangkan penontonnya mendapatkan kerugian yang cukup fatal yaitu rusaknya jaringan otak.
__ADS_1
Akan tetapi ketika diingatkan malah penonton yang sok benar itu berkata. "Jangan sok suci!" Itu menyakiti hati penasihatnya. Akhirnya tidak ada lagi yang mau menasihatinya hingga ia masuk perangkap kesesatan. Dunia ini sebenarnya tipu daya yang luar biasa. Belum tentu kamu yang memiliki harta banyak bisa masuk surga. Mungkin saja kenikmatan hartamu di dunia adalah kenikmatan akhirat yang segerakan Tuhan untukmu dan kau tidak mendapatkannya lagi di akhirat. Cobalah untuk berpikir sejenak!
Di era zaman modern sebuah pembicaraan sia-sia malah menjadi sebuah hobi. Bukankah itu dosa? Semua orang tidak memperdulikan dosa. Yang penting mereka senang akan hal itu. Di sini sudah sangat jelas bahwa tidak ada hal yang perlu dibanggakan. Selagi akhlak dan moral bukan lagi menjadi nomor satu. Maka gerbang kesesatan akan terus terbuka dan membuka cabang gerbang baru kesesatan akan ikut terbuka.
__ADS_1
Keterbiasan ini membuat sekelompok oknum menjadikan ladang uang dengan membuat acara tv dengan tema membicarakan orang lain. Hal ini akan menimbulkan ghibah dan fitnah. Tapi anehnya banyak publik yang menyukainya. Miris sekali!
Ketika menit berganti jam, jam berganti waktu. Kejahatan bukan makin berkurang malah kian subur. Seperti tanaman yang diberi pupuk terbaik. Inilah ujian terberat kita sebagai manusia. Apalagi manusia yang tidak memiliki kekuatan dalam politik, ekonomi, dll. Kita lah mangsa mereka untuk menanamkan doktrin keburukan agar film tentang dosa mereka para elit global tetap laris.
__ADS_1
Mereka para elit global membuat dan mengadu domba. Membuat sebagian orang mulai tak bertuhan dan tidak memiliki agama. Ini adalah hal yang menyeramkan. Agama membawa pada kebaikan jika tidak ada agama. Apakah yang menjadi dasar aturan manusia. Tidak adakan? Inilah yang dimanfaatkan oleh elit global untuk menjadi target penonton dan sevenir kemaksiatan.
Sangat menyeramkan bukan. Ini.jauh lebih menakutkan ketimbang hantu sekalipun. Manusia jauh lebih kejam dan menyeramkan dibandingkan dengan hantu. Semoga kita bebas dari belenggu dan lingkaran kemaksiatan yang selalu ingin menjerat kita dan sampai pada masanya kita tidak bisa keluar dari belenggu itu dan menjadi orang yang paling merugi
__ADS_1