
Setelah acara sarapan selesai kemudian seperti biasa Dani mengajak semuanya keruang keluarga untuk membicarakan sesuatu tentang apa yang akan di kerjakan hari ini
"Jadi bagaimana apa kamu sudah menentukan Apa bisnis yang akan kamu ingin lakukan, atau sebaiknya kamu mengambil alih group Rettes saja"kata Dani melihat ke arah Li
"Kakek untuk menjadi pemimpin group, aku butuh sesuatu yang kuat agar tidak bisa di permainkan oleh bawahanku nantinya jadi aku belum mau mengambil alih kepemimpinan group dari kakek"kata Li
"Terserah kamu saja, selama kakek masih sehat kakek bersyukur saja, tapi nanti ketika kakek sudah tidak mampu lagi maka terpaksa kakek serahkan semuanya kepadamu"kata Dani
"tapi sebagai pemimpin group aku tidak pernah melihat kakek ke Kantor group, kakek selalu di rumah saja"kata Li
"Sebagai pemimpin group kenapa aku yang harus ke kantor, seharusnya mereka yang menemuiku"kata Dani
"Benar apa yang kakek katakan tapi sebaiknya kakek juga memeriksa keadaan group dan perusahaan di bawah kita, Takutnya mereka yang kakek berikan jabatan tidak seperti yang kakek pikirkan"kata Li
"benar juga kata keponakanku itu ayah, sebaiknya dari pada ayah di rumah dan bosen sebaiknya berkeliling memeriksa group dan perusahaan di bawahnya, karena walaupun pengawal kita kerahkan ada beberapa masalah yang aku dengar dari beberapa Perusahaan bahwa gaji pegawai tidak sesuai dengan yang di berikan oleh direktur kita"kata Riska
"Baiklah, nanti aku akan berkeliling setelah menyelesaikan semua bisnis yang Li inginkan, apa sekarang ada bisnis yang kamu inginkan"kata Dani pada Li
"Mmmmm ada cuma satu dan bentuknya lebih ke pertahanan"kata Li sambil berpikir
"Bisnis pertahanan seperti apa"tanya Dani penasaran
"akan aku jelaskan, bisnis ini seperti bank tapi bentuk penyimpanannya Dalam segala jenis Barang, tapi jenis barang berharga yang dimiliki oleh seseorang Yang bernilai tinggi di dunia, tentu Barang-barang itu bisa termasuk dalam hal apapun asal berharga, walaupun itu berkas sekalipun"kata Li
"Ide bisnis yang bagus, dan sekalian juga bisa mempertahankan Uang dan Harta berharga milik kita"kata Dani
"Mohon maaf kek tapi bisnis ini aku akan bangun sendiri tanpa meminta bantuan kakek dan akan gunakan uangku sendiri bukan dari rekening yang kakek berikan"kata Li
"Iya baiklah, itu terserah bagaimana Maumu"kata Dani tidak mengehentikan Li
"Dan satu lagi kenapa kakek tidak jadi presiden atau pejabat di negeri ini"tanya Li
__ADS_1
"hahahah hahahaha hahahaha"tawa Dani lepas dan semua pengawal pribadi Dani juga menahan tawa atas pertanyaan Li, termasuk juga Riska yang ada di sana
"kenapa kakek tertawa, dana paman-paman juga sepetinya menahan tawa"kata Li
"maaf taun muda"kata sepuluh pengawal pribadi Dani serentak
"Riska jelaskan pada keponakanmu ini"kata Dani melihat ke arah Riska di dekatnya
"Sebenarnya begini, yang mengendalikan pemerintahan dan pejabat di seluruh kota di negeri ini adalah ayah atau kakekmu, kalo mereka menolak menjadikan pilihan kakekmu yang akan menjadi president dan pejabat maka kamu kira apa yang akan terjadi di negeri ini, tentu tidak ada yang akan berani"kata Riska
"oh seperti itu jadi kakek berperan di belakang layar"kata Li
"Tapi justru karena itu, setelah president dan pejabat pemerintahan di tunjuk oleh ayah,mereka tidak tau bersyukur bagaimana dan malah korupsi dan menjual aset negari ini secara diam-diam, walaupun kamu tau tapi tunggu Setelah pemilihan president dan pejabat baru ayah akan mengganti semuanya"kata Riska lagi menjelaskan kepada Li panjang lebar
"Mmmmmmmn jadi begitu"kata Li sambil berpikir dan semua yang ada di ruangan yang belum tau hal itu cukup terkejut termasuk kelima calon istri Li dan yang lainnya
"Jadi bagaimana kamu masih mau membangun bisnis milikmu itu"kata Dani menatap Li
"aku juga setuju, tapi tentang lokasi yang kamu ingin gunakan dimana"kata Dani
"Mmmmmmmm bagaimana kalo lokasinya sebelah Kediaman ini, karena Lahan yang cukup luas di sana"kata Li
"Baiklah akan kakek izinkan dan kamu bisa mengerjakannya kapan saja"kata Dani
" Baik lah kek terima kasih"kata Li
Sampai siang hari mereka berbicara di ruang keluarga tersebut sampai akhirnya mereka bubar satu persatu karena harus melakukan kegiatan lainnya, tersisa hanya Li ,Dani,Zain dan sepuluh pengawal Dani saja di ruang keluarga tersebut,sedangkan Riska, kelima calon istri Li dan tiga calon istri Zain juga sudah memutuskan untuk pamit keluar bersama karena harus berbelanja kebutuhan untuk ketiga calon istri Zain
"Karena Li sudah mempunyai ide bisnis, apa selanjutnya ide bisnis yang akan cucu Zain lakukan"tanya Dani pada Zain yang duduk di dekat Li
"Aku, aku akan tetap bekerja bersama saudaraku ini kek dan aku akan bertugas mempromosikan Bisnisnya ke segala tempat"kata Zain
__ADS_1
"Apa kamu tidak ingin membangun bisnis sendiri"kata Li
"Hahahaha sebelumnya aku ingin, tapi memikirkan ide bisnis sendiri saja sangat susah"kata Zain
"Aku menyarankan agar kalian berdua menjadi pemimpin dan wakil pemimpin yang akan di bangun olehmu nanti Li"Kata Dani
"Mmmmmm ide yang bagus, Nanti kalo sudah berjalan lancar juga aku memerlukan direktur yang memegang kendali atas Bisnis yang akan ku dirikan"kata Li
"Kenapa begitu saudara Li"tanya Zain
"Iya memang harus begitu cucuku Zain, karena aku tidak lama lagi akan pensiun menjadi pemimpin group Rettes"kata Dani
"Jadi bagaimana masalah istrimu saudara Zain, apa mereka juga akan kamu latih berkultuvasi, sayangnya mereka akan Menua kalo kamu tidak melatihnya"kata Li
"Iya aku juga berpikir begitu, nanti akan aku latih saat bisnis yang saudara Li bangun"kata Zain
"Baiklah Besok kita akan mulai membangunnya, dan aku juga berencana membangun dua Kediaman lagi"kata Li
"Kediaman untuk apa"tanya Zain
"Kediaman untukmu dan untukku, tidak mungkin kita akan terus berada disini"kata Li
"Oh begitu"kata Zain
"Jadi kediaman seperti apa yang akan kamu bangun dan bentuknya seperti apa"kata Dani bertanya penasaran
"Mmmm aku akan menggabungkannya dengan kediaman milik kakek, di sebelah selatan akan aku bangun kediaman milikku dan milik saudara Zain, dan di sebelahnya baru akan ku dirikan bisnis yang aku maksud"kata Li
"Baiklah, aku kira kamu akan membangun Kediaman jauh dari tempat kakek"kata Dani
Setelah itu mereka terus berbicara di ruang keluarga itu sampai sore hari dan menjelang malam hari setelah itu Li dan Zain pamit menuju kamarnya karena banyak hal yang di pikirkan
__ADS_1
di dalam kamar Li memikirkan banyak hal tentang ide bisnisnya dan bentuk dari kediaman yang akan dia bangun, karena Zain telah memberikan beberapa harta berharganya senilai milyaran rupiah jadi Li berencana membangun bisnis dan dua kediaman yang hampir sama dengan milik Zain dan gedung pertahanan seperti perbankan dengan bentuk yang sangat mewah dan megah,sampai akhirnya Li tertidur karena tidak sadar memikirkan banyak hal