PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
NAGA ES


__ADS_3

lalu Zain memegang pedang tersebut sambil melepaskan ikatan di pinggang patung tersebut, baru saja Zain melepaskan pedang tersebut Zain seperti terdiam tak bergerak, Li sendiri hanya mengamatinya saja


"huh hah ini sangat melelahkan"kata Zain


"apa yang terjadi"tanya Li


"tadi saat aku sudah melepaskan pedang ini, aku merasakan pusing dan berada di sebuah ruangan gelap tanpa cahaya, dan setelah itu patung di pedang ini menantang ku bertarung jika aku menang aku akan mendapatkan pedang yang di milikinya kalo aku kalah aku akan mati"kata Zain


"terus bagaimana bisa baru beberapa detik saja"kata Li sambil berpikir Tapi menemukan hal itu seperti ketika dia masuk ke alam kesadaran miliknya


"aku gak tau Tapi akhirnya aku berhasil mengalahkan orang di patung ini"kata Zain menunjuk patung tersebut


"sepertinya pedang itu memang memilihmu, karena mungkin saja orang di patung ini sebenarnya sangat kuat"kata Li


"benar kata saudara Li sebelum bertarung orang ini menyebut dirinya jendral nomer satu dinasti Zon"kata Zain


"Sudah jangan di pikirkan lagi, mari kita keluar terus mencari tentang hutan ini"kata Li


kemudian Li dan Zain berjalan keluar dari perpustakaan itu sambil menutup pintu, tanpa mencoba kunci di kalungnya Li sudah percaya bahwa kunci untuk memasuki perpustakaan itu hanya di miliki oleh dia dan Zain


"Bagaimana kalo kita terbang menyusuri hutan ini mungkin kita akan menemukan sesuatu"kata Zain


"ide yang bagus"kata Li sambil terbang duluan dan di ikuti oleh Zain


Li dan Zain terbang satu arah karena mereka tidak tau bagaimana menentukan posisi angin di hutan best tersebut


"Sepertinya ini akan menjadi Sangat menyusahkan karena kita tidak tau arah angin di sini "kata Li sambil terbang bersama Zain


"iya di hutan ini juga hanya ada bangunan perpustakaan di belakang kita yang masih terlihat"kata Zain menoleh melihat ke arah perpustakaan tempat mereka sebelumnya


Li dan Zain terus terbang hingga waktu mereka disana tidak mengetahui telah berjalan cukup lama karena matahari di tempatnya sekarang berbeda dengan dunia nyata

__ADS_1


matahari di hutan best hanya tenggelam sehari sebulan dan tidak seperti dunia nyata yang mataharinya setiap hari tenggelam berganti malam sedangkan di hutan hewan best matahari tenggelam satu hari penuh ,dalam satu bulan matahari di hutan best akan tetap ada


"ujung perpustakaan masih terlihat tapi kita belum menemukan apa-apa, apa sebaiknya kita istirahat dulu"kata Li melihat kebelakang bahwa ujung perpustakaan masih terlihat sedikit seperti seujung kuku


"kita akan istirahat dimana sedangkan di hutan ini hewan bestnya sangat mematikan jika di rasakan dari auranya"kata Zain


"iya benar hewan best paling rendah di hutan ini pada level sepuluh dan paling tinggi level lima belas"kata Li


"berarti hewan best di sini paling lemah di tingkat kekuatan ilahi tahap awal dan paling kuat di tingkat fana surgawi tahap tiga, Tidak aku tidak akan turun, jika saudara Li ingin turun silahkan"kata Zain terkejut sambil tidak ingin mengikuti Li ke bawah


"benarkah, tapi aku juga belum mengatakan kalo hewan best yang terbang mungkin ada tapi belum kelihatan"kata Li


"biarkan saja aku akan tetap terbang"kata Zain tidak mau ikut turun


"baiklah jika kamu berubah pikiran akan aku tunggu di pohon besar itu"kata Li sambil menuju pohon yang kelihatannya lebih besar dari pohon yang lainnya


Li turun sendirian dan meninggalkan Zain di atas sana terbang sendirian, sampai beberapa jam Li masih tenang duduk santai di bawah pohon besar dan Zain masih terbang sendirian di atas hutan best


Roaaaaaaarrrrrr


roaaaaaaarrrrrr


Zain yang baru saja selesai berkata melihat ke arah belakangnya terlihat jauh seperti ular yang terbang dan itu adalah naga es pembeku, dengan wujud Kepala naga itu berwarna putih seperti salju dan dalam legenda di sekte sudah di ajarkan tentang naga itu


"Tidak itu naga es pembeku yang bisa membekukan apa saja"kata Zain turun menuju ke arah Li


Dengan kecepatan yang sangat cepat dengan panik Zain turun menuju ke bawah pohon tempat Li sedang duduk santai sendirian


"kenapa kamu pucat sekali, padahal kamu beberapa jam di atas"kata Li melihat Zain yang terlihat ketakutan


"itu"

__ADS_1


kata Zain terhenti setelah melihat naga es itu melewati dirinya dan Li


Li yang melihat itupun merasa takut karena kekuatan naga itu pada level Lima belas hampir sama dengan dirinya yang berada di tingkat fana surgawi tahap tiga


"hahaha tadi katamu masih lebih aman di atas, sekarang bagaimana"kata Li ketawa setelah naga es itu melewati mereka berdua dari atas hutan


"aku akan tetap mengikuti mu"kata Zain mendekat pada Li


"ayo kita ikuti naga es itu kemana dia akan menuju"kata Li


"apakah kamu gila, dengan auranya saja sudah membuatku merinding setengah mati"kata Zain


"Ya sudah kalo kamu sendiri tidak mau ikut, tetaplah di sini menjadi makanan hewan best yang lebih kuat darimu"kata Li terbang meninggalkan Zain


"tunggu"kata Zain mengikuti kemana arah Li


Li dan Zain mengikuti kemana arah naga itu akan pergi dengan jarak lumayan jauh, Li dan Zain mengikuti naga itu dan tak lama Li melihat ada sebuah bangunan yang hampir sama seperti perpustakaan kuno itu tapi lebih besar dan terlihat lebih mewah, sedangkan naga es pembeku itu sudah melewati bangunan yang Li dan Zain lihat


Li melihat kebelakang ternyata perpustakaan sebelumnya masih terlihat seperti semut kalo sedang terbang di atas hutan best tersebut


Li langsung turun ke bangunan kuno itu di ikuti oleh Zain yang tidak mau berpisah dengan Li


"kenapa kita tidak jadi mengikuti naga es itu saudara Li


"tanya Zain saat mereka sudah ada di depan pintu masuk bangunan itu


"Dari mana saudara Zain tau kalo itu naga es pembeku, kita mengikutinya dari awal karena aku hanya bosen menunggu saja"kata Li


"ouh itu, biasanya pelajaran tentang hewan best itu ada setelah setahun mereka berada di sekte, tapi saudara Li tidak sampai setahun dan belum mempelajari tentang hewan best,Kalo bosen kenapa kita harus mengikuti naga es pembeku itu juga untuk mencari kematian"kata Zain


"ouh segitu takutnya dirimu kepada naga putih seperti ular itu"kata Li mengatakan naga es itu seperti ular putih biasa

__ADS_1


"Ah sudahlah sebaiknya sekarang kita menemukan bagaimana cara membuka pintu ini"kata Zain melihat pintu di depannya


__ADS_2