
Setelah tidur sejenak Li terbangun di sore hari karena bunyi bel di kamarnya.setelah itu Li menuju ke pintu kamar itu.
"Tuan muda ini makanan yang di siapkan hotel ini"kata resepsionis muda yang sebelumnya Li temui sambil mendorong troli yang berisi makanan sangat banyak.
"Mmm aku tidak biasa makan sendiri, bisa kah kamu menemaniku makan"kata Li berpura-pura padahal tidak seperti itu kenyataannya.
Resepsionis muda itu mendorong troli ke dalam kamar Li dan menuju meja makan,sedangkan Li sudah duduk sambil menatap resepsionis muda itu terus terusan tanpa berkedip, melihat Li yang terus menatapnya resepsionis itu menjadi malu.
"ayo duduk aku ingin kamu menemaniku makan"kata Li sambil mengurus resepsionis itu duduk.
"tapi... tuan muda"kata resepsionis itu
"tidak ada tapi tapi duduk lah, mana mungkin aku menghabiskan makanan sebanyak ini",kata Li
setelah mendengar kata Li resepsionis itu duduk dan mulai makan bersama Li.
setelah makan resepsionis itu ingin menuju ke pintu sambil membawa troli yang dia dorong Li hanya membiarkan itu.
sore hari setelah makan Li berjalan-jalan di tepi pantai yang indah itu dan banyak orang Di sana yang sedang menikmati sunset sore hari.
setelah berjalan dan matahari hampir tenggelam Li kembali ke hotel untuk membersihkan badannya dan setelah mandi Li keluar dan memakai pakaian tidur yang sudah di siapkan oleh manager hotel tersebut dan masih banyak pakaian yang ada di dalam lemari baju berbagai ukuran.
"Tolong......tuan jangan mendekat,jangan tuan "kata seorang perempuan minta pertolongan.
Kata itu tidak lepas dari pendengaran Li karena akal kesadarannya bisa mendengar dalam radius 100 meter lebih.
mendengar ada yang meminta tolong dan itu ada di lantai 19, kamar nomer 5, Li langsung menuju ke sana dengan Lip.
tak lama sampai di depan pintu nomer 5 Li hanya diam di depan kamar itu.
"Hay nona manis,kau tidak tau siapa aku.aku tuan muda dari Keluarga Monte dari ibu kota,seharusnya kau bersyukur bisa tidur denganku nona manis"kata seorang pria di kamar nomer 5
"Tolong aku....tidak tuan jangan, jangan mendekat"kata seorang perempuan berusaha menghindari pemuda itu.
"Walaupun kau berteriak kamar ini tidak bisa di dengar dari luar jadi jangan harap ada yang bisa menolong mu nona manis"kata pria muda itu.
braaaaaakkkkkk
pintu terbuka karena di tendang oleh Li, pemuda dari keluarga Monte itu terkejut melihat ada orang yang lebih muda darinya mendobrak pintu kamar hotel tempatnya menginap.
"siapa kamu, siapa yang mengijinkan kamu masuk"kata pemuda itu melihat Li di depan pintu masuk kamar
"hahahaha dasar laki-laki mesum, Apakah aku perlu ijin darimu"kata Li sambil tertawa.
"aku kenal siapa manager hotel ini dan aku akan menyuruhnya mengusir mu dari hotel ini"kata pemuda itu sambil memegang hpnya dan menelepon manager hotel.
__ADS_1
Di ruangan tempat manager hotel terlihat marah-marah.
"satpam ikut aku ke lantai 19 ada orang membuat masalah kepada tuan muda keluarga Monte"kata manager hotel sambil menelepon satpam.
Sedangkan di tempat kamar nomer 5 Li hanya tersenyum mendengar pemuda itu menelpon manager hotel.
"apa yang membuatmu bahagia seperti itu..sebentar lagi kamu akan di usir oleh manager dari tempat ini"kata pemuda itu memandang Li dengan tajam.
"ok kita tunggu saja,aku sedang tidak ingin berkelahi hari ini"kata Li memandang pemuda dari keluarga Monte itu.
sedangkan resepsionis itu terlihat ketakutan dan tidak berani bergerak dan sekujur tubuhnya berkeringat karena takut sama pemuda itu.
Setelah menunggu lama akhirnya manager sampai di depan kamar nomer lima tempat pemuda yang menelponnya tapi dia terkejut melihat Li yang berdiri di depan pintu membuatnya ketakutan.
"Apa yang tuan muda lakukan disini "tanya manager hotel itu kepada Li sambil memberi hormat
"Aku yang meminta tolong agar mengusir orang ini dari kamarku, kenapa manager memanggilnya tuan muda juga"kata pemuda itu.
"Maaf tuan muda Zu Monte, ini pemilik hotel ini sekaligus tuan muda keluarga Rettes"kata manager itu.
"aku tidak peduli dia dari keluarga Rettes mana tapi aku ingin dia pergi dari kamarku karena menggangguku"kata Zu Monte.
"hahahaha tidak tau diri juga kamu rupanya,aku kira tuan muda di ibu kota tidak akan sombong tapi kamu tidak tau tingginya langit"kata Li sambil berjalan ke arah Zu Monte.
Li menampar Zu sampai hidungnya mengeluarkan darah dan tersungkur di lantai,manager dan satpam hotel yang melihat itu tidak berani berkata apa-apa.
plaaaaaaakkkkkk
Li kembali lagi menampar Zu yang baru saja berdiri dan membuatnya tersungkur pingsan.
"haaaahhhh ku kira dia akan kuat ternyata dia tamparan saja sudah membuatnya pingsan,manager urus dia, dia sudah berani melakukan hal kotor di hotel ku, usir dia dari hotel ini kalo dia sudah sadar"kata Li sambil menghela napas dan menyuruh manager mengurus Zu.
"siap tuan muda"kata manager dan menyuruh 2 satpam membawa Zu keluar dari kamar itu.
sementara Li kembali menatap resepsionis muda yang dia kenal dan menghampirinya duduk di depan resepsionis yang masih gemetar keringat dingin terduduk di lantai.
"ini sudah berakhir apakah kamu bisa berdiri"kata Li
mendengar suara yang berbeda resepsionis itu membuka matanya karena sebelumnya dia tidak bisa mendengar apa apa karena ketakutan dan tidak berani melihat.
"Tuan muda, kaki ku masih lemas tidak bisa segera berdiri" jawab resepsionis itu sambil menatap Li.
mendengar itu Li mendekat dan menggendong resepsionis itu ala bridal style dan menuju pintu lip setelah menekan tombol menuju kamarnya Li membuka pintu dan masuk ke kamarnya dan mendudukkan resepsionis itu di meja.
Resepsionis itu yang di gendong seperti itu hanya diam tidak berani bicara hanya menatap Li dengan muka merah.
__ADS_1
"hei kamu tidak apa-apa kan"kata Li menatap resepsionis itu sambil duduk di dekat sopa.
"tidak apa-apa tuan muda"kata resepsionis itu memalingkan mukanya.
"maaf sebelumnya saya tidak sopan tapi kalo boleh tau siapa namamu"kata Li sambil bertanya.
"Tidak perlu minta maaf tuan muda, saya yang seharusnya berterima kasih kepada tuan muda,nama saya Lisa lorent tuan muda"kata resepsionis itu sambil berterima kasih.
"Tapi kenapa kamu memalingkan wajahmu, apa ada yang aneh dengan wajahku" kata Li sambil mendekatkan wajahnya ke arah Lisa
saat Lisa ingin menjawab dan berbalik melihat wajah Li sudah di depan matanya,melihat bibir Li yang merah dan wajah Li yang tampan membuat Lisa ingin mencium bibir Li.
Li pun juga begitu sebaliknya melihat paras cantik dan aura Lisa yang memancarkan kehangatan ingin mencium bibir Lisa semakin dekat mereka ingin saling berciuman.
"aakkhhhh tidak "kata Li sambil menjauhkan wajahnya dari Lisa.
"maaf tuan muda tidak suka wanita miskin seperti saya"kata Lisa.
"Tidak Lisa bukan seperti itu,ada larangan dari kakekku maaf"kata Li meminta maaf dengan gugup.
mendengar permintaan maaf Li membuat Lisa tersenyum baru kali ini dia mendengar ada laki-laki yang belum menyentuh wanita seperti tuan muda Li.
"kenapa kamu tersenyum, padahal aku hampir melakukan hal kotor terhadapmu"kata Li memandang Lisa.
"tidak ada, kamu tampan, jadi mana mau sama wanita miskin sepertiku dan pasti banyak wanita yang lebih cantik mengelilingi tuan muda"kata Lisa resepsionis itu.
"Tidak seperti yang kamu bayangkan, aku bukan seperti itu, dan satu lagi apakah kamu mau bekerja di rumahku, aku akan menjadikanmu simpanan ku kalo sudah menikah" kata Li sambil menggoda Lisa
"enak saja siapa yang mau menjadi istri simpanan zaman sekarang"kata Lisa kesal dan berniat ingin bangun dari tempat duduknya.
tapi Li menarik tangan Lisa dan membuat Lisa duduk kembali.
"hahaha aku hanya bercanda, aku cuma ingin kamu di rumah ku menjaga kakek ku, apa kamu mau"kata Li sambil masih memegang tangan Lisa.
"jika tuan muda ingin, maka aku siap tapi satu hal jangan melakukan hal bodoh terhadapku"kata Lisa menarik tangannya dari genggaman tangan Li dengan muka merah seperti tomat
"maaf aku tidak bermaksud,jika kamu mau tidurlah di kamar itu besok pagi kita berangkat ke rumah ku"kata Li menunjuk kamar yang kosong satunya di presidential suite.
"baiklah"kata Lisa sambil masuk ke kamar itu
setelah Lisa masuk ke kamar Li pun masuk ke kamarnya sendiri,di dalam kamar Li merenungkan segala sesuatu yang terjadi.
"Aku tidak akan melepaskan mu Lisa, kamu harus menjadi istriku"gumam Li dalam pikirannya
setelah lama merenung Li tertidur dengan sangat nyenyak sehingga tidak seperti biasa dia tidur di kamar rumahnya.
__ADS_1