
Li kemudian membaca buku sambil duduk di kursi dekat meja tersebut, Li membaca buku tentang cara membuat token tersebut dengan pokus
Li mulai mengerti jika membuat token itu tidak harus membentuk bintang tapi menggunakan array serta elemen cahaya sebagai penggabungan
Li melihat sekitar dan menemukan ada bekas kayu yang mungkin sudah di pakai orang sebelumnya untuk membuat token tersebut
Li memikirkan bentuk token dari Ajaran buku pembuat token dan teleportasi untuk hutan best sekarang tempat dia berada dalam beberapa waktu Li menggabungkan array dan elemen cahaya serta memikirkan dua keberadaan alam yang berbeda yaitu alam hutan best dan dunia dalam waktu beberapa menit Li berhasil membuat token dengan bentuk Seukuran dua jari dengan panjang jari tengah dan di ujung panjangnya berbentuk runcing
"seperti dari auranya kedua token ini sama"kata Li melihat token bintang di tangannya dan token yang baru dia buat
setelah itu Li melihat sekeliling kamar itu dan memutuskan untuk keluar dengan cara yang sam yaitu menempelkan telapak tangan kanannya di pintu yang berbentuk telapak tangan
"akhirnya kau kembali sudah lama aku menunggu"kata Zain melihat Li muncul di depan pintu
"apa kamu tidak melihat sekeliling"kata Li
"sudah aku lihat semuanya hanya kamar biasa"kata Zain
"kalo gitu kita kembali saja, karena mungkin sudah satu bulan lebih kita di sini"kata Li
"baiklah, tapi apakah itu mungkin aku rasa baru tiga atau empat hari"kata Zain
"sudah kita kembali saja, ini token coba kamu patahkan, kita akan di kembalikan ke tempat kita menghilang sebelumnya"kata Li
Zain mempercayai seratus persen ucapan Li lalu Zain memakai token teleportasi untuk kembali ke dunia dengan cara mematahkan token tersebut
"sekarang aku akan mencoba hasil dari apa yang aku buat"kata Li melihat token yang baru dia buat di dalam ruangan tersebut lalu Li mematahkannya
wusssss
Li menghilang dan muncul di tempat di dekat Zain yang sudah ada di sana menunggu Li dan di dunia itu matahari berada di atas kepala menandakan sudah siang
"Ternyata berhasil"gumam Li dalam pikirannya
__ADS_1
"terus bagaimana kita akan pergi lagi ke hutan best itu"kata Zain
"Kamu ingin mencobanya ke sana aku bisa mengantarmu sendirian tapi tidak bisa ku tarik kembali"kata Li
"Jangan ,enak saja kalo ngomong, siapa juga yang mau hidup di dalam hutan tersebut"kata Zain
"Ya sudah nanti kamu bisa kesana, setelah aku membuat token untuk teleportasi kembali, sebaiknya sekarang kita kembali ke kediaman"kata Li lalu terbang
Zain tidak mau ketinggalan dan juga ikut terbang bersama Li Mereke terbang menuju ke kediaman keluarga Rettes
"Saudara Zain apa kamu membawa kucing kecilku apa dia bersama mu, aku tidak melihatnya di sana setelah keluar dari kamar tersebut"kata Li
"Dia ada di dalam gelang ruang milikku bersama harimau kecil ini"kata Zain mengeluarkan kucing kecil dari dalam gelang ruang miliknya
"meow meow"suara kucing kecil terlihat senang karena terbang sambil menikmati angin
Li ingin memasukkannya ke dalam gelang ruang miliknya tapi kucing kecil itu menolak untuk di masukkan
"sepertinya kau menyukai terbang kucing kecil"kata Li
"Oh benarkah"kata Zain juga mengeluarkan harimau kecil miliknya dan menaruhnya di pundak
"roo roo"suara harimau kecil terlihat senang juga
"benar kedua hewan ini terlihat senang ketika terbang"kata Zain
Li dan Zain terbang hingga lima jam lebih kurang baru melihat kediaman keluarga Rettes milik Li dan kakeknya
Li dan Zain sampai di depan pintu Setelah turun
"salam tuan muda"ucap seluruh pengawal Li yang ada di lapangan depan kediaman keluarga Rettes melihat kedatangan Li dari atas dengan terbang turun
"Wah sepertinya kalian sudah ada di kekuatan ilahi tahap awal"kata Li melihat seluruh pengawal itu
__ADS_1
"Benar tuan muda ini berkat semua pil dari tuan muda"kata Austin maju bersama delapan orang lainnya yang juga termasuk pemimpin sebelumnya yang Li bentuk
"Saudara Li, aku akan masuk lebih dulu"kata Zain
"iya masuklah aku ada urusan di luar sebentar kasih tau kakekku kalo aku ada di luar"kata Li kepada Zain di sampingnya
lalu Zain pergi meninggalkan Li di dapan sendirian
"paman aku lihat kalian semua sudah ada di tahap fana surgawi tahap pertama, apa perlu aku bantu kalian naik ke tahap ke dua"kata Li melihat Austin Wang dan Delapan lainya
"Kami ingin tuan muda tapi kami belum menerima jurus apapun dari buku fana surgawi"kata Austin Wang mewakili semuanya
"Baiklah nanti kita urus itu, sudah berapa lama aku pergi dari rumah paman "tanya Li
"sekitar satu bulan dua hari tuan muda"jawab Austin Wang
"apa ada sesuatu yang terjadi selama aku pergi paman"tanya Li lagi
"tidak ada tuan muda, kami hanya berlatih sambil melatih seluruh pengawal dan sekarang semua pengawal sudah ada di tingkat kekuatan ilahi tahap pertama dan kedua, tapi dua hari yang lalu kelima calon istri tuan muda memaksa keluar untuk mencari keberadaan tuan muda karena tidak menepati janji pulang dalan sebulan, untung saja Pemimpin menghentikan semua calon istri tuan untuk pergi, hanya itu saja tuan muda"kata Austin Wang
"baiklah, dalam lima hari aku minta pada semua paman agar membantu semua pengawal mencapai tahap kekuatan ilahi tahap ke tiga, jika berhasil aku akan memberikan buku jurus kepada Semua paman kalo mampu melatih semua pengawal mencapai kekuatan ilahi dalam lima hari, buku jurus itu adalah tingkat fana surgawi tapi paman hanya boleh mengambil sama-sama dua nantinya,kalo bisa menyesuaikan sama jurus yang paman kuasai sekarang, apa semua paman bisa mengerti"kata Li
"siap mengerti tuan muda"kata Austin Wang dan Delapan lainnya dengan senang
"Dan bagi semua paman pengawal yang bisa mencapai kekuatan ilahi tahap ketiga aku akan bertahap memberikan semuanya buku jurus dalam lima hari"kata Li
"siap tuan muda"kata seluruh pengawal yang ada di depan kediaman
"baiklah paman aku akan masuk dulu bertemu orang di rumah apa paman ingin ikut"tanya Li
"tidak kami akan melatih pengawal sebentar lagi, nanti kalo sudah malam kami akan masuk"kata Austin
setelah mendengar itu Li berjalan masuk menuju ruang keluarga karena Li merasakan kalo kakek,Riska,Zain dan kelima calon istrinya sedang berada disana
__ADS_1
Li berjalan menuju ruang keluarga Dengan santai sambil melihat sekeliling kediaman yang mewah itu