PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
ACARA PERESMIAN


__ADS_3

"Tapi aku sudah tidak melihat paman Anton"kata Li


"Iya, dia sangat sibuk Kantor group Rettes"kata Riska


"Oh karena dia menjadi wakil kakekku jadi sesibuk itu"kata Li


"Tidak seperti itu"kata Dani


"benar kata ayah, sebenarnya pamanmu itu sudah lama Kakekmu suruh berhenti bekerja tapi tidak mau"kata Riska


"Baiklah, tapi setelah ini aku ingin paman Anton diam saja di rumah dari pada harus kerja terus menerus"kata Li


"Nanti aku sampaikan"kata Riska


Setelah itu semuanya berjalan lagi ke arah selatan sekitar seratus meter baru di sana ada bangunan yang tidak ada Bangunan semewah itu dan menjulang tinggi ke langit,semua yang melihat itu makin takjub dengan bangunan ketiga yang di lihatnya hari ini, kecuali Li dan yang pernah kesana seperti Zain dan Austin yang bertugas membangun bangunan itu


"sampai kapan kalian berdiam diri dan hanya melihat di luar"kata Li melihat semuanya bengong


"ini lebih mewah dari yang mewah dari bangunan di kota ini"kata Dani


"Sudah kakek dan semuanya masuk saja di sana hanya ada ruangan-ruangan kosong saja dan bukan hanya itu, Ruangan bawah tanahnya juga hampir sama besarnya sama Dengan yang menjulang ke langit, paman Austin Tolong ajak mereka semua melihat dan aku akan menunggu di sini"kata Li


"Baik, mari ikut aku semuanya"kata Austin lalu membuka pintu dengan sebuah barang yang berbentuk kotak kecil di tempelkan di pintu tersebut


Setelah masuk semuanya berada takjub di dalam gedung tersebut seperti bangunan bulat yang di tengah-tengahnya ada lip yang bisa terbuka dari segala arah, sedangkan untuk tombol lip tersebut tidak ada hanya ada Seperti layar komputer besar di dalam lip tersebut dan Austin pun menyentuh layar itu seolah layar sentuh dan memunculkan banyak Jenis Nomer dan itu menunjukkan dan nomer tersebut menunjukkan lantai mana yang akan di tuju


Setelah sampai sore hari mereka semua berkeliling baru keluar dari dalam bangunan tersebut, Li dan Zain yang di luar masih menunggu dan duduk santai di depan pintu, melihat semuanya keluar Li dan Zain langsung berdiri


"Wah cucuku memang hebat, ini yang di sebut dengan bisnis yang akan menguntungkan"kata Dani saat sudah ada di depan Li dan Zain


"Sudah Semuanya melihatnya, jadi itulah ruangan Tempat menyimpan barang dan ruangan lainnya adalah sama"kata Li menjelaskan

__ADS_1


"Itu terlalu megah"kata Riska


Setelah berbincang sejenak baru semuanya kembali ke kediaman utama atau kediaman milik Dani, setelah sampai karena sudah malam semuanya menuju kamar masing-masing termasuk juga Li


Keesokan paginya seperti yang di rencanakan acara pembukaan bisnis baru yang Li dirikan akhirnya mulai upacara peresmian, yang hadir hampir ribuan orang, Dani mengundang banyak orang termasuk juga presiden negeri itu sendiri


Acara peresmian itu dilaksanakan di depan gedung penyimpanan tersebut dan pagi itu sudah banyak orang yang hadir dan datang ke tempat itu


"Upacara peresmian di mulai, sambutan dari pemimpin group Rettes"kata Pembawa acara itu berdiri di atas panggung yang tidak terlalu tinggi


mendengar itu Dani yang awalnya duduk berbincang bersama dengan yang lainnya di kursi yang di sediakan akhirnya berdiri dan menuju ke atas panggung tersebut


"Selamat pagi semuanya, selamat sejahtera bagi semuanya, pertama terima kasih karena kalian semua sudah ikut hadir dalam peresmian bisnis milik cucuku ini,mungkin sebagian belum mengenal atau sebagian dari kalian sudah mengenalnya jadi terima kasih banyak karena kalian sudah menyempatkan diri, sekian"kata Dani lalu duduk kembali ketempat duduknya


"Acara kedua, Sambutan dan penjelasan dari Pemilik sekaligus cucu dari Pemimpin group Rettes, kami persilahkan kepada tuan muda Li Chang Rettes"kata Pembawa acara tersebut


Li yang mendengar itu langsung menuju ke atas panggung, di atas panggung Li memperkenalkan diri di ribuan orang dan di sana juga Li menjelaskan bisnis yang dia akan jalankan yaitu tentang pertahanan yang dimana di tempat itu bisa menyimpan segala jenis barang Dangan jumlah yang tidak terbatas, Li menunjukkan isi dalam Bangunan di belakangnya itu dengan ilustrasi di layar kaca yang sangat besar dan bisa di lihat oleh semuanya, tepuk tangan terus menerus dari semua orang karena merasa takjub dengan apa yang Li bangunan


Setelah acara peresmian itu, Barulah acara makan bersama dengan meja yang ada di depan mereka baru banyak pelayan yang mulai membawa makanan enak ke atas meja tersebut


Setelah acara makan satu persatu semuanya pulang dan tertinggal lah hanya anggota keluarga dan pengawal yang tersisa di Lapangan acara tersebut


"Karena ini sudah di resmikan, jadi seperti yang sudah saya janjikan,Hari ini paman Austin akan menjadi kepala pengawal tempat ini dan paman-paman yang lain akan mengikuti instruksi ya"kata Li


"siap tuan muda"Kata Austin dan delapan lainnya serempak


"jika nanti ada yang menyimpan barang seperti yang sudah di tetapkan mereka harus membayar sejumlah uang sesuai dengan jumlah barang yang mereka simpan dan Itu akan di urus oleh saudara Zain"kata Li


"Tentu, serahkan padaku"kata Zain


"Untuk urusan sandi dan kunci pintu ruangan untuk pemilik barang, juga jangan lupa di urus"kata Li

__ADS_1


"Tenang saja, sepetinya saudara Li sedikit khawatir"kata Zain


"Tidak bukan seperti itu, takutnya nanti bisnis ini tidak berjalan lancar"kata Li


"Tenang saudara Li, aku sudah mengusulkan pada paman Austin, jika seorang yang penting juga harus di kawal untuk membawa barangnya kemari jadi itu memungkinkan kita agar orang percaya"kata Zain


"Ide yang bagus,sampai aku tidak memikirkan itu"kata Li


"Baiklah karena sudah tidak ada lagi masalah di bisnismu cucuku kapan kalian berdua akan menikah"tanya Dani pada Li dan Zain


"Beri kami waktu kek"kata Li


"Aku sih pengennya cepat-cepat"kata Zain tersenyum


"terserah kalian, tapi rumah kalian berdua akan kosong sampai kapan, dan sampai kapan kalian akan membiarkan itu"kata Dani


"Aku akan pindah hari ini karena semua pekerja sudah ada di rumah ku, tidak tau dengan saudara Zain"kata Li


"aku juga akan pindah hari ini, sama semuanya sudah siap"kata Zain


"baiklah jika itu keputusan kalian,bagaimana dengan calon istri kalia"Kata Dani


"Mmmm sebaiknya ayah jangan biarkan mereka tinggal satu rumah nanti bisa berbuat macam-macam"kata Riska


"Karena kalian belum menikah jadi calon istri kalian akan tetap tinggal dengan kakek"kata Dani setelah mendengar kata-kata Riska


"Terserah kakek saja"kata Li


"iya terserah kakek saja"kata Zain


setelah berbincang akhirnya semuanya bubar karena terlalu lama di sana, Benar saja apa yang Li dan Zain langsung pindah Tampa pamit dengan Dani dan colon istri mereka, Li dan Zain langsung menuju rumah masing-masing

__ADS_1


__ADS_2