
"Ouh begitu, kenapa kamu tidak mandi saja dulu, nanti aku siapkan sarapan"kata Susi
"Hem"kata Li yang seperti nyamuk di antar keduanya
"ya aku akan mandi dulu"kata Zain berdiri dan menuju ke sungai sedangkan Susi pergi memasak untuk sarapan
tak berselang beberapa lama Dion dan Dika keluar dari tenda sambil menguap
"Selamat pagi Saudara Li, bagaimana dengan tidurmu tadi malam dan dimana saudara Zain"tanya Dion sambil duduk tidak jauh dari tempat Li
"pagi, Aku tidur cukup nyenyak sedangkan saudara Zain sedang mandi"jawab Li
"Kami akan ada acara pagi ini jam delapan sampai jam sepuluh untuk mengelilingi hutan sekitar, bagaimana kalo saudara Li dan saudara Zain ikut bersama kami semua"kata Dion
"boleh juga, aku juga sedikit bosan di sini"kata Li
"baiklah waktu masih lama aku akan mandi dulu, ayo dik"kata Dion mengajak Dika adiknya untuk mandi
Baru saja Dion dan Dika masuk ke dalam tenda Zain sudah selesai mandi di sungai
"nah kan kalo begini kamu bisa menarik banyak gadis"kata Li menatap Zain yang duduk di dekat nya
"hahaha gadis apanya, kalo saja tadi malam"kata Zain terhenti di tutupi oleh Li karena suara Zain cukup keras
"sudah jangan bahas itu lagi"kata Li melepaskan tangannya dari mulut Zain
"ok, bagaimana rencana kita hari ini, apa kita akan tetap disini atau melanjutkan perjalanan"kata Zain
"kita akan mengikuti semua mahasiswa yang ingin berkeliling hutan apa kamu setuju"kata Li
"tentu aku setuju, apa lagi dengan adanya Susi"kata Zain
"giliran cewek saja kamu mau ikut, coba kalo tidak ada cewek kamu mana mau ikuti hal beginian"kata Li
"Itu wajar bagiku yang baru pertama jatuh cinta"kata Zain
__ADS_1
tak lama Dion dan Dika keluar dari tenda membawa peralatan mandi
"saudara Zao sudah selesai mandi, kami akan mandi dulu baru kita sarapan"kata Dion berjalan bersama dengan Dika
Li dan Zain asik berbicara di dekat tenda dan ternyata Dion dan Dika mendengar pembicaraan Li pagi itu
"Dia pria yang baik untuk susi, bagaimana menurut kakak"kata Dika bertanya pada Dion saat sudah berjalan jauh menuju sungai
"menurutku juga juga seperti itu, dan mendengar dia belum pernah berpacaran sama wanita juga"kata Dion
beberapa waktu berlalu sampai Dion dan Dika selesai mandi mereka masih menemukan Li dan Zain sedang berbincang di tempat yang sama, setelah menaruh peralatan mandi Dion dan Dika juga ikut duduk di luar tenda bersama Li dan Zain
setelah berbincang dan menunggu cukup lama, banyak makanan yang Susi masak untuk sarapan, itu membuat Dion dan Dika heran tidak seperti biasanya adik mereka memasak begitu banyak
Setelah semua makanan selesai Susi sajikan mereka mulai sarapan bersama dan hanya keheningan dan suara mahasiswa lain yang berbicara sesekali
"ini sudah waktunya,apa saudara Li dan saudara Zain jadi ikut bersama kami"kata Dion
"jadi kami akan ikut bersama kalian"jawab Zain dengan senang
setelah semua mahasiswa berkumpul Dion maju ke depan mengumumkan kemana mereka akan menuju dan itu adalah reruntuhan kuno lima ratus meter dari tempat mereka sekarang berada
"sebenarnya apa jabatan saudara Dion di universitas sehingga dia yang memimpin ke tempat itu"tanya Li yang berjalan bersama dengan Zain,Dika dan Dion
"Ouh kakakku sebagai ketua BEM"kata Dika
"BEM, apakah itu"tanya Zain
"apa kamu tidak tau apa itu BEM saudara Zain"tanya Dika
"tidak"kata Zain biasa saja
tapi reaksi Dika dan Susi berbeda ketika mendengar jawaban Zain yang biasa saja
"Sudahlah, nanti kalian jelaskan sepertinya itu reruntuhan kuno"kata Li menatap ke depan ada reruntuhan kuno terlihat
__ADS_1
Setelah berjalan sepuluh menit kurang lebih mereka sampai di reruntuhan kuno itu tapi setelah sampai reaksi Li dan Zain berbeda dari yang lainnya
Li merasakan di sekitaran reruntuhan kuno itu ada hewan best yang sangat kuat, begitu juga dengan Zain merasakan hal yang sama
"Reruntuhan kuno ini adalah bekas Kerajaan milik dinasti Zon yang dari abad ke 5 jadi sekitar beberapa ratus tahun yang lalu"kata Dion sedikit keras menjelaskan kepada semuanya
Setelah itu semua mahasiswa berpencar mengamati reruntuhan kuno yang bekasnya sangat besar hampir seratus kali seratus meter dan di kelilingi hutan
"Saudara Zain dan saudara Li apa kalian ingin melihat-lihat bersama kami"kata Dika
"tidak kalian berdua pergi saja lebih dulu"kata Zain
"baiklah jika membutuhkan kami, cari kami di sekitar reruntuhan, ayo Susi"kata Dika menarik tangan adiknya yaitu Susi
setelah kepergian Dika dan Susi, Zain dan Li menjauh agak jauh dari kerumunan di bawah pohon tidak jauh dari reruntuhan kuno itu
"Bagaimana ini saudara Li apa mereka semua akan baik-baik saja"tanya Zain sambil bersandar di pohon besar
"Jangan khawatir, hewan best belum sepenuhnya bisa keluar siang hari karena pelindung yang ada di dalam hutan best itu cukup kuat pada siang hari, tapi tidak dengan malam hari"kata Li
"Jadi kita biarkan saja mereka"kata Dani
"mau bagaimana lagi, nanti malam kita baru bisa kesini dan menemukan token masuknya lalu membawanya sebagai milik kita dan aku sudah menyiapkan beberapa pelindung dari array yang aku pelajari mustahil bagi hewan best itu akan keluar jika aku sudah memilikinya, dan semoga saja hutan itu nanti adalah ada perpustakaan yang kita cari agar bisa cepat kembali ke kota"kata Li
"iya semoga saja"kata Zain
setelah berbincang cukup lama Li dan Zain berjalan melihat sekitaran reruntuhan kuno tersebut dan mencari keberadaan Dion dan yang lainnya
tak beberapa lama Li dan Zain bertemu dengan Dion,Dika dan Susi sedang mengamati reruntuhan kuno tersebut
"Kau datang juga saudara Li dan Zain"kata Dika melihat Li dan Zain menghampiri mereka
"iya kami hanya melihat-lihat saja"kata Zain
"Kalo boleh saya tahu tentang dinasti Zon"kata Li menatap Dion,Dika dan Zain
__ADS_1
"ouh itu, Dinasti Zon adalah penguasa pada abad ke lima sampai ke abad ke sepuluh selama kurang lebih enam abad dinasti Zon memimpin di negara ini dulu"kata Dion
"Seberapa hebat kekuatan dinasti Zon pada masa itu saudara Dion"tanya Zain penasaran