PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
LI KEMBALI KE HUTAN BEST SENDIRI


__ADS_3

"keponakanku"kata Riska berlari memeluk Li dengan erat sambil mengelus kepala Li saat Li berada di dekat sofa ruang keluarga itu


"Lepaskan bibi, bikin malu saja"kata Li melepaskan pelukan Riska


"Tidak nanti kamu pergi lagi, aku tidak mau kamu pergi lagi"kata Riska sedikit sedih


"aku tidak akan pergi lagi bibi bawel"kata Li melihat sikap riska


setelah itu Li duduk dan melihat kakek dan kelima calon istrinya hanya diam menatapnya


"Kenapa kalian semua menatapku seperti itu"tanya Li


"tidak kami hanya merindukanmu"jawab Shanti


"Bisa jelaskan kamu pergi kemana saja kamu semua menghawatirkanmu"kata Dani


"ada sedikit urusan"kata Li melihat Zain hanya duduk diam saja dan Li berpikir bahwa Zain belum menceritakan semuanya


"urusan apa bukannya kamu berjanji akan kembali dalam waktu satu bulan"kata Dani


"Itu urusan yang tidak bisa di ceritakan sekarang, Kek nanti akan aku ceritakan, Dimana paman pengawal kakek aku tidak melihatnya"kata Li sambil bertanya


"kami di sini tuan muda"kata Raka yang duduk di belakang Dani dan Li tidak memperhatikannya sejak awal


"wah kakek memang hebat, mampu melatih paman Raka dan lainnya sampai tingkat fana surgawi, dan kalian juga calon istriku sama hebatnya Bisa sampai fana surgawi tahap pertama sepeti saudara Zain"kata Li menyanjung


"Sudah tidak usah berbelit Belit,ceritakan sekarang kemana saja kamu pergi "kata Dani


"Begini saja, biar saudara Zain yang menceritakannya aku ingin meminjam sepuluh pengawal kakek untuk mencari sesuatu"kata Li berdiri menghampiri Raka yang ada di belakang Dani


sedangkan Dani menyuruh Zain menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya kepada mereka, Zain menceritakan dari awal sampai akhirnya mereka menemukan hutan best yang sangat berharga tersebut dan kuncinya Li yang pegang


"paman bisakah paman mengumpulkan kayu setipis seperti ini dalam jumlah banyak dan taruh di halaman samping kediaman"kata Li saat sampai di depan Raka menunjukkan kayu yang seukuran dua jari, sambil memberikannya pada Raka

__ADS_1


"bisa tuan muda, seberapa banyak yang tuan muda butuhkan"tanya Raka


"kalo bisa untuk membuat potongan seperti ini dalam jumlah ratusan ribu, dan uangnya minta sendiri pada bibi Riska, bilang aku yang menyuruh, aku akan ke kamar dulu"kata Li sambil berbalik


"siap tuan muda"kata Raka


Li berjalan ke kamarnya yang di lantai dua karena dia ingin mencoba bagaimana berteleportasi ke hutan best yang dia temukan


saat sampai kamar Li berdiri memegang Kalung berbentuk bintang dan mencoba mengalirkan energi serta hanya memikirkan dirinya yang berteleportasi ke hutan best dekat dengan istana yang ada di sana


wussssss


Li menghilang dari kamarnya dan tepat berada di depan pintu Masuk istana yang ada di hutan best yang dia temukan, Li kemudian masuk kedalam dan menuju kamar Yang hanya bisa di masuki dirinya


"mungkin di buku ini ada cara teleportasi dengan mudah"kata Li mencari di sekitaran buku di rak buku di kamar itu


Setelah cukup lama Li menemukan sebuah buku jurus teleportasi yang tertulis di sampul buku lalu Li membaca buku itu menemukan cara berteleportasi dengan mudah dari alam satu ke alam lain yang pernah di kunjungi dengan cara menggunakan elemen kegelapan dan cahaya


"mmmm ini lebih mudah dari pada yang di bayangkan"kata Li


lalu Li melihat ke arah jam di dinding ternyata sudah jam sepuluh malam, Li tidak merasa heran karena satu hari di dalam hutan best sama dengan kurang lebih sepuluh hari


"Aku tinggal memikirkan token itu saja, untuk melatih seluruh prajurit bertempur di hutan best"kata Li sambil tiduran di tempat tidur


Li berpikir cukup lama hingga akhirnya tertidur di tempat di kamarnya


di pagi hari Li terbangun cukup pagi walaupun dalam beberapa hari tidak tidur kebiasaan bangun pagi sudah ada sejak Li masih kecil


di kamar yang mewah miliknya Li membersihkan diri dan mengganti pakaian yang sudah lama dia pakai selama satu bulan saat pergi mencari hutan best


Li sebenarnya membawa pakaian ganti di dalam gelang ruang miliknya tapi lupa mengganti pakaian karena terlalu pokus mencari hutan best


Setelah membersihkan diri Li duduk di sopa kamar sambil memikirkan rencana menghadapi sekte iblis yang sebentar lagi akan datang menyerang negara

__ADS_1


Li merasa waktu sudah cukup siang jadi dia keluar untuk sarapan, saat sampai di ruang makan tidak ada seorang pun yang Li temukan, hanya beberapa pelayan yang sedang menyiapkan makanan di ruangan itu


"Mungkin ini masih pagi, semuanya pasti masih di dalam kamarnya"kata Li sambil duduk di kursi meja makan sendirian


"Apa tuan muda ingin sarapan lebih dulu"tanya seorang pelayan yang sedang menyiapkan makanan


"tidak Bik, saya akan menunggu yang lainnya saja,silahkan bibi siapkan saja makanannya"kata Li


Setelah kepergian pelayan itu ke dapur Li duduk sendiri di ruang makan


"Hari ini makan, hari ini makan, hari ini makan"kata Zain sambil melompat-lompat kecil menuju ruang makan dan duduk di salah satu kursi tanpa Zain sadari sudah ada disana


"Apa sebahagia itu saudara Li dengan makanan,sehingga terlihat seperti itu hahahaha"kata Li yang dari awal memperhatikan tingkah Zian seperti anak kecil yang sangat suka makanan


"hei dari mana kau datang,hah"kata Zain terkejut melihat Li


"Aku sudah ada disini sejak tadi kau masih tidak melihatku apa kau kira aku ini mahluk tak terlihat"kata Li menatap Zain


"Sepertinya bisa saja seperti itu, kamu kan suka menghilang dan muncul tiba-tiba"kata Zain mengejek Li


Li dan Zain asik berdebat tanpa sadar semua orang satu persatu sudah datang untuk sarapan pagi, sejak pergi mencari hutan best mereka sudah sering bercanda dan Li sering mengerjai Zain saat di luar


"Apa kita bisa mulai makan sekarang sampai kapan kalian berdua berbicara"kata Dani menghentikan pembicaraan Li dan Zain


mendengar itu Li dan Zain diam dan mulai ikut makan bersama dengan yang lainnya


Setelah makan seperti biasa Dani mengajak semuanya menuju ke ruang keluarga untuk berbicara apa yang akan di kerjakan hari ini


"Sepertinya kau sudah menemukan hutan best seperti yang di ceritakan oleh Zain"kata Dani menatap Li


"Apakah benar itu tuan muda"tanya Austin Wang yang ada disana dengan penasaran


"Iya benar saudara Li menjadi pemilik hutan best itu"kata Zain

__ADS_1


__ADS_2