PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
LI MENGERJAI ZAIN


__ADS_3

Setelah memasukkan hewan best itu Li juga bergabung di dekat Zain yang terus menerus banyak mahasiswa itu berterima kasih padanya


setelah semuanya berterima kasih, lalu Dion menyuruh semuanya Istirahat kembali ke tenda masing-masing, begitu juga dengannya mengajak Li dan Zain ke tendanya tapi Li dan Zain menolak dan memilih berbicara di luar saja


"Terima kasih banyak saudara Zain dan saudara Li karena telah membantu kami,Bolehkah aku bertanya apa yang kalian lakukan tadi dengan hewan tersebut, dan kekuatan apa yang saudara Zain gunakan untuk membunuh hewan tersebut"tanya Dion penasaran, begitu juga dengan Dika dan Susi


Li menggelengkan kepalanya memberi isyarat kalo mereka ingin tahu suruh mereka datang ke rumah Li, Zain Mengerti apa yang Li maksud


"kalo kalian ingin tahu, datang saja nanti sebulan lagi ke kediaman keluarga Rettes aku bisa menjelaskannya di sana tapi sekarang aku tidak bisa menjelaskannya maaf karena itu adalah hal yang sulit di jelaskan"kata Zain Mengerti apa yang Li maksud


"Tidak perlu minta maaf saudara Zain kami hanya bertanya saja"kata Dion


"Besok kalian harus kembali sore hari apa tidak sebaiknya kalian istirahat dan besok pagi mungkin kalian ada acara"kata Li


"benar ini sudah jam satu mari kita tidur"kata Dion mengajak Li dan Zain


"kami berdua akan berjaga di luar kalian tidurlah yang nyenyak"kata Zain


"Apa itu tidak memberatkan kalian berdua"kata Dion


"tidak silahkan kalian tidur aku akan menjaga keamanan kalian semua di sini,kalo kalian tidak percaya sama kami berdua kalian bisa tinggal di sini"kata Zain


"kami percaya, kita tidur aja kak, aku sudah sangat mengantuk"kata Dika


setelah itu Dion, Dika, dan Susi masuk ke dalam tenda mereka tidur di satu tenda karena mereka bertiga saudara kandung


"Kamu merasakannya kan, dan kenapa aku menyuruh mereka tidur"kata Li


"iya saudara Li ini aura hewan best lebih kuat dari yang tadi aku kalahkan, tapi kenapa saudara Li tidak memberi tahuku sebelumnya kalo hewan best itu tingkat kekuatan ilahi tahap dua"kata Zain


"agar saudara Zain bisa belajar lebih banyak, karena seperti yang saudara Li lihat dari diriku ini"kata Li


"tapi kenapa saudara Li masih saja menyembunyikan kultivasi padahal bisa menunjukkannya"kata Zain


"aku bukan tidak mau menunjukkannya, jika kamu ingin terus tertekan oleh kultivasiku aku akan menunjukkannya"kata Li

__ADS_1


"lebih baik tetap saudara Li sembunyikan ,lebih baik di tekan seribu kilogram beban dari pada di tekan oleh aura kultivasi rasanya seperti jantung ku mau meledak"kata Zain


"oh jadi seperti itu yang di rasakan kalo tertekan oleh kultivasi, tapi kenapa orang yang tidak berkultuvasi tidak tertekan dengan kultivasi kita"kata Li penasaran


"itu mudah jadi saudara Li tidak tau kenapa itu terjadi, itu karena mereka tidak bisa melihat kultivasi kita makanya mereka tidak tertekan sama sekali dan masih berada dalam manusia biasa belum mempelajari hal hal mistis seperti kita"kata Zain


"jadi seperti itu, jadi bagaimana kamu yang akan membunuh hewan best yang datang itu atau aku karena masih beberapa ratus meter lagi kesini"kata Li


"jelaskan dulu level hewan best ini"kata Zain


"mmmm ini level dua belas hanya satu level lebih tinggi dari yang tadi" kata Li


"baiklah aku yang akan membunuhnya"kata Zain sambil pergi terbang dengan cepat ke arah aura hewan best tersebut


"Dasar bodoh, mudah sekali kamu percaya pada ku hahaha, hahaha, hahaha hahaha"kata Li sambil tertawa


dan sebenarnya hewan best yang Li rasakan itu level tiga belas atau tingkat fana surgawi, sengaja Li melakukan itu agar Zain bisa berlatih lebih keras


Li hanya duduk berpikir dalam waktu berapa lama Zain bisa membunuh hewan best yang setara dengan dirinya


Zain Terbang dua ratus meter lebih dan turun melihat hewan best itu


tapi Zain tidak punya pilihan lain selain melawan karena dia sudah berada di depan hewan best itu jadi mau tidak mau Zain harus membunuh hewan best itu karena kalo membawanya masih hidup itu akan menimbulkan kekacauan di tenda


Zain mengeluarkan pedang miliknya dan mulai menebas hewan best tersebut dengan jurus yang dia kuasai tapi jurus tingkat kekuatan yang dia kuasai tidak mempan Melukai hewan best tersebut sama sekali hanya memberikan lima kecil


selama dua jam lebih banyak jurus yang Zain gunakan tapi masih hanya memberikan luka kecil pada hewan best itu


hewan best itu juga tidak mau kalah dan teru menerus menembakkan elemen tanah dari ketiga tanduknya untuk menyerang Zain


"ah sial bagaimana aku melukai hewan best ini"kata Zain mulai berpikir dan membuka gelang ruang miliknya dan mengambil buku jurus tingkat fana surgawi yang bisa di gunakan tahap pertama dan kedua, sambil menghindari serangan cepat dari hewan best itu, Zain membaca buku jurus itu dengan cepat dan mulai mengerti dengan jurus dari buku itu


"Jurus pedang menebas semesta"kata Zain lalu menggunakan elemen api menyalurkan ke pedangnya seperti yang di jelaskan oleh buku itu dan gerakan yang di jelaskan di buku itu Zain langsung menggunakannya setelah memasukkan bukunya ke gelang ruang miliknya


dalam sekejap Zain sudah menguasai dasar dari jurus itu dan langsung menebas leher hewan best itu dengan cepat dan luka yang di berikan mengenai urat leher hewan best itu membuat hewan best itu mati di tempat, setelah itu Zain memasukkan hewan best itu ke gelang ruang miliknya untuk di bawa kepada Li

__ADS_1


"Sial saudara Li selalu saja mengerjai ku tapi benar kata saudara Li kalo tidak begini mana mungkin aku bisa membunuh hewan best setingkat denganku"kata Zain terbang kembali menuju tenda tempat Li berada


saat Zain kembali Li tertidur pulas di kursi karena merasa bosen menunggu Zain


Zain kembali pada saat matahari sedikit mulai muncul dan duduk di depan Li memandang Li dengan serius


Li yang tertidur merasakan kehadiran seseorang ada di dekatnya terbangun pagi itu


saat terbangun Li melihat Zain ada di depannya dengan wajah sedikit lesu sambil menatapnya


"Hahahaha hahahaha hahahaha saudaraku sudah kembali"kata Li tertawa cukup keras saat bangun


"Aku hampir mati terbunuh oleh kelakuanmu"kata Zain


"mana mungkin kamu terbunuh kamu kan selevel dengan hewan best itu hahaha hahaha hahaha"kata Li sambil tertawa puas


"Oh jadi saudara Li sudah tau kalo aku selevel dengan hewan best itu"kata Zain


"maaf aku kan sudah bilang itu untuk melatih mu"kata Li sambil masih tertawa terbahak-bahak


"di dalam gelang ini hewan best nya, aku baru saja kembali dan berhasil membunuhnya tadi pagi"kata Zain mengulurkan tangannya sambil memberikan gelang ruang kepada Li


"bukan masalah terima kasih ,tapi sebentar lagi kayaknya saudara Zain sudah bisa menerobos ke tahap ke dua, apa tidak sebaiknya saudara Zain memakan buah darah itu"kata Li sambil mengambil gelang ruang dari tangan Zain


"Biar nanti saja, aku sungguh kehabisan energi kali ini, karena ulah saudara Li"kata Zain


"ini makan lah, itu pil penambah energi tingkat fana surgawi tahap dua"kata Li memberikan pil kepada Zain


Zain langsung menerima pil itu dan memakannya dalam sekejap mata energi Zain kembali pulih seketika


"kalian sedang apa tertawa pagi-pagi"kata Susi keluar dari tenda dan baru bangun sambil mengusap matanya dengan tangan


"tidak ada, kami hanya sedang bercanda saja"Kata Zain


melihat keadaan Zain yang kotor dan dengan muka Zain yang terlihat lelah Susi menatap Zain

__ADS_1


"apa ada yang terjadi padamu"kata Susi menghampiri Zain


"tidak aku habis lari pagi tadi bersama saudara Li tapi aku terjatuh karena tersandung batu kecil karena masih ngantuk"kata Zain berbohong


__ADS_2