
Setelah memarkirkan bus semuanya turun dan mengikuti arahan Li dan Zain untuk masuk ke hotel golden di kota mata naga tersebut
"tuan-tuan dan nona-nona apa ada yang bisa saya bantu"Kata seorang resepsionis cantik yang menjadi penyambut tamu di meja tempatnya bekerja
"kami sudah memesan kamar hotel terbaik di lantai teratas dengan jumlah kamar dua puluh tiga orang, dan ini nama pemesannya"kata Zain menyerahkan KTP miliknya
"tunggu sebentar tuan"kata resepsionis itu
"Bagaimana ini manager hotel sudah memberikan kamar-kamar itu ke tuan muda dan nona muda dari kota kita"kata Resepsionis itu bingung kepada temannya
karena melihat resepsionis itu bingung Li pun merasa ada yang tidak beres dengan resepsionis itu
"Apa ada masalah"tanya Li ke resepsionis itu
"maaf tuan-tuan dan nona-nona,jenis kamar deluxe yang sudah anda pesan sebelumnya sudah di pakai orang atas perintah manager hotel karena mengira kalian tidak akan datang"kata Resepsionis itu
"Apa" ucap semuanya Kaget
"apa kalian mengira kami tidak bisa membayar Kamar itu sampai kalian memberikan kamar itu untuk orang lain"kata Zain
Semua Kawan Li protes karena Cara pelayanan hotel tersebut tidak seperti yang mencerminkan sikap yang baik
"Sudah semuanya tolong diam dulu"kata Li menenangkan semuanya
"saudara Li bagaimana ini"tanya Gani
"Bisa tolong panggilkan atasan manager hotel ini, dan sekalian kalo bisa panggilkan Direktur hotel ini yang bertanggung jawab atas hotel ini"kata Li kepada resepsionis itu
"Benar katakan , kelima calon istri dari tuan muda keluarga Rettes ada di sini"kata Zain ikut mewakili Li
"tunggu sebentar"kata resepsionis itu kemudian menelpon dua kali
Setelah beberapa waktu akhirnya dia orang yang cukup tua dan seorang yang cukup muda juga datang ke tempat resepsionis itu
"Mana siapa yang mengaku sebagai calon Kelima istri tuan muda Rettes itu"kata orang yang tua itu menatap resepsionis itu
__ADS_1
Resepsionis itu kemudian menunjuk Li dan kawan-kawannya
"Oh kalian, tunggu dulu aku akan menanyakan ini kepada nona Riska"kata Orang tua itu selaku direktur hotel golden
Menunggu ucapan direktur hotel itu benar bahwa Lima calon istri tuan muda keluarga Rettes atau kelima calon istri Li sedang liburan
"Maafkan kesalahan saya sebagai direktur hotel karena kesalahan manager, membuat anda semua harus menunggu, kalo boleh tau mana nona Shanti,Lila,Lisa,Nina dan Len"kata Direktur itu
mendengar namanya di sebut Lisa dan keempat lainnya langsung maju karena melihat Li mengangguk menyetujui untuk mereka menampakkan diri
"Saya Shanti, dan di sebelah saya Lila, Nina,Len dan Lisa,Direktur Kawan saya sudah memesan kamar deluxe room di hotel ini beberapa hari sebelum kesini, dan tepat hari ini kami akan memakainya selama tiga atau dua hari kedepan, tapi kenapa kamar itu sekarang di tempati orang lain"kata Shanti memperkenalkan diri dan menjelaskan situasinya
"Bagaimana kamu bisa memberikan kamar deluxe room kepada orang lain sedang hari ini tepat orang yang sudah memesan kamar akan datang"kata direktur itu memarahi resepsionis itu
"Maaf pak direktur sebelumnya kami menolak tapi manager mengatakan bahwa tuan muda di kota ini menginginkan kamar itu dan menyuruh kami memberikan kamar itu ke mereka"kata resepsionis itu menjelaskannya
"apa tidak ada kamar hotel yang kosong hari ini"tanya direktur itu dengan gugup takut jabatannya hanya sampai hari ini
"Tidak ada pak direktur, kecuali sepuluh kamar teratas"kata resepsionis itu
"iya sebaiknya seperti itu"kata Li
"Manager hari ini sebaiknya kemasi barangmu dan hari ini kamu aku pecat"kata direktur itu gugup
"Kenapa saya di pecat pak direktur bukannya mereka hanya keluarga kaya dari Ibu kota saja"kata Manager hotel di sebelah direktur itu
plak
"Apa kamu bilang mereka hanya keluarga kaya biasa, kamu pikir hotel golden ini milikku, ini semua milik keluarga Rettes dari ibu kota, dan kelima nona muda ini calon istri dari tuan muda keluarga Rettes itu"kata direktur itu menampar Manager di sampingnya
Setelah di tampar seperti itu langsung saja manager hotel itu pergi karena di suruh angkat kaki dari hotel itu oleh direktur hotel
"Maaf sebelumnya nona-nona atas kekacauan ini"kata direktur hotel tersebut
"pak direktur kalo bisa kami memakai kamar hotel presidential suite room itu, kalo tidak kami akan pergi mencari hotel yang lain"kata shanti geram karena terlalu lama berdiri
__ADS_1
"Maaf nona muda kamar itu hanya khusus untuk Pemimpin dan tuan muda keluarga Rettes, kami bisa memberikan kamar itu pada nona-nona calon istri tuan muda tapi bagaimana dengan teman-teman nona"kata direktur tersebut
"Bagaimana kalo pak direktur menelpon bibi Riska, apakah dia akan menyetujui kami memakai kamar itu atau tidak"kata Shanti
"Baiklah tunggu sebentar"kata direktur itu langsung menghubungi Riska kembali
"Kata nona Riska, bahwa nona boleh membawa teman nona ke kamar hotel presidential asal yang masih di bawah presidential utama, karena kelima kamar utama teratas tidak boleh di gunakan, jadi lima kamar di bawahnya boleh di gunakan"kata direktur hotel tersebut
"apa lima kamar itu akan cukup untuk kami semua"tanya Shanti
"tentu nona karena satu kamar presidential suite biasanya memiliki Lima sampai enam kasur di dalamnya dengan halaman yang luas kalo di bandingkan dengan presidential suite utama lebih besar lagi untuk ukuran kamarnya"kata direktur itu
"Baiklah kami akan mengambil kamar itu saja, katakan kepada bibi Riska kalo kamar itu nanti dia yang akan membayarnya untuk tiga atau dua hari"kata Shanti
"baik nona, Kamu berdua tolong arahkan nona-nona dan tuan-tuan ini ke kamar presidential suite Biasa masing-masing bagi sesuai jumlah kamar disana"kata direktur itu kepada dua wanita resepsionis tersebut
Kemudian Li dan kawan-kawannya bertahap di ajak ke kamar presidential suite Biasa dengan lima orang menaiki lip di ikuti seorang resepsionis hotel
Shanti,Lila,Lisa,Nina dan Len bersama di satu kamar presidential suite dan empat perempuan lainnya berada di satu kamar juga, sedangkan Li bersama dengan Gani, Zain dan satu orang lagi di satu kamar , sedangkan sepuluh sisanya di bagi dua lima masing-masing menempati satu kamar
"Pantas saja kamar ini di larang di gunakan, memang sebagus ini"kata Gani terkejut setelah masuk kamar presidential suite itu
"iya bagus sekali"ucap seorang laki-laki bernama Rek yang ikut bersama dengan mereka
"Ini memang sangat bagus, karena pemilik hotel saja yang bisa masuk kesini"kata Zain melihat ke arah Li
"Apa ada yang salah dengan mukaku saudara Zain"kata Li sambil duduk di sebuah sopa
"tidak ada"kata Zain juga ikut duduk
setalah siang itu mereka yang di kamar presidential suite di antarkan makanan khusus karena itu pelayanan bagi mereka yang memakai kamar tersebut
semuanya merasa senang atas Pelayanan tersebut termasuk juga Li
Li kemudian mengirim pesan lewat group bahwa semuanya bebas kemana saja ingin pergi selama dua hari di kota mata naga termasuk juga Li memberitahu Shanti dan keempat istri lainnya untuk berlibur jangan terlalu paku pada dirinya
__ADS_1