
Li, Dani dan lainnya asik mengobrol di ruang tamu tersebut sampai waktu tengah malam mereka semua berbincang, membicarakan banyak hal di ruang itu sambil bercanda
Waktu pagi telah tiba baru Zain ,ketiga kepala sekte dan semua master kembali ke tempat mereka pertama di kirim oleh Li Setelah mengambil apa yang di butuhkan di hutan best tersebut
"Oh ternyata pemimpin dan yang lainnya belum bubar, apa sedang menunggu kami"kata Liman
"Aku yang menunggu kepala sekte dan semua master karena ingin memberikan ini"kata Li sambil mengeluarkan sembilan gelang dengan tiga gelang berwarna sama
Setelah itu Li membaginya menjadi tiga dengan warna bercampur satu warna hijau, satu warna putih dan satu warna merah
"apa isi gelang itu pemimpin"tanya Liman
"ini pil jumlahnya tidak banyak sekitar seribu lebih di dalam satu gelang ini, gelang warna hijau isinya adalah pil penyembuhan, gelang warna putih pil penambah energi dan gelang warna merah adalah pil Peningkatan kultivasi dari tahap kekuatan ilahi ke atas, semua pil penyembuhan dan penambah energi ini berada di tingkat fana surgawi tahap kedua, Silahkan ketiga kepala sekte ambil masing-masing untuk nanti di gunakan di sekte setelah kembali"kata Li
"Apa ini tidak berlebihan pemimpin"kata Rion great
"iya apa ini tidak berlebihan"kata Riz Rin
"iya ini"kata Liman juga
"tidak bawalah semoga pil itu bisa membantu"kata Li
"terima kasih pemimpin"kata ketiga kepala sekte itu bersamaan
Setelah menerima pil itu ketiga kepala sekte dan semua master pamit untuk kembali ke sekte karena melihat jam di dinding itu menunjukkan jam lima pagi
Li dan yang lainnya pun tidak menghentikan mereka yang ingin kembali ke sekte mereka masing-masing
"Kamu sungguh sangat baik cucuku, tapi ingat jika belum benar benar mengenal seseorang jangan pernah terlalu baik karena bisa jadi orang tersebut sedang memanfaatkan mu"kata Dani
"Iya kek aku akan ingat, terus bagaimana pekerjaan paman Austin dan yang lainnya kek dan pengawal yang jumlahnya sangat banyak itu"tanya Li
"mmmmm karena kultivasi pengawal itu sudah sangat di luar batas manusia sama seperti kita karena menempuh jalan kultivasi jadi kita harus tetap mengawasi pengawal agar tidak berbuat semena-mena di manapun mereka berada, dan kalo bisa saudara Austin dan saudaraku yang lain bisa tetap mengawasi semuanya"kata Dani
"Apa kami akan kembali di tempatkan di seluruh kota, pemimpin"tanya Aidan
"sebenarnya aku juga berpikir begitu, karena kalian juga punya keluarga sebaiknya kalian juga melindungi keluarga kalian, aku tidak memaksa kalian tinggal di kediamanku"kata Dani
"siap pemimpin kami akan mengurus penjagaan di setiap kota yang kami pimpin"ucap semua pemimpin pengawal bersamaan di ruang tamu itu
"Baiklah terserah kalian mau berangkat kapan ke kota kalian masing-masing, dan sebagai tugas kalian di kota-kota kalian tentu menjaga perusahaan ku ya g ada di kota-kota kalian dan seperti biasa markas pengawal di setiap kota sudah ada jadi kalian tidak perlu khawatir mencari tempat menaruh pengawal"kata Dani
__ADS_1
"siap pemimpi"kata Semua pemimpin pengawal itu bersamaan
Setelah tidak ada lagi yang ingin di bicarakan oleh Dani, Aidan dan pemimpin pengawal lainnya langsung pamit untuk menuju kota-kota mereka masing-masing untuk menjaga perusahaan milik Dani yang ada di kota-kota itu, sedangkan Austin seperti biasa tugasnya mengawasi Pemimpin pengawal dan pengawal karena dia pemimpin pengawal utama di keluarga itu
Di ruang tamu hanya tinggal beberapa orang saja yang belum pergi, sampai siang hari Dani, Li dan yang lainnya berbicara Di ruang tamu tersebut
Setelah cukup lama berbincang satu-persatu meninggalkan ruang tamu untuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing, begitu juga dengan Li yang sudah merasa tubuhnya kotor karena pertempuran itu Li memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri
"Pertempuran yang sangat melelahkan, seandainya aku tidak mendapatkan kekuatan dari dewa kematian mungkin aku tidak akan bisa mengalahkan raja iblis itu"kata Li berpikir sambil berbaring di tempat tidurnya setelah mandi
Li berbaring di tempat tidurnya cukup lama dengan banyak pikiran di kepalanya tentang apa yang akan dia kerjakan selanjutnya setelah mengalahkan raja iblis itu
"Oh ya aku lupa di gelang merah itu aku menyimpan ada cahaya merah yang keluar dari tubuh raja iblis setelah aku membunuhnya"kata Li mengingat kembali setelah dia membunuh raja iblis
Lalu Li mengeluarkan gelang yang dia gunakan untuk menyimpan cahaya merah berbentuk bola itu, Li memperhatikan cahaya tersebut sampai membuat gelang tempat menyimpannya menjadi ikut berwarna merah
Setelah cukup lama memikirkan masalah gelang yang berisi cahaya itu Li kemudian kembali memasukkannya ke dalam gelang ruang besar miliknya kemudian Li lanjut berbaring dan berpikir rencana besok karena sampai sore hari Li hanya tiduran di kamarnya, karena waktu sudah malam Li tertidur tanpa sadar
Di tempat Kamar Shanti dan Lila disana berkumpul kelima calon istri Li , dan biasanya mereka berkumpul di kamar Shanti dan Lila pada malam hari sebelum tidur
"saudari Shanti jurusan apa yang akan kamu ambil nanti setelah kuliah"tanya Lila wang
"Mmmm aku akan mengambil jurusan yang sama dengan Calon suami kita, untuk mengawasinya agar tidak macam-macam"kata Shanti
"bagaimana kalo kita menanyakannya pada calon suami kita"kata Lisa Wen
"Aku yakin kalo kita bertanya dia tidak akan memberitahu kita jurusan apa yang akan dia pilih nantinya"kata Len sing
"benar apa kata saudari Len, mungkin itu bisa terjadi"kata Nina dung
"bagaimana kalo nanti kita mengintip Formulir pendaftarannya saja"kata Shanti
"aku setuju"ucap Lila dan yang lainnya
Mereka asik berbicara di kamar itu tanpa tau kalo ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka di balik pintu tersebut
"ah dasar anak-anak kecil, Dia pikir Keponakanku akan memberitahunya kalo mereka bertanya tentang itu, atau mereka kira tidak akan di permainkan huaahhhhh"kata Riska yang menguping pembicaraan kelima calon istri Li di kamar Lila dan Shanti
Riska sebenarnya ingin turun untuk makan malam karena seharian dia belum makan karena mengurus perusahaan di tempat kerjanya, tapi langkahnya terhenti setelah mendengar sebuah kamar terdengar sangat ribut
Setelah mengetahui itu riska pun turu untuk mencari makanan di dapur dan sesampainya di sana Riska malam itu tidak menemukan apapun, lalu Riska berencana memasak mie sendiri
__ADS_1
Riska Pun memutuskan untuk memasak mie di dapur karena merasa perutnya sedikit kelaparan karena Belum makan sejak pagi
Setelah mie masak Riska membawa mie Dengan mangkok sedikit lebih besar cukup untuk menampung mie dua sampai tiga bungkus, Riska membawa mie tersebut yang masih panas dan menaruhnya di atas meja
"Aku lupa air minum"kata Riska setelah duduk dan Riska kembali berdiri untuk mengambil minum di kulkas dapur
"Lah kemana mie ku"kata Riska saat kembali ke meja makan melihat mie yang sudah dia masak di mangkok cukup besar sudah tidak ada
Kemudian Riska menggosok matanya kalo ternyata memang benar mie itu sudah habis seperti hilang di telan bumi hanya menyisakan sedikit kuah saja
Riska kemudian kembali ke dapur untuk membuat mie dan setelah mie yang Riska buat, Riska lupa membawa sendok untuk memakan mie dan kembali lagi ke dapur untuk mengambilnya
"Lah kemana mie ku, kenapa habis lagi"kata Riska melihat mienya habis lagi dan minuman botol yang dia ambil dari dapur juga sisa setengah
"Awas saja aku akan menangkap mu dan menyiksamu kalo sampai ketiga kalinya kamu memakan mie ku"batin Riska kembali kedapur untuk membuat mie lagi
Setelah membuat mie Riska berbicara sendiri dan pura-pura lupa sesuatu untuk pergi ke dapur tapi Riska mengintip siapa yang menghabiskan mie yang sudah dia masak, Riska mengintip di balik tembok jalan ke dapur untuk menangkap pelakunya
"hahaha dasar bibi saat aku ingin makan tengah malam begini dia membuatkanku mie"kata Li duduk di kursi di meja makan dengan kembali melihat mie yang sudah tersedia lagi di atas meja
"oh jadi kamu pelakunya, aku sudah membuatnya berulang kali"kata Riska menjewel telinga Li dari belakang saat Li hendak memakan mie buatannya
"Adu duh bibi sakit"teriak Li pura-pura sakit padahal tidak sakit, hanya karena Li ketahuan saja memakan mie yang sudah di masak Riska
Mendengar ada teriakan di dapur pelayan yang tidur bangun dan Dani pun yang mendengar teriakan itu menuju ke dapur karena suara Li cukup terdengar keras bagi mereka yang belum tidur
"Maaf nona dan tuan muda ada yang bisa kami bantu"ucap pelayan yang keluar dari kamarnya bersama pelayan yang lain juga keluar
"aduh bibi lepaskan"kata Li yang masih telinganya di pegang oleh Riska
"Ada apa dengan kalian berdua kenapa malam-malam begini ribut sekali"kata Dani yang sudah ada di dapur melihat riska menjewel telinga Li
"ini ayah, dia menghabiskan mie yang ku masak dua kali dengan diam-diam"kata Riska semakin keras menjewel Li
"ha Tidak kek, bibi berbohong, aku hanya melihat ada mie di atas meja jadi aku memakannya"kata Li menahan tawanya
"Hei bocah jangan bohong lagi, hahahaha kamu suka sekali mengerjai bibimu, cepat minta maaf"kata Dani
"baiklah maaf bibi"kata Li dengan sambil memakan mie yang ada di depannya lagi
"ah tidak itu mie ketiga yang aku buat"kata Riska berteriak menjewel telinga Li dengan keras
__ADS_1
"hahahaha Sudah jangan berantem, Bibi-bibi siapkan makan malam untuk nona muda kalian, nanti akan aku tambahkan gaji kalian bulan ini"kata Dani
"baik tuan"kata ke tiga pelayan itu segera menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan