PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
TUGAS MURID LUAR.


__ADS_3

Setelah menerima cukup banyak hasil dari pertukaran Li dan teman-temannya kembali ke kamar mereka.


"Apa tidak sebaiknya kita pergi ke Aula pedang untuk mencari senjata, untuk kita gunakan berlatih saudara Li"kata Yang sambil duduk bersama Li dan teman lainnya


"Benar kata saudara Yang"kata sul membenarkan ucapan Yang begitu juga dengan Ten dan Ben mengangguk.


""Benar, tapi ini sudah sore, mungkin besok pagi kita akan ke sana,sekarang lebih baik kita istirahat dan bagi kalian yang ingin menaikkan kultivasi bisa pergi ke menara kultivasi"kata Li Melihat matahari yang sudah mulai menjelang waktu sore.


"apa saudara Li tidak ikut dengan kami"kata sul


"Kalian bisa pergi lebih dulu"kata Li seolah dia akan menyusul tapi mana mungkin Li akan menyusul sedangkan kultivasi nya sudah mencapai tak tertandingi, takutnya menara kultivasi akan habis sumber daya kalo dia berkultuvasi di menara itu.


Setelah berkata seperti itu sul, yang, Ten dan Ben pergi menuju menara kultivasi untuk meningkatkan kultivasi mereka, sedangkan Li masuk ke dalam kamar.


Di dalam kamar Li mulai merenungkan apa yang di katakan master obat sebelumnya, yang mengajaknya untuk membuat pil.


"Di dalam Buku di laut kesadaran ku orang yang membuat pil di sebut master pil tapi kenapa master Juan di sebut master obat"pikir Li sambil duduk di dalam kamar.


Li merenungkan banyak hal dan tidak berniat melepaskan aura kultivasi ya ke lebih tinggi karena akan menjadi masalah baru beberapa hari di sana sudah bisa berkultuvasi dengan cepat.


Malam itu Li tidur sendiri di dalam kamar sementara teman-temannya tidak kembali. Li mengistirahatkan tubuhnya sampai tertidur.


keesokan paginya Li Terbangun pagi sekali dan hanya duduk di dalam kamar melihat sekeliling kamar itu.li duduk sambil merenung apa yang akan dia lakukan hari ini. Li memperhatikan di luar kamar semua orang sudah sedang banyak yang berlatih berbagai jurus dan berlatih menggunakan senjata masing-masing.

__ADS_1


Di lapangan yang luas di depan kamar Li duduk melihat banyaknya orang yang sedang berlatih, lapangan itu adalah tepat di depan perumahan murid luar lama dan murid luar baru.


"hai apa kamu tidak berlatih hari ini "kata seorang gadis yang duduk di samping Li yang tidak lain gadis itu adalah Lila yang sebelumnya Li tolong di dalam hutan pelatihan.


"hehhhhhhhh sejak kapan kamu disini"ucap Li sambil menengok ke sebelahnya yang melihat Lila dengan kagetnya sudah duduk di sebelahnya.


"maaf aku mengagetkan kamu, tapi ku perhatikan tidak berlatih bukankah kamu tidak mau menantang murid dalam dan masuk ke sana, aku dengar dari murid luar lama kalo kamu menantang murid dalam bisa merebut posisinya dan banyak bonus dan tugas yang kita bisa selesaikan"kata Lila di sebelah Li sambil menatap lapangan latihan.


"Terus kenapa sampai sekarang kita tidak punya tugas"tanya Li


"katanya sih, tugas murid luar hanya membersihkan area di seluruh sekte dan posisinya paling rendah, pekerjaannya seperti membersihkan sisa-sisa best di aula obat dan aula pedang dan membersihkan halaman lainnya, itu yang saya dengar tapi masih di berikan potongan emas sebagai upah"jawab Lila


"Berarti tugas belum di arahkan"kata Li


"mungkin begitu karena banyaknya yang harus di kerjakan oleh para master"kata Lila.


"Ehmmmmmm Kalo ada bidadari jangankan dunia ini terjadi gempa, neraka pun di bawah kaki tidak akan mengganggu saudara Li"kata sul sambil bersuara pelan tapi masih di dengar oleh Li dan Lila.


mendengar itu Lila mukanya yang awalnya biasa saja menjadi merah melihat ke arah Li.


sedangkan Li berbalik ke arah sul setelah mendengar kata-kata itu.


"Sudah lama aku menemukan pujaan hati, tapi bagaimana dengan saudaraku yang tidak bisa menemukan satupun dalam hidupnya"kata Li sambil menyindir sul tapi berbeda dengan Lila yang mendengar itu, muka Lila tambah merah merona seperti tomat masak mendengar kata-kata Li.

__ADS_1


"hahahaha hahahaha hahahaha


"tawa Yang, Ten dan Ben bersamaan mendengar kata-kata Li.


"Apa bener kata yang di ucapkan Li itu saudara sul"kata Yang sambil menahan tawanya.


"Tidak,,,, Kalo bukan karena saudara Li ada, mungkin sudah banyak yang menyukaiku"kata Sul percaya diri.


sebenarnya sul itu termasuk tampan tapi selalu kalah dengan keberadaan Li saja, setiap di mana ada Li pasti wanita akan lebih menyukai Li, tapi berbeda saat sul di kota mata naga banyak wanita yang menyukainya.


"iya benar yang saudara sul katakan, sampai aku mendengar dari kakek Zao setelah sampai di kota naga kamu banyak berpoya-poya dengan wanita cantik, kalo bukan saudara sul mendengar kakek Zao akan mempertemukannya dengan diriku mungkin sekarang saudara sul masih di kota mata naga dan berpoya-poya, apa segitu rindunya saudara sul padaku"kata Li sambil menggoda sul.


"Tidak,,,, aku tidak merindukan kamu, aku merindukan Shanti"kata sul menolehkan mukanya dengan sedikit berbohong.


"ayolah, kamu tau kalo Shanti itu hanya menyukaiku dan kamu sudah berjanji melepasnya untukku"kata Li sambil menghampiri sul yang duduk sambil melingkarkan tangannya di leher Li.


"Hahahaha oke aku menyerah, aku akui tidak bisa jauh dari kalian berdua saudaraku"kata sul sambil menunduk.


sedangkan Lila yang mendengar nama Shanti menjadi penasaran dengan wanita itu. dan merasa di abaikan oleh Li.


"siapa Shanti itu tuan muda Li "tanya Lila dengan hormat tidak seperti kata yang tadi keluar dari mulutnya sambil memandangi Li dengan sedikit kecewa.


"sepertinya saudara Li akan mendapat masalah lebih baik aku masuk ke dalam"kata sul sambil melepaskan lingkaran tangan Li di lehernya dan berlari ke dalam kamar.

__ADS_1


"siap sul itu bukannya bertanggung jawab malah kabur"gumam Li dalam pikirannya.


Li kembali duduk di dekat Lila dan menjelaskan siapa itu Shanti tapi Li tidak menjelaskan lagi tentang Lisa yang dia ada di rumahnya.sedangkan Ten , Ben dan Yang hanya mendengar pembicaraan Li dengan Lila.


__ADS_2