
pagi...seperti biasa Li terbangun dari tidurnya sangat pagi sekali,setelah mandi Li hanya duduk mulai memikirkan beberapa hari lagi dia akan menuju ke dalam sekte bulan bersinar untuk mempelajari tentang kehidupan yang sedikit orang mengetahuinya.
Sekitar jam 7 Li keluar seperti biasa menuju ruang makan untuk sarapan, di ruang makan terlihat seperti biasa kakeknya bersama dengan pengawal pribadinya, Li hanya menoleh dan tidak lagi melihat mereka yang berbincang Li tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"apa yang akan ku perbuat di dalam sekte bulan bersinar nanti,apakah aku akan mencari siapa yang membunuh kedua orang tuaku, dan sekte mana yang ikut campur dalam pembunuhan itu"gumam Li dalam hatinya.
setelah merenung sejenak apa yang akan Li perbuat di dalam sekte ternyata makanan di atas meja sudah siap untuk di santap.
setelah sarapan Li dan Dani menuju ruang keluarga bersama pengawal pribadi Dani.sesampainya di sana Dani yang melihat Li kebingungan menjadi penasaran.
"apa yang akan kamu kerjakan hari ini bocah..?" tanya Dani sambil menatap Li.
"tidak tau kek,aku tak tau harus pergi kemana hari ini"jawab Li kembali melihat Dani.
"bagaimana kalo kamu pergi ke pantai untuk menenangkan diri"Kata Dani.
"tapi bagaimana dengan acara pernikahan pengawal pribadi kakek 2 hari lagi"kata Li
"itu sudah ada yang urus tentang pernikahan itu jadi kamu pergi saja"kata Dani
"baiklah aku akan kembali besok dan ingin menginap di hotel di tepi pantai selama sehari saja"kata Li.
Li membuka ponselnya dan melihat pantai yang sangat indah di google map yaitu pantai surga dan ada hotel di tepi pantai itu.
Tak lama Li menuju garasi mobil mewah,untuk mengambil mobil Li hanya sembarangan memilih mobil dan menyetir menuju pantai surga yang ingin dia tuju menggunakan google map sebagai penunjuk jalan.
setelah mengikuti jalan yang mengarahkan ke depan hotel,Li sampai di depan hotel yang megah dan tidak menyangka ada hotel semegah itu di sekitaran pantai.
__ADS_1
"mmmm hotel ini sangat mewah siapapun yang punya berarti orang itu sangat beruntung memiliki hotel ini"gumam Li dalam pikirannya setelah keluar dari. mobil dan melihat hotel di depan matanya.
Sebagian satpam hotel yang melihat mobil mewah terpana dengan mobil yang Li bawa dan memarkirkannya di tempat parkir biasa,setelah Li keluar dari mobil dia menuju dan masuk ke dalam hotel, Li mendatangi resepsionis tempat pemesanan kamar hotel.
"kak apakah masih ada kamar kosong di sini..?"tanya Li kepada resepsionis di tempat biasa pemesanan kamar.
Melihat kedatangan Li dengan baju kaos wanita yang sedikit lebih tua itu menghiraukan Li karena memakai pakaian biasa menurut dia.
"kamu anak baru layani dia"kata resepsionis perempuan itu menyuruh resepsionis baru di hotel tersebut.
"Kak apa ada yang. bisa saya bantu"kata resepsionis yang lebih muda dan hampir sama umurnya dengan Li
"aku ingin memesan kamar apakah masih ada yang kosong"tanya Li ke resepsionis itu.
"maaf kak untuk kamar standar semuanya penuh dan hanya ada kamar presidential suite tapi itu tidak di sewakan karena hanya pemilik hotel yang bisa masuk ke sana" jawab resepsionis muda itu.
"pemiliknya saya tidak tau pasti dan yang pasti keluarga besar yang ada di ibu kota.mmmmmmm aku lupa siapa nama keluarga itu tunggu dulu aku tanyakan ke temanku yang menjadi resepsionis yang sudah lama disini"kata resepsionis itu sambil pergi.
setelah lama berdiri Li duduk di bangku tempat pengunjung, Li menunggu resepsionis itu,tak berapa lama resepsionis baru itu datang menghampiri Li yang sedang duduk.
"maaf kak pemilik hotel ini adalah keluarga besar ibu kota keluarga Rettes"kata resepsionis itu sambil menatap Li yang sedang duduk.
"baiklah tunggu sebentar aku akan menelpon"Kata Li sambil memegang hp miliknya.
Li menelpon Raka karena Raka lebih dekat dengan kakeknya dan menyuruh manager hotel datang karena dia sedang ada di hotel miliknya.
setelah beberapa lama datang seorang pria yang umurnya sekitar hampir 40 tahun terlihat bingung setelah keluar lip, melihat seorang resepsionis muda sedang melayani pemuda di tempat menunggu pria itu mendatangi pemuda itu.
__ADS_1
"Tuan muda Li Chang Rettes kenapa anda tidak menghubungi saya ketika anda ingin datang ke hotel ini"kata pria umur 40 tahun itu sambil membungkuk di depan Li.
Resepsionis muda di dekat Li dan resepsionis tua yang sedang asik duduk di meja pelayanan terkaget,begitu juga orang-orang yang melihat manager hotel menunduk hormat kepada Li.
"mmmm paman tidak usah terlalu sopan kepadaku aku hanya datang untuk berlibur di tempat ini dan aku tidak tau kalo hotel ini masih milik keluargaku"kata Li melihat pria yang sedikit lebih tua itu dan berkata lebih sopan.
mendengar ucapan Li yang begitu sopan membuat pria tua itu menjadi lebih tenang dan bernapas lega.
"hah dia pemilik hotel ini, sial kenapa aku memperlakukannya begitu buruk"kata resepsionis kaget yang duduk di meja pelayanan
"hah dia pemilik hotel ini"gumam resepsionis muda atau yang baru bekerja di sana.
"baiklah tuan muda mari saya antar ke kamar presidential suite, dan kamu resepsionis baru ikut saya ke sana"kata manager itu.
mendengar ajakan dari manager hotel Li mengikuti dari belakang dan juga resepsionis muda itu.
setelah naik lip dan menekan lantai 20 sebagai lantai paling atas mereka tiba di depan kamar presidential suite yang mereka tuju.
pria tua itu membuka pintu dan mempersilahkan Li masuk kedalam kamar tersebut, sedangkan manager dan resepsionis itu diam di depan kamar tidak berani memasuki kamar tersebut.
"Kalian tidak ingin masuk ke kamar ini..?"tanya Li kepada dua orang yang berdiri diam di pintu.
"silahkan tuan muda istirahat ,kami tidak akan mengganggu tuan muda,. kamu masih punya kerjaan untuk di kerjakan"kata manager hotel itu.
Setelah manager dan resepsionis itu pergi Li melihat-lihat di dalam kamar mewah presidential suite itu.dan duduk menghadap jendela yang mengarah ke pantai itu.
"Resepsionis itu setidaknya seumuran denganku dan dia sangat cantik seperti bidadari walaupun shanti cantik tapi berbeda dengan resepsionis itu yang seperti ada aura menarik di tubuhnya"gumam Li dalam pikirannya sambil memandangi pantai yang begitu indah.
__ADS_1