PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
MENGANTAR PULANG


__ADS_3

Semua mahasiswa sedang asik berkumpul bernyanyi dan bercanda bersama di dekat tepi sungai bunga harum, sedangkan Li dan Zain duduk cukup jauh di antara perkumpulan mahasiswa itu


saat sedang asik melihat Keseruan semua orang berkumpul itu Li dan Zain merasakan sesuatu yang bahaya mendekat ke arah mereka


"apa kamu merasakannya saudara Li"tanya Zain kepada Li


"tentu"jawab Li


"hewan best ini biasanya tidak muncul di siang hari kenapa sekarang ada"kata Zain


"oh itu berlaku untuk di daratan"kata Li


"maksud saudara Li"tanya Zain penasaran


"Iya maksudku di dalam air itu"kata Li melihat ke arah sungai


"jadi apa yang harus kita lakukan"kata Zain


"hewan best ini mungkin tidak bisa melukai kita, tapi mungkin semua orang yang disana bisa termakan semua oleh hewan best itu, menurut pengamatan ku besar hewan best ini sekitar dua buah rumah biasa yang di bagi dua"kata Li


"jadi bagaimana"tanya Zain lagi


"kamu ini bertanya terus tanpa harus bertindak, Kamu atau aku yang akan melakukannya sebentar lagi hewannya akan muncul dalam beberapa menit"kata Li


"aku yang akan membunuhnya, karena saudara Li sudah memberikan peran padaku, tapi dimana hewan itu akan muncul"kata Zain


"bersiaplah, hewan itu akan muncul sungai tepat di dekat mahasiswa itu"kata Li


"baik"kata Zain mulai pokus


Saat semua mahasiswa itu sedang asik tertawa bersama di dekat sungai itu dengan memberikan kenangan di masing-masing mahasiswa


boommmmmmm


boommmmmm


boommmmmm


suara muncul dari dalam air sungai itu tiga kali berturut turut dan sebuah ikan besar dengan gigi tajam dan tanduk di kepala ikan itu, ikan itu mampu menelan semua mahasiswa yang ada di sana, semua mahasiswa terkejut melihat itu dan tidak bisa lagi menghindari mulut besar ikan itu akan menelan mereka semua yang berjumlah puluhan orang


Boommmmmm

__ADS_1


boommmmmm


boommmmmm


Seseorang muncul meninju dan menendang ikan besar itu sampai kepalanya hancur seketika siapa lagi kalo bukan Zain yang menghajar ikan itu dengan kekuatan elemen dan energi miliknya mampu membunuh ikan besar itu seketika


semua mahasiswa yang sudah berputus asa akan hidup mereka terselamatkan oleh Zain sekali lagi


setelah Zain turus mengajar ikan itu semua mahasiswa itu bengong melihat Zain yang mampu menghancurkan kepada ikan itu dengan beberapa pukulan, banyak mahasiswa yang tidak aman percaya akan hal itu tapi itu ada di depan mereka membuat mereka percaya akan kekuatan yang Zain miliki


"Terima kasih saudara Zain kalo tidak ada kamu kami sudah mati semuanya"Kata Dion yang ada disana setelah tersadar melihat Zain turun setelah menghajar ikan itu


"Terima kasih"ucap semua mahasiswa yang ada di sana


"tidak perlu itu adalah tugas kita melindungi satu sama lain"kata Zain


"Baiklah semuanya sebaiknya kita kembali ke kota sebelum hal-hal aneh terjadi kembali"kata Dion kepada semuanya


Setelah mendengar itu semua mahasiswa pergi mengambil barang mereka masing masing termasuk juga Dion,Dika dan Susi sedangkan Zain kembali ke tempat Li berada


"Saudara Li kenapa tidak bilang kalo ikan itu hanya tingkat daging fana, jika aku tau akan aku buat sedikit untuk bersenang senang"kata Zain duduk di dekat Li


"Itukan yang saudara Li mau dariku, jadi bagaimana daging hewan best yang ada di dalam sungai itu"tanya Zain


"itu tidak akan berguna bagi pil jadi tidak perlu di bawa"kata Li


saat sedang asik mengobrol Dion,Dika dan Susi datang menghampiri Li dengan membawa tas besar di punggung mereka


"Saudara Zain dan Li terima kasih sekali lagi telah menyelamatkan kami semua, bagaimana jadi kalian ikut mengantar kami ke kota"kata Dion


"Tentu saudara Zain dan aku akan mengantar kalian hingga keluar dari hutan belantara ini, dan saudaraku ini juga ingin merasakan sesuatu yang di sebut cinta tidak mungkin dia akan meninggalkan cinta pertamanya"kata Li menepuk bahu Zain sambil menggoda Zain dan Susi


Susi yang mendengar kata-kata Li membuat pipinya merah begitu juga dengan Zain menjadi sedikit malu atas perkataan Li


"Ayo kita berangkat"kata Dion mengajak Li dan Zain


setelah itu di jalan mereka berjalan beriringan dimana Dion menjadi yang terdepan memimpin jalan sedangkan Li ,Zain ,Dika dan Susi berada di barisan paling belakang


"apa itu tidak memberatkan mu biar aku membawanya untukmu"kata Zain melihat ke arah Susi sambil berjalan


"Tidak perlu ini tidak berta"kata Susi

__ADS_1


"Saudara Zain, kalo adikku tidak mau maukah kau membawakan tas ini untukku"kata Dika menepuk tas di belakanganya


"tidak, bawakan saja punyaku"kata Susi menyela dengan cepat perkataan kakaknya


lalu Zain membawa tas besar milik Susi, melihat itu Dika langsung menarik tangan Li agar berjalan lebih cepat, dan Li pun mengerti maksud dari Dika lalu mengikuti Dika berjalan lebih cepat ke arah mahasiswa lainnya


Setelah kepergian Dika dan Li keadaan Canggung terjadi antara Zain dan Susi hingga beberapa saat


"Mmmmm itu setelah lulus kuliah kamu akan kemana"tanya Zain menghilangkan kesunyian di antara mereka


"Aku akan bekerja di perusahaan ayahku di ibu kota, ada apa"kata Susi balik bertanya


"tidak ada, hanya saja akan lebih mudah menemui mu nanti"Kata Zain


"oh begitu, kamu bisa datang ke kediaman keluargaku kalo kamu mau"kata Susi


"Apa boleh"tanya Zain


"iya boleh karena kamu telah menyelamatkan hidupku dan semua orang, tidak mungkin aku tidak membalas Budi bagimu"kata Susi


"tidak perlu balas Budi, dengan melihatmu saja sudah cukup membalas semua itu"kata Zain


mendengar kata-kata Zain membuat pipi Susi memerah seketika


"mmmmm apa kamu menyukaiku"tanya Susi dengan ragu


"Tentu, aku sangat menyukaimu"kata Zain biasa saja


"aku juga menyukaimu"kata Susi gugup


Setelah berjalan dua jam lebih mereka semua keluar dari hutan belantara itu, di luar hutan di jalanan Hutan itu tidak jauh dari kota sudah ada dua bus menunggu disana dan itu adalah bus untuk mengantar mereka kembali ke rumah masing-masing


semua mahasiswa sudah naik di bus tempat mereka masing-masing sedangkan Dion,Dika,dan Susi masih di luar berbincang bersama Li dan Zain


"Sepertinya sekali lagi terima kasih atas pertolongan saudara Zain dan Li kalo tidak ada kalian kami semua sudah mati di dalam hutan"kata Dion


"Tidak perlu berterima kasih, kami juga sangat senang bertemu kalian"kata Zain tapi matanya terus tertuju pada Susi


"Ya sudah kami akan naik dan pergi dulu"kata Dion menaiki bus bersama dengan Dika


"aku akan pergi dulu, jangan lupa ke rumah"kata Susi juga ikut menaiki bus

__ADS_1


__ADS_2