
Li terbangun pagi hari dan setelah membersihkan diri Li duduk memikirkan apa yang akan dia lakukan setelah mengikuti pertandingan memperebutkan lima bintang.
Li keluar kamar dan diam menatap langit saat pagi hari menjelang siang di depan lapangan aula pusaka.
"Apa yang di lakukan saudara Li di aula obat..?, apa saudara Li ingin menukar sesuatu,,,?"tanya seseorang yang ada di belakang Li, dia adalah Zain Long yang Li lawan di pertandingan pertama saat menentukan peringkat murid inti.
"oh ternyata saudara Zain, tidak ada aku tinggal di aula pusaka, dan apa saudara Zain ingin menukar sesuatu di aula pusaka ?"kata Li berbalik sambil melihat dan bertanya kepada Zain Long.
"iya aku ingin menukar beberapa buku"kata Zain
"ouh begitu"kata Li
"Ya sudah saudara Li saya masuk dulu ke aula pusaka untuk menukar buku"kata Zain sambil berjalan pergi.
Sedangkan Li masih berdiri di lapangan melihat sekitarnya.
"Kemana master Cakra, aku tidak melihatnya sama sekali"kata Li sambil berjalan-jalan di lapangan aula pusaka.
lalu Li berencana masuk ke aula pusaka.
"Bagaimana apa hari ini kita akan mulai pembelajaran mu"kata Cakra yang ada di aula pusaka duduk di tempat sebelah Nina sambil melihat kedatangan Li.
"sebaiknya lebih cepat lebih baik master, karena tiga hari lagi ada pertandingan"kata Li
"baiklah ikut aku"kata Cakra sambil berdiri dan berjalan.
Li dan Cakra menuju ke ruangan di dalam aula pusaka setelah masuk Li melihat di ruangan itu tidak melihat apapun sama sekali dan ruangan itu kosong tidak ada apa-apa.
"Apa kamu tau kenapa ruangan ini kosong"tanya Cakra pada Li
"tidak,,, master lebih tau"kata Li
__ADS_1
"jangan merendah,,,, mungkin kamu akan lebih paham setelah mempelajari buku ini"kata Cakra sambil memberikan buku kepada Li
"buku apa ini master"tanya Li
"buku ini tentang ruangan ini dan tehnik mempelajari array, aku sendiri baru bisa berhasil menggunakan sepuluh tehnik array, jadi di buku itu di jelaskan hanya cara menggunakan ruangan ini, dan nanti kamu akan paham setelah membacanya"kata Cakra kepada Li.
Setelah itu Cakra keluar dan membiarkan Li sendiri di dalam ruangan itu, Li mulai membaca buku tentang array itu dan penjelasannya,Li mulai melakukan petunjuk yang ada dalam buku itu dan memusatkan seluruh qi dan elemen yang Li punya pada ruangan itu.
setelah itu Li membuka mata dan melihat seperti perjalanan seseorang di dalam kehidupan di dalam ruangan itu tapi berbentuk sebuah ilusi, Li mulai memperhatikan yang di lakukan oleh ilusi itu mulai dari cara menggunakan elemen api,air,angin,tanah,cahaya dan kegelapan sebagai jebakan dan sebagai membentuk sesuatu,Li sendiri mengamati dan memahami arti dari array itu secara perlahan ilusi itu selesai dalam waktu cukup lama, baru saja selesai muncul sebuah cahaya putih yang menyilaukan mata Li dan Li berusaha menutup matanya.
"hahahaha hahahaha hahahaha
akhirnya kamu sudah mencapai tempat ini"kata seorang ilusi yang muncul dari cahaya itu dia adalah dewa keadilan
"Dewa keadilan, bagaimana bisa kamu di sini "tanya Li
"dasar bocah, ini hanya serpihan diriku, kamu sudah tau tentang array ini, array ini aku yang membuatnya dan meninggalkan sebagian serpihanmu di sini, sudah waktuku tidak banyak, kamu sudah bisa memahami seluruhnya jadi aku pergi dulu"kata cahaya yang serpihan dewa keadilan itu menghilang dari depan Li
kreeeekkkkk
tepat pada saat Li ingin menuju pintu Cakra masuk ke ruangan itu.
"Master"kata Li
"kamu mungkin tidak sadar tapi sudah dua hari kamu disini"kata Cakra sambil berjalan melihat sekitar ruangan itu.
"Haaaaahhhhh,"kata Li sedikit terkejut.
"iya kamu sudah dua hari di ruangan ini, mungkin kamu merasakan baru sebentar tapi memang itulah yang terjadi di ruangan ini ketika kita melihat ilusi itu, sekarang kamu bisa tunjukkan yang aku tidak tau dari ilusi itu"kata Cakra
"Apa bisa di sini, master"kata Li
__ADS_1
"Ruangan ini sekuat apapun ledakan dan hantaman tidak akan bisa di hancurkan, saat aku belajar dulu juga seperti itu banyak ledakan yang aku buat tapi ruangan ini tetap utuh, disini saja, karena kalo di luar takut banyak orang"kata Cakra
setelah itu Li mulai menunjukkan apa yang dia pelajari dari serangkaian bagaimana cara membuat sebuah bentuk dari semua elemen yang dia kuasai tapi Li masih menyembunyikan elemen cahaya dan kegelapan karena tidak ingin di ketahui banyak orang mempunyai elemen itu.
Li hanya menunjukkan ke Cakra elemen air angin tanah dan api dan cara membuat berbagai bentuk dari elemen itu Li memperagakan pada Cakra dan Cakra terdiam melihat Li.
"kamu memang hebat sudah bisa mencapai tahap array ini seperti ilusi itu,sedangkan aku sepuluh tahun baru bisa mempelajari sepuluh tahap saja"kata Cakra sambil takjub melihat semua bentuk yang di bikin Li dari elemen itu.
"Terima kasih, kalo bukan karena master aku mungkin tidak akan tau tentang kegunaan elemen ini sebagai array"kata Li sambil menatap hormat kepada Cakra.
"aku tidak akan bertanya lebih jauh, karena besok adalah hari di mana pertandingan memperebutkan lima bintang jadi lebih baik kamu istirahat ini mungkin sudah malam"kata Cakra
setelah itu Li berjalan dan keluar ternyata memang sudah malam.
" Li, ada banyak murid yang mencari mu dari dua hari yang lalu"kata Nina saat melihat Li berjalan menuju kamarnya.
"Terima kasih saudara Nina telah memberitahuku,hari ini aku ingin beristirahat karena habis latihan"kata Li yang hendak berjalan menuju kamarnya.
"jadi selama ini kamu hanya menganggapku saudara hiks hiks hiks"kata Nina sambil menangis tiba-tiba
"ehhhh kenapa dengannya kenapa dia menangis,,,,,,aduuuhhh apa mungkin karena memanggilnya dengan sebutan saudara"gumamli dalam pikirannya saat melihat Nina menangis.
"maaf bukan itu maksudku"kata Li sambil mendekati Nina.
"ehemmmmmmm ini sudah malam, apa kalian akan terus berbicara di sini atau mungkin kalian akan memasuki kamar yang sama berduaan"kata Cakra yang datang dari belakang Nina sambil menggoda Nina dan Li.
mendengar itu Li dan Nina merasa malu.
baammmmmmmmm
Nina meninju perut Cakra dengan keras dan membuat Cakra mundur setelah itu Nina berjalan pergi ke kamarnya yang tidak jauh dari kamar Cakra di aula pusaka itu.
__ADS_1
setelah itu Li dan cakra juga kembali ke kamar mereka masing-masing, di dalam kamar Li langsung tidur Tampa memikirkan banyak hal yang terjadi.