PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
MASALAH


__ADS_3

saat Li sedang asik duduk dan merenung, tak lama sul, Yang ,Ten dan Ben datang menghampiri Li. dengan sedikit wajah lemas dan lesu.


"kenapa dengan kalian, keliatannya sedang tidak sehat"tanya Li kepada semua temannya yang baru datang.


"Tidak apa-apa, saudara Li "kata sul mewakili yang lainnya


"Baiklah, mari kita mulai membersihkan bekas hewan best ini dan kembali ke kamar"kata Li mengajar sul dan temannya yang lain untuk membersihkan dan membakar sisa hewan best di aula obat.


Hanya berjalan satu jam baru mereka langsung kembali ke perumahan murid luar, Li masih curiga dengan keadaan sul, Yang, Ten dan Ben yang sejak tadi siang pas ketemu tampak lemas, Li berencana menemui Lila dan menanyakan itu karena para temannya tidak ada yang mau jujur, sedangkan sul, yang, Ten dan Ben langsung masuk kamar untuk istirahat.


melihat Li yang tampan menuju kamarnya, Lila dan wanita yang lainnya merasa takjub dengan ketampanan Li.


"Tumben kamu mau datang kesini, biasanya juga aku yang datang ke tempatmu untuk mengunjungimu"kata Lila sambil duduk di depan kamarnya bersama teman-temannya.


sedang kan teman-teman Lila masih merasa takjub karena melihat ketampanan Li dan tidak bisa bersuara apa-apa.


"Tidak ada, aku hanya ingin menanyakan apa yang terjadi pada sul, yang ,Ten dan Ben kenapa mereka tampak tidak bersemangat"tanya Li.


"Ituuu.....mmmmmm....itu..mmm"kata Lila sambil sedikit takut.


"baiklah jika kamu tidak mau menjawabnya, Lebih baik kita jangan bertemu lagi"kata Li yang berbalik hendak pergi.

__ADS_1


"Tunggu"kata Lila


"Ada apa...."kata Li sambil berbalik.


"mmmm itu,,,,sebenarnya beberapa hari yang lalu sul dan yang lainnya bertarung dengan murid dalam, orangnya murid dalam yang berperingkat satu di murid dalam"kata Lila dengan ragu dan takut.


"Tapi bagaimana bisa mereka membuat masalah dengan murid dalam yang berperingkat satu dan juga di dalam sekte di larang untuk bertarung kecuali kalo ada acara pertandingan dan menantang orang di arena"kata Li dengan sedikit terkejut.


"itu..... karena kemarin orang itu ingin menggodaku dan mengajakku ke Perumahan Murid dalam tapi aku menolaknya"kata Lila


"mmmmm baiklah, seperti itu, aku akan pergi dulu"kata Li sambil berjalan.


"Kamu tenang saja nona manis"kata Li yang belum jauh dari Lila


Kata-kata Li membuat muka Lila menjadi merah merona seperti tomat dan teman sekamarnya terus-terusan menggoda Lila.


sedangkan Li berjalan ke aula obat untuk bertanya di mana tempat untuk bisa menantang orang, dengan perasaan marah tapi Li masih bisa menahannya.


"kak Len dimana tempat menantang orang untuk bertarung"tanya Li yang sudah sampai di aula obat.


"Itu ada di aula informasi jadi di sana kamu bisa menantang, dan mendapatkan beberapa informasi yang ada yang di selenggarakan oleh sekte"kata Len menjawab pertanyaan Li

__ADS_1


"Ouh seperti itu, dimana letak aula informasi itu"tanya Li


"ada di dekat aula pedang"kata Len


sedangkan Li yang mendengar di dekat aula pedang pun belum pernah ke sana sekalipun.


"kamu tidak tau dimana aula pedang"tanya Len yang melihat Li bingung.


"iya"kata Li


"Aku bisa saja menemanimu tapi aku tidak bisa meninggalkan aula obat, tunggu sebentar"kata Len sambil berjalan menuju seseorang yang duduk di ruangan yang di siapkan aula obat dan di dalam sana banyak orang yang sedang duduk.


Setelah keluar Len membawa seorang pemuda yang umurnya hampir sama dengan Li.


"Ini adikku, dia akan mengantarmu ke sana"kata Len yang sudah ada di depan Li


"Salam kenal namaku Den sing,"kata pemuda yang di bawa Len itu yang ternyata juga anak master Juan sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"iya salam kenal nama ku Li Chang Rettes"kata Li sambil menyambut tangan Den.


Setelah itu Len menyuruh Den mengantar Li ke aula pedang dan waktu itu sudah menunjukkan sore hari.

__ADS_1


__ADS_2