
"Jadi bagaiman, kenapa kita tinggal dua hari lagi disini"tanya Zain
"Tidak ada aku hanya ingin melihat sekitar lingkungan ini sambil berkeliling di sini selama dua hari, dan pamit akan segera pergi ke semua yang kita kenal di sini"kata Li
"bukankah nanti kita bisa sesekali berkunjung ke sini"kata Zain
"Bisa, tapi mungkin nanti kita akan sibuk dan tidak sempat berkunjung kesini"kata Li
"Baiklah kalo begitu, nanti kita berkeliling bersama saja, dan kembali bersama"kata Zain
"Tapi hampir setahun aku tidak melihat saudara Rino, begitu juga ayah dan ibunya"kata Li
"Aku juga, dan warung mereka juga sudah tutup keduanya"kata Zain
"dari mana kau tau"tanya Li
"aku sempat berkeliling malam hari karena tidak bisa tidur Beberapa kali dan ternyata warung pak Riko dan Bu Rena sudah tutup"kata Zain
"Bukankah kamu punya nomernya Rino karena waktu itu kamu sering bertanya masalah kuliah"kata Li
"Ada, tapi setahun setelah dia lulus aku tidak menghubunginya lagi"kata Zain
"Coba kamu telpon dia"kata Li
"tunggu"kata Zain sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong celana panjang yang dia kenakan, setelah itu baru Zain memandangi hpnya setelah menemukan nomer hp Rino
Tuuuuuttt
Tuuuutttt
"oh ternyata masih aktif"kata Zain melihat hpnya berbunyi seperti itu
"Halo saudaraku dan penyelamat keluargaku"kata seorang dari Hp tersebut yang tidak lain adalah Rino
"Aku kira kamu melupakan kami saudara Rino"kata Zain
"tentu tidak, bagaimana mungkin aku melupakanmu dan saudara Li, ngomong-ngomong saudara Li ada dimana"kata Rino sambil bertanya
"Ada nih di sampingku"kata Zain
"Halo saudara Rino apa kabar, aku mendengar kalo saudara Rino dan keluarga sudah tidak ada lagi di kampung harapan"kata Li
"kabar baik saudara Li, Iya benar kami pindah setahun yang lalu dan membangun bisnis di pusat kota sejak adik Perempuanku Rini sudah sembuh, maaf tidak bisa memberi tahu kalian berdua karena kalian terlihat sibuk di kampus waktu itu"kata Rino
"tidak apa saudara Rino, kami senang kalo kamu dan keluarga baik-baik saja"kata Zain
"iya kami senang kamu dan keluarga baik-baik saja, Kalo bisa share lock kami akan berkunjung besok"kata Li
"Baik saudara Li nanti aku kirim lewat hpnya saudara Zain, silahkan datang aku, Ayah dan ibuku sudah lama menunggu kedatangan kalian berdua"kata Rino
"sepertinya kamu sedang sibuk saudara Rino dari kedengarannya, sudah dulu ya kamu tutup dulu"kata Zain mendengar suara ribut di hpnya
"iya ini sedang banyak pelanggan, sudah dulu ya"kata Rino
Lalu Li mematikan Telepon setelah mendengar Rino berkata seperti itu
"Jadi bagaimana kapan kita akan kesana"tanya Zain pada Li di dekatnya
"Besok pagi saja, ini sudah mulai menjelang sore"kata Li
"Iya nanti mungkin saudara Rino sudah mengirim lokasinya"kata Zain
Sampai sore hari Li dan Zain berbicara di Atas balkon rumah, setelah suasana menjelang malam Li dan Zain memutuskan untuk keluar berkeliling Kampung harapan
Saat berjalan Li dan Zain banyak orang yang sudah di kenalnya di kampung tersebut menyapa mereka satu persatu saat bertemu
Li dan Zain kemudian berkeliling pasar pada waktu malam itu, semua pedagang yang mengenali Li dan Zain satu-persatu mengapa mereka berdua
sampai jam sepuluh malam Li dan Zain mengelilingi pasar sampai satu persatu pedagang menutup warung mereka baru Li dan Zain kembali ke rumah
"Apa saudara Rino sudah mengirim lokasi tempat dia berada"tanya Li saat baru saja sampai di depan rumah bersama dengan Zain
"Mmmmm sudah, ini sepertinya alamat toko dan restoran, dan ini alamat apartemen mereka"kata Zain setelah mengambil hp dari kantongnya dan menunjukkan hpnya pada Li pesan dari Rino
__ADS_1
"Toko Baju Harapan, restoran Harapan kota, Family Indah, sepertinya aku pernah mendengar nama toko baju dan restoran ini"kata Li sambil berpikir saat selesai melihat pesan di hp Zain
"Mmmmmm kalo tidak salah bukankah toko baju harapan yang terkenal dengan memesan sesuai keinginan dan Restoran yang sempat Viral di Media sosial itu"kata Zain
"Iya benar, apa mungkin"kata Li
"tidak salah lagi, ini memang bisnis milik Rino"kata Zain
"iya benar, ini sudah malam sebaiknya kita masuk dulu, besok pagi-pagi baru kita kesana"kata Li
Setelah itu Li dan Zain masuk menuju ke rumah masing-masing, Li berbaring dan berpikir sejenak sebelum akhirnya mulai tertidur tanpa sadar
Di tempat Zain sendiri setelah masuk kedalam kamar langsung tiduran dan tidur terlelap setelah itu
Keesokan paginya setelah mandi Li duduk di balkon rumah sambil berpikir banyak hal di pikirannya sambil menunggu Zain keluar dari rumah sebelahnya
"Saudara Li, kamu bangun cukup pagi sekali, tunggu sebentar aku belum mandi"kata Zain keluar dari rumah melihat Li duduk di balkon
Mendengar itu Li tindak menanggapinya dan masih banyak hal yang terpikirkan oleh Li di pikirannya, setelah beberapa saat Zain keluar Dari rumah dan duduk di atas motor miliknya
"Apa sekarang kita akan berangkat"kata Li melihat Zain duduk di atas motornya
"Tentu, mau menunggu apa lagi"kata Zain menghidupkan mesin motornya
setelah itu Li turun, setelah mengunci pintu rumah Li juga menuju motor miliknya dan menghidupkan motornya yang bersebelahan dengan motor Zain
"Ini masih pagi, Apa kita akan berangkat sekarang menuju ke tempat saudara Rino"kata Li
"Setelah melihat Map, jarak dari sini ke tempat Saudara Rino sekitar satu jam, ini sudah jam tujuh kurang beberapa menit"kata Zain melihat jam tangan miliknya
"Baiklah, sekarang kita berangkat, kamu yang memimpin jalan karena kamu yang tau tempatnya"kata Li mengeluarkan motornya lebih dulu
setelah itu Zain juga mengeluarkan motor miliknya dan seperti yang Li katakan bahwa Zain yang tau jalannya lebih dulu menyetir motor miliknya di ikuti oleh Li di belakangnya
selama perjalanan menuju tempat Rino dan keluarganya berada di jalanan kota masih sedikit sepi karena masih cukup pagi, biasanya orang-orang mulai ramai di jalanan kota mulai jam delapan pagi
Setelah satu jam lebih tepat jam delapan pagi baru Li dan Zain sampai di depan toko dan restoran milik kedua orang tua Rino
Klinng
klinng
Suara lonceng berbunyi saat Zain membuka pintu toko baju harapan tersebut
"Selamat datang Tuan-tuan apa ada yang bisa saya bantu"ucap seorang laki-laki muda seumuran dengan Li dan zain yang menyambut kedatangan Li dan Zain setelah masuk toko baju itu
"Mmmm Yang punya toko baju ada dimana"tanya Zain tanpa berpikir panjang
"Maaf tuan, Tuan toko sedang menjahit pakaian di ruang jahit, Apa ada perlu sesuatu dengannya saya akan panggilkan silahkan tuan-tuan duduk dulu di sopa sebelah sana"kata seorang laki-laki muda menunjuk sopa dan berjalan menuju ke Sabuah ruangan
Li dan Zain pun menunggu Di sebuah sopa empuk yang di tunjukkan oleh laki-laki tersebut
"Aku tidak menyangka anak Li dan anak Zain akan datang mengunjungi toko ku yang tidak seberapa ini"ucap seorang yang cukup berumur datang menghampiri Li dan Zain bersama laki-laki yang menyambut Li dan dan zain yang tidak lain adalah Riko ayahnya Rino dan orang pertama dulu yang Li dan Zain temui saat baru pertama datang kekampung harapan, kemudian Rino duduk di sopa di depan Li dan zain
"Hahahaha paman bisa saja"Kata Li
"iya paman bisa saja, apa dia pegawai paman"kata Zain sambil bertanya pada laki-laki yang hampir seumuran dengannya di belakang Riko sedang berdiri
"iya dia pegawaiku satu-satunya di toko ini sejak berdirinya namanya Andi, Karena sedang kuliah jadi aku hanya menyuruhnya menyambut tamu dan menyiapkan beberapa barang saja, Andi ini kenalkan Namanya Li dan Zain yang pernah aku ceritakan sebelumnya"kata Riko
"Salam kenal tuan Li dan tuan Zain"kata Andi di belakang Riko
"Jangan terlalu sopan saudara Andi, panggil saja kami dengan nama kami"kata Li
"Baiklah"kata Andi
"Baru semalam aku mendengar bahwa kalian berdua akan datang ternyata sudah datang sepagi ini, Andi bisa buatkan minuman untuk kami"kata Riko
mendengar itu lalu Andi pergi membuatkan minuman untuk Riko,Li dan Zain
"Iya kami juga tidak sempat menemui paman waktu pindah makanya kami berkunjung kesini"kata Li
"iya paman aku tidak menyangka toko paman dan restauran bibi akan begitu terkenal"kata Zain
__ADS_1
"Ini berkat kalian berdua, kalo bukan berkat bantuan yang kalian berikan pada Rino mungkin paman masih tetap berada di Kampung harapan, maaf paman hanya minum teh jadi hanya ada teh disini"kata Riko saat melihat Andi membawa Teko dan beberapa gelas
"iya tidak apa, Untuk masalah bantuan itupun kami ikhlas membantu paman sekeluarga"kata Li
"iya paman dan sekeluarga juga sering membantu kami apalagi saudara Rino"kata Zain
"Bukan maksudku menolak bantuan kalian tapi uang itu sangat banyak Sehingga Rino setelah kuliah membeli toko dan restauran untukku dan istriku dan ada apartemen juga untukku dan punya Rino sendiri, kalo boleh paman tau seberapa banyak sebenarnya uang yang kalian berikan pada Rino waktu itu, aku sudah bertanya pada Rino tapi tidak mau memberitahuku karena kalian berdua tidak ingin itu diberitahukan padaku dan istriku"kata Riko
"Mmmmmm apa paman Masih penasaran sampai sekarang dengan uang itu"kata Li sambil berpikir
"Iya, kalo tidak mengetahuinya sekarang itu akan menjadi pikiran paman selamanya"ucap Riko
"Saudara Zain karena kamu yang memberikannya sebaiknya kamu jelaskan"kata Li
"hmmmm baiklah, dulu kami menyuruh saudara Rino untuk membuatkan kami SIM setelah membeli motor dan dalam tiga SIM itu sudah jadi, jadi aku memberikan emas sebesar bola bisbol lebih besar dari itu, dan mungkin harga emas itu kalo tidak salah sekitar satu milyar lima ratus juta lebih"kata Zain
"apa"kata Riko dan Andi yang duduk berkata dengan kaget
"Paman tidak perlu khawatir dengan emas dan jumlah uang hasil jual emas itu, aku dan saudara Zain ikhlas membantu paman"kata Li menenangkan Riko dari keterkejutannya
"Iya paman jangan khawatir masalah itu, dan sekarang paman dan bibi sudah punya usaha yang di citakan jadi kami merasa senang karena uang itu bisa berguna"kata Zain
"Karena kalian berdua tidak masalah akan hal itu, jadi paman tidak bisa menolaknya, dan terima kasih pada kalian berdua"kata Riko sambil sedikit membungkuk
"itu sudah berlalu paman sebaiknya paman mengangkat kepala paman"kata Li
mendengar itu Riko mengangkat kepalanya
"Paman, apa bisnis paman lancar"tanya Zain setelah Riko menaikkan kepalanya
"Bisa di bilang lancar, dan banyak pesanan yang terus datang"kata Riko
Setelah itu Li, Zain dan Riko berbincang cukup lama sambil bercanda sampai sedikit siang baru Li dan Zain pamit untuk ke restauran Berkunjung ke tempat Rena istrinya Riko berada
"Wah ramai sekali"kata Li melihat banyak orang di restauran itu
"Iya ramai sekali, Ayo kita kesana sepetinya tempat duduk itu kosong"kata Zain menunjuk ke sebuah meja dan kursi yang tidak di tempati
"Aku sudah menunggu kedatangan kalian berdua, kenapa baru datang sekarang"kata seorang datang menghampiri Li dan Zain saat baru saja duduk di sebuah kursi dan meja yang kosong, dan orang itu adalah Rino
"kami berdua sudah datang tadi pagi tapi kami melihat banyak orang yang mengantri jadi kami memutuskan ke toko baju milik paman lebih dulu, saudara Rino"kata Li
"iya maaf memberitahukan bahwa kalo waktu pagi memang restauran ini cukup ramai"kata Rino
"Hahaha tapi kenapa saudara Rino menjadi pelayan di restauran sendiri"kata Zain tertawa melihat Reno memakai celemek yang di pakai pelayan restauran
"Oh itu tadi aku membantu ibuku, karena banyaknya pengunjung di pagi hari"kata Rino sambil melepaskan celemek dan duduk di dekat Zain yang menghadap jendela sedangkan Li menghadap ke dalam restauran
"Bagaimana usahamu ini saudara Rino"tanya Li
"Cukup menghasilkan karena emas yang kalian berikan padaku waktu itu aku bisa membangun dua usaha ini"kata Rino
"Wah sungguh hebat"kata Zain
"Hem kalian sepertinya asik mengobrol, Apa kalian tidak makan"tanya seorang yang datang dari belakang Zain dan Rino yaitu ibunya Rino bernama Rena istrinya Riko
"Bibi apa kabar"kata Li
"Baik-baik saja, bagaimana dengan kalian berdua"tanya Rena
"kami berdua baik-baik saja, bibi sepertinya tambah semangat saja kerja"kata Zain
"Hahaha tentu ini restauran impian bibi sudah tercapai berkat bantuan kalian berdua yang di berikan pada Rino waktu itu, terima kasih karena kalian berdua mau memberikan bantuan pada kami dan berhasil menggapai cita-cita bibi dan paman"kata Rena sambil tertawa sambil berterima kasih
"Bukankah Rino yang membantu mamah"kata Rino
"Iya kami yang membantu mamah tapi kan uangnya dari mereka berdua"kata Rena
"Sudah yang penting bibi dan keluarga baik-baik saja, Hmmmmmm Saudara Zain ,bibi dan saudara Rino, aku menaksir seseorang yang sangat cantik di restauran ini sepertinya pelayanmu itu sangat cantik, apa saudara Zain tidak menginginkannya"kata Li melihat seorang pelayan yang cantik dan itu adalah Susi Surya
"Aku tidak akan melihat kebelakang, aku sudah punya Diah dan Dina"kata Zain tetap melihat ke arah Li
"Oh jadi kamu tidak menginginkannya, aku yakin saudara Zain akan menyesal kalo tidak menginginkan pelayan cantik itu"kata Li memancing Zain tidak mau Li memberitahu Zain bahwa itu adalah Susi
__ADS_1