PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
SUNGAI BUNGA HARUM


__ADS_3

Li, Dani , dan yang lainnya cukup lama berbincang di ruang keluarga sampai matahari setengah naik, setelah beberapa lama Zain keluar dari kamarnya setelah menyiapkan barang yang akan dia bawa dan semuanya sudah Zain masukkan ke dalam gelang ruang miliknya


"Sudah cukup bercandanya kek, kami akan berangkat sekarang"kata Li menghentikan semua pembicaraan di ruang keluarga itu karena Zain juga sudah ada di sana, lalu Li berdiri


"baiklah, kakek akan mengantar kamu keluar"kata Dani juga ikut berdiri dan yang lainnya juga ikut berdiri untuk mengantar Li keluar rumah


Li, Zain dan Dani di ikuti oleh yang lainnya sampai keluar rumah melihat semua pengawal yang sudah berbaris sejak pagi untuk mendapat arahan dari pemimpin mereka semua pengawal terkejut Li dan Dani juga ada disana


"salam pemimpin, salam tuan muda"ucap semua pengawal yang berbaris di depan rumah melihat Dani dan Li ada di depan mereka


"Jadi hari ini, aku akan pergi untuk sementara, sampai aku kembali aku ingin semuanya menunjukkan kekuatan terbaik kalian saat aku kembali nantinya, ayo saudara Zain"kata Li cukup keras sambil mengajak Zain untuk terbang


Li terbang lebih dulu di ikuti oleh Zain ke arah belakang rumah, semua yang ada di sana terkejut Li bisa terbang membuat semua pengawal tambah semangat untuk berlatih, yang tidak terkejut adalah Dani dan yang ada di dekat pintu rumah karena tau kekuatan Li sangat di luar akal


Li terbang ke arah belakang kediaman bersama dengan Zain menuju ke hutan belantara, dengan kecepatan rendah sambil terbang bersama dengan Zain, Li memikirkan kemana dia akan menuju karena kurang nya informasi yang dia ketahui


"Saudara Zain Aku tidak tau tempat-tempat di hutan ini, apa saudara Zain tau tentang hutan belantara ini tentang tempat-tempat yang menurut saudara Zain menarik"tanya Li kepada Zain


"aku cukup tau tentang semua hutan ini, karena aku berada di dalam sekte dari kecil dan aku sering menyelinap keluar dari sekte tanpa di ketahui siapapun untuk melihat seberapa besar hutan ini, banyak tempat seperti air terjun sungai, pohon besar yang paling besar di hutan ini, dan masih banyak lagi"jawab Zain


"menurut saudara Zain tempat mana yang terdekat dari sini sekarang"tanya Li


"Ada reruntuhan kuno di dekat sungai kalo tidak salah dua atau tiga jam dari sini"jawab Zain

__ADS_1


"baiklah seperti itu saja kita ke tempat-tempat terdekat secara perlahan, tolong saudara Zain pimpin jalan"kata Li


lalu zain terbang sedikit lebih depan dari Li, Li mengikuti kemana arah Zain terbang dengan kecepatan biasa saja


sementara di kediaman Keluarga Rettes setelah Li meninggalkan kediaman membuat semuanya merasa sedih termasuk kelima calon istri Li yang tidak semangat


"hei kenapa kalian terlihat bersedih"tanya Riska yang keluar kamar datang ke ruang keluarga melihat Dani dan yang lainnya hanya diam sambil Riska duduk di dekat Dani


"Kamu ini gak pernah keluar, sekalinya bertanya, keponakanmu pergi lagi"kata Dani


"mmm sepertinya bocah itu punya rencana besar, apa ayah tahu kemana dia pergi"tanya Riska


"oh tentu dia kehutan"kata Dani menakuti Riska


"Tidaaaaak keponakanku kenapa bisa ke hutan, ayah harus segera menyusulnya bawa dia kemari"kata Riska sangat khawatir kepada Li dengan muka sedih memegang tangan Dani


"bilang lah kalo keponakanku sangat kuat sekarang dan lebih kuat dari ayah"kata Riska mengelap sedikit air matanya dan melepas pegangan tangannya pada Dani


melihat Riska yang meneteskan air mata membuat semuanya juga hampir menangis tapi semuanya menahan tawa saat Riska meminta Dani membawa Li kembali dengan tingkahnya, betapa Riska menyayangi Li walaupun orang tua Li sudah tidak ada dan walaupun mereka sering saling mempermainkan satu sama lain


Setelah cukup lama berbincang menceritakan Apa tujuan Li ke hutan kepada Riska, semuanya bubar pada waktu siang hari karena mereka tidak punya cukup waktu untuk bersedih, mereka juga harus berlatih


di tempat Li Bersama Zain yang terbang menuju ke sungai yang ada bekas reruntuhan kuno dalam waktu kurang lebih dua jam baru mereka sampai di tempat itu setelah Zain menunjukkan tempatnya kepada Li

__ADS_1


Li memeriksa setiap inci reruntuhan kuno di tepi sungai itu dengan teliti tapi masih belum menemukan apapun sampai siang hari, begitu juga dengan Zain yang ikut memeriksa tempat itu


setelah waktu siang akhirnya Li berhenti memeriksa reruntuhan itu dan duduk di tepi sungai, melihat Li yang sudah duduk Zain pun menuju kesana dan duduk di samping Li


"bagaimana saudara Zain apa ada benda berharga atau benda mencurigakan"tanya Li setelah Zain duduk di dekatnya


"masih belum ada apa-apa"kata Zain


"Apa nama sungai ini saudara Zain, sungai ini sangat indah bukan, sebaiknya kita memeriksanya sampai besok pagi kalo tidak ada kita lanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya"kata Li


"kalo tidak salah aku masih mengingat nama sungai ini ada di dalam buku dan mencari tentang sungai ini di dalam buku tersebut, nama sungai ini adalah sungai bunga harum setelah aku teliti dan baca buku dulunya reruntuhan kuno ini milik seorang master wanita yang tinggal sendirian di sini karena sungai bunga harum ini akan harum selama satu jam pada jam dua belas malam, tapi tragedi yang menimpa master wanita itu sangat menyedihkan dia di bunuh oleh kekasihnya dan tertimbun di bangunan ini, salah satu master sekte bulan bersinar dulu menemukan mayat wanita tersebut dan membawanya ke makam di dekat sekte untuk memakamkan wanita tersebut dengan layak"kata Zain bercerita cukup panjang


"Aku lebih heran kenapa saudara Zain bisa ingat semuanya dengan detailnya dari buku itu"kata Li


"ouh itu dulu saat aku kembali ke sekte langsung aku cari buku yang berkaitan dengan tempat yang aku kunjungi dan membaca buku yang aku temukan itu pada malam hari sebelum tidur, aku lebih suka sejarah yang terlihat seru dan penasaran akan itu"kata Zain


"Baguslah aku mengajak saudara Zain untuk mengelilingi hutan ini karena banyak hal yang saudara Zain ketahui,ayo kita cari kayu bakar dulu agar nanti malam tidak gelap di sini, setelah itu mencari lagi sesuatu di reruntuhan kuno itu"kata Li


lalu Li dan Zain pergi mencari kayu bakar untuk di kumpulkan bersama di dalam hutan tak lama setelah kembali mengumpulkan kayu bakar mereka kembali menyusuri setiap tempat di reruntuhan kuno itu sampai sore hari , mereka sampai kembali ke tempat di tepi sungai bunga harum tanpa menemukan apapun.


"apa saudara Zain lapar"tanya Li


"Kita kan tidak bisa lapar, hanya saja terlihat lapar kalo ada makanan yang menarik perhatian saja, jadi kita masih bisa tidak makan selama satu bulan"kata Zain

__ADS_1


"Benar kata saudara Zain tapi kalo di rumah aku selalu merasa lapar karena tertarik pada makanan yang ada di rumah"kata Li


Li dan Zain mengobrol cukup lama sampai malam hari dan setelah menyalakan api unggun Li dan Zain berbincang bercerita banyak hal Sampai akhirnya mereka terlelap tanpa sadar tertidur.


__ADS_2