
"Ini semua gara-gara kalian bertiga, karena semalam mengajakku untuk minum"kata Li
"hahahaha hahahaha sudahlah bukankah juga semalam kami menikmatinya"kata Zul sambil tertawa
"Iya aku lihat juga semalam saudara Li menikmatinya"kata Yang
"ah sudahlah ini sudah terlanjur"kata Zain
"Ngomong-ngomong saudara Zul dan Yang kenapa bisa ada di hotel ini, semalam aku lupa menanyakannya karena asik bercanda"kata Li sambil bertanya
"Kami berdua sedang liburan karena Kelulusan jadi kami kesini menginap di hotel karena dekat dengan pantai"kata Zul
"Oh jadi begitu"kata Zain
"Kalo kalian berdua bagaimana bisa ada di sini"tanya Zul
"Kami juga sedang liburan dan berencana mengelilingi kota di negeri ini dan hanya beberapa hari di sini"kata Zain
"Memang keluarga paling kaya beda jauh dengan kami"kata Zul
"Apanya bukankah kamu juga orang terkaya di kota ini"kata Li
"Iya kaya tapi gak sekaya dirimu"kata Zul
"oh jadi kamu tuan muda yang merebut kamar kami itu"kata Zain
"Bisa di bilang ya tapi bukan seperti itu ceritanya, wanita-wanita teman kami yang bersih keras"kata Zul
"Itu sudah terjadi, jangan di bicarakan lagi"kata Li
"tapi bukankah kita juga bersalah, gara-gara kita manager itu di keluarkan"kata Zain
"Sudah nanti aku suruh Shanti dan yang lainnya bicara sama direktur itu"kata Li
Li, Zain, Yang dan Zul berbicara cukup lama sambil duduk di sopa tak lama ke tujuh wanita itu kembali dan Li membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada shanti dan yang lainnya
Ting tong tong tong
suara bel kamar tempat mereka berbunyi mendengar suara bel tersebut lalu Shanti menuju ke pintu masuk
"Maaf nona kami membawakan sarapan pagi sekalian saya meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi kemarin"kata seorang yang tua berdiri di depan pintu dengan beberapa pelayan mendorong troli makanan
"kebetulan sekali, pak direktur disini silahkan masuk dulu"kata Shanti
__ADS_1
Setelah di suruh masuk Direktur tersebut mengikuti Shanti, Santi menuju di mana Li dan yang lainnya berada, sedangkan pelayan itu di suruh untuk menyiapkan makanan di ruang makan dan pelayan itu adalah dua resepsionis yang berjaga menerima tamu di lantai paling bawah sengaja direktur itu membawanya untuk meminta maaf
"silahkan duduk pak Direktur"kata Shanti menyuruh direktur itu duduk tapi direktur itu hanya menuruti kemauan Shanti dan duduk di sopa saling berhadapan dengan Li dan yang lainnya
"Kenapa mereka ada di sini"tanya direktur itu melihat Li, Zul,yang dan Zain yang duduk di sopa
"tunggu resepsionis itu kesini dan akan aku jelaskan kenapa pak direktur saya suruh masuk, dan satu lagi tolong hubungi manager yang sebelumnya bapak pecat"kata Shanti
"baik akan saya hubungi"kata direktur itu dengan cepat merogoh sakunya dan menelpon manager yang sebelumnya dia pecat
Setelah beberapa saat menunggu ke empat pelayan itu sudah ada berdiri di belakang direktur itu, dan sama juga mereka heran kenapa ada laki-laki di kamar itu tapi tidak berani bertanya, setelah menunggu cukup lama seorang masuk dan orang itu adalah manager yang sebelumnya direktur itu pecat dan manager itu berdiri juga bersama dengan pelayan di belakang direktur yang sedang duduk di sopa
"Kalian bisa duduk dulu, mungkin pembicaraan ini akan memakan waktu lama"kata Shanti
Karena tidak ingin mengecewakan nona-nona muda dari keluarga Rettes itu dengan segera direktur itu menyuruh empat pelayan dan Manager yang sebelumnya dia pecat untuk segera duduk
"Sebelumnya dari pada saya yang menjelaskannya sebaiknya pak direktur langsung saja berbicara sama yang punya hotel tuan muda keluarga Rettes"kata Shanti menyuruh Li untuk bicara tapi Li masih kedinginan
"Dimana tuan muda"kata Direktur itu penasaran
"Saya di sini"kata Li duduk mempersiapkan dirinya dengan baik
"tuan muda maafkan saya karena telah lalai mengatur hotel ini" kata direktur hotel golden itu sambil berlutut dan juga menyuruh ke empat pelayan dan Manager itu untuk ikut berlutut juga
"Sudah sebaiknya Pak direktur duduk kembali, tidak baik bersikap seperti itu"kata Li
"Baik karena kalian sudah tau aku perkenalkan diri dulu Namaku Li Chang Rettes cucu dari Dani rettes pemilik Group Rettes, kalo nama kalian siapa"tanya Li
"nama saya Andri Gio, Ini Satria wira........"kata direktur itu dengan sekalian memperkenalkan ke empat pelayan dan Manager yang di pecatnya itu
Setelah perkenalan Li kemudian menceritakan kejadian sebenarnya bagaimana Bisa kamar yang sudah di pesan itu bisa di ambil orang lain
"Jadi begitu ceritanya, Sekarang Aku minta pak Andri untuk kembali menerima pak Satria kembali menjadi manager, karena kesalahan itu terlalu cepat terjadi , sekalian pak Andri juga harus meminta maaf karena menampar pak Satria waktu itu"kata Li
"Maafkan saya pak Satria atas sikap saya waktu itu dan sebagai balasannya pak Satria juga bisa membalas menampar saya kembali"kata Direktur Andri meminta maaf pada pak Satria
"Itu karena kesalahan saya juga jadi tidak perlu membalas kejadian kemarin, dan tuan muda terima kasih banyak telah memberikan saya kesempatan"kata pak Satria
"Aku harap kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali karena bisa merusak nama baik hotel ini sendiri, Dan karena ini kesalahan dari Teman teman saya jadi nanti untuk bonus akan saya bicarakan kepada bibi saya"kata Li
"sekali lagi terima kasih tuan muda"ucap Direktur manager dan empat pelayan itu serempak
Setelah cukup lama berbincang akhirnya masalah terselesaikan, direktur ,manager dan empat pelayan itu pamit setelah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan
__ADS_1
"Masalah hotel sudah selesai, giliran masalah kalian"kata Shanti tersenyum kepada Li,Zain,yang,dan Zul dengan senyum menyeramkan setelah kepergian direktur dan lainnya
"Sayang sudahlah, percuma juga menghukum kami"kata Li
"iya aku tau, percuma menghukum kalian karena itu kalian harus berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama"kata Shanti dan di setujui oleh yang lainnya
mendengar itu Li, Zain,yang dan Zul berjanji tidak akan melakukan hal yang sama lagi untuk kedua kalinya
Setelah berjanji baru Zul dan Yang di izinkan untuk pergi
sedangkan Li dan Zain masih ada di kamar itu, dan mengajak Zain untuk makan lebih dulu sebelum pergi tapi Li dan Zain tidak jadi pergi karena Di suruh kembali duduk di sopa setelah makan
"Apa lagi"tanya Li
"tidak ada, kalo kamu pergi kami akan bosen disini"kata Nina
"Iya aku juga"kata Dina
"Saudara Zain, apa kamu sudah menceritakan bahwa kami punya pacar selain Diah dan Dina"kata Li mencairkan suasana
"apa"kata Diah dan Dina ikut kaget
"Saudara Li kenapa kamu mengungkit itu sekarang"kata Zain
"hei seharusnya kamu menjelaskan pada kami"kata Dina
"baiklah, namanya Susi Surya dan itu pacar pertamaku, tapi aku tidak tau dia dimana sekarang setelah dulu aku bertemu dengannya di restoran nomernya tidak aktif lagi"kata Zain menjalankannya
"Apa Susi Surya yang kamu maksud adalah anak dari keluarga Surya dan kakaknya kalo tidak salah namanya Dion dan Dika"kata Diah
"Iya benar itu bagaiman kamu tau"kata Zain
"Ya tau lah siapa yang tidak tau kalo tiga tahun lalu keluarga Surya mengalami kebangkrutan dan dalam masa yang terpuruk tersebut Ibu dan ayah Susi meninggal dunia setelah bangkrut"kata Diah
"apa"kata Li dan Zain bersamaan
"Kenapa kamu ikut terkejut sayang"tanya Shanti pada Li
"ouh aku ingat, tiga tahun lalu kami bertemu dengan Susi dan kedua kakaknya di restoran sebelum pergi mereka mengatakan bahwa kalo mereka ada masalah waktu itu"kata Lisa
"iya aku juga ingat itu, yang sabar ya saudara Zain"kata Li menenangkan Zain
"Iya tidak apa-apa tapi aku menyesal.waktu itu aku tidak memahami arti dari kata mereka sedang dalam masalah, nanti setelah liburan baru aku akan mencari mereka"kata Zain
__ADS_1
"aku juga berpikir demikian"kata Li
Mereka terus bersama di kamar itu sampai larut malam baru Li dan Zain kembali ke kamar masing-masing, begitu juga dengan Diah dan Dina kembali ke kamarnya