
"Terima kasih kawan apa boleh saya tau itu pil apa"tanya laki-laki yang baru sembuh itu
"maaf itu sebuah rahasia, saudara Dion, Dika dan Susi berikan pil ini pada yang lainnya"kata Zain berdiri di depan Dion dan memberikan pil dengan jumlah orang yang terluka
lalu Zain mengajak Li keluar tenda
"apa maksud saudara Li memberikan tugas seperti itu, bukankah saudara Li bisa menyelesaikannya sendiri"kata Zain setelah keluar dari tenda besar itu bersama Li dan berdiri di depan tenda itu
"Aku hanya ingin memberikan peran utama kepada saudara Zain karena kalo sampai aku jadi peran utamanya nanti Susi pasti akan menyukaiku"kata Li dengan gampangnya
"hahahaha sombong sekali saudaraku ini mentang mentang ganteng, tapi benar juga yang di katakan saudara sul sebelumnya jika saudara Li dan saya bertemu wanita pasti wanita itu akan selalu tertarik pada kehebatan dan ketampanan saudara Li "kata Zain
"Sudah lah kamu jalani saja peran ini dengan sempurna agar aku tidak di sukai banyak wanita lagi karena kelima calon istriku bisa membunuhku kalo aku menambah lagi dan jangan lupa malam ini tunjukkan bagaimana pedangmu menebas hewan best itu, tapi menurutku hewan best itu sekitar tahap sembilan ke atas"kata Li
"apa jangan-jangan tidak jauh dari sini hutan itu ada yang terbuka, dan mungkin "kata Zain berpikir
"benar apa yang kamu pikirkan hutan best itu mungkin ada di sekitar sini, seperti yang aku pikirkan setelah melihat luka parah mereka, dan hutan best yang di jaga tidak bisa menembus penghalang berarti itu hutan best yang terbuka karena penjaganya tidak ada dalam waktu lama"kata Li
"ternyata tidak sia sia kita menolong mereka"kata Zain
"tidak sia-sia apa kawan"kata Dion keluar dari tenda bersama dengan Dika dan Susi
"itu.."kata Zain terhenti karena Li bicara
"tidak sia-sia kami disini karen hutan ini sangat sejuk"kata Li
"oh begitu,ini semua kawan ingin berterima kasih karena telah menolong kami"kata Dion menunjuk dua puluh orang lebih keluar dari tenda itu
"terima kasih telah menolong kami"kata dua puluh lebih orang itu bersama
"itu tidak seberapa, dan tidak perlu berterima kasih kami juga ikhlas menolong kalian"kata Zain
"kalo boleh tau pil itu di jual dimana kami ingin membelinya"kata Dion
"itu tidak di jual dan tidak mudah menemukannya"kata Zain tapi tiba-tiba dengan diam Li menyelipkan lagi beberapa pil penyembuh ke dalam Kantong Zain dan Zain mengerti Masud dari Li
__ADS_1
"Oh seperti itu sayang sekali"kata Susi
"ouh ini ada beberapa untuk kalian, tolong di terima ini mungkin pil terakhir yang bisa aku berikan"kata Zain mengeluarkan pil penyembuhan dengan jumlah lima puluh lebih dan memberikannya kepada Dion
"benarkah, apa kamu harus membayarnya"kata Dion menerima pil dari Zain
"tidak perlu, kami berdua juga masih punya sekitar segitu"kata Zain
"terima kasih kawan"kata Dion
sedangkan Susi yang melihat kebaikan Zain menjadi merah tomat pipinya dan mulai menyukai Zain
setelah memberikan menerima pil dari Zain, Dion mengajak Zain dan Li ke tenda mereka karena waktu sudah hampir sore
"Ini makanlah dulu, aku memasak sedikit untuk kalian"kata Susi membawa makanan ke tempat Zain, Li, Dika, dan Dion
Melihat tingkah adiknya Dion merasa heran tumben Susi mau memasak kalo tidak di suruh, melihat muka Susi memerah menatap Zain terus menerus saat duduk
"hem apa kau menyukai saudara Zain, adikku"kata Dion membuka bicara di saat makan dengan keheningan itu
"Itu aku aku"kata Susi gugup karena pipinya memerah
"uhuk uhuk uhuk "Zain tersedak karena mendengar ucapan Dion dan Dika lalu Li memberikan Zain air minum karena dia berada di samping Zain
"apa maksud saudara Dion dan Dika"tanya Li
"oh itu adikku ini banyak orang yang menyukainya tapi baru kali ini aku melihat mukanya memerah karena menatap laki-laki, banyak laki-laki yang sudah dia tolak dan kami terus menjaga agar dia tidak di perlakukan tidak baik sama laki-laki tersebut"kata Dion
"yup benar"kata Dika membenarkan kata kakaknya
"Bagaimana menurutmu saudara Zain apa kamu menyukainya"kata Li bertanya
"aku menyukainya, dan sangat menyukainya"kata Zain dengan mantap
"Tapi kami tidak bisa langsung menyetujuinya kami harus tau dulu kalian berdua dari mana"kata Dion
__ADS_1
"Aku tinggal di rumah kediaman keluarga Rettes bersama dengan saudaraku ini, kami di anggap saudara oleh tuan muda di sana, kami hanya sedang berjalan-jalan di sekitar karena tuan muda itu menginginkan sesuatu yang penting tapi aku tidak bisa menjelaskan apa yang sedang kami cari"kata Zain menjelaskannya
"keluarga Rettes di ibu kota yang sangat kaya dan punya banyak pengawal itu dan kalian berdua dekat dengan tuan muda yang baru kembali itu seperti saudara, kami saja yang keluarga terkaya kedua di negeri ini tidak mampu berteman dengan mereka"kata Dion terkejut
Sedangkan Dika dan Susi juga ikut terkejut mendengar perkataan Zain mereka bengong sementara
"iya benar tuan muda itu seperti saudara kami berdua"kata Zain
"baiklah aku setuju jika kamu menyukai adikku, tapi tanyakan dulu padanya apa dia juga menyukaimu"kata Dion
"Hahaha Kakak pura-pura saja padahal sudah tau kalo Susi menyukai Zain"kata Dika
"iya benar aku juga menyukai Zain kak"kata Susi
"Jadi gimana saudara Zain"tanya Dion
"aku akan menemuimu nanti di ibu kota saja setelah menyelesaikan tugas dari tuan muda"kata Zain
"baiklah jangan lupa ke rumah keluarga kami tidak jauh dari kediaman keluarga Rettes"kata Dion
sampai malam hari Li, Zain,Dion,Dika,dan Susi berbincang di dekat tenda itu, Lalu Dion, Dika dan Susi pergi untuk mengikuti acara malam kumpul bersama dengan semua mahasiswa yang sedang berkemah disana sedangkan Li dan Zain hanya duduk di dekat tenda milik Dion
"bagaimana saudara Zain sekarang kamu sudah memiliki calon istri jangan lupa membawanya ke rumah dan memperkenalkannya pada kakek"kata Li
"iya nanti sebulan setelah kita kembali aku akan membawanya ke rumah , tenang saja saudara Li, dan terima kasih telah memberikan aku peran, kalo tidak mungkin dia akan jatuh cinta padamu"kata Zain
"jangan merendah, kamu saja yang kurang berusaha menarik perhatian seorang wanita"kata Li
"menurut saudara Li kenapa mereka kuliah dan lulus bersama padahal tiga bersaudara" kata Zain
"menurutku mereka kembar bertiga dan lahir hanya berselang beberapa waktu dari umur dan usia yang bisa aku lihat seperti itu"kata Li
"jadi seperti itu, jadi bagaimana kita membunuh hewan best itu hari ini"kata Dani
"kamu saja yang membunuhnya kalian sudah dekat dengan perkemahan nanti, aku sudah berjanji memberimu peran aku juga percaya kamu bisa membunuhnya karena hanya level sembilan, kalo di tingkat kultivasi sekitar tubuh emas, tapi hati-hati saja mungkin hewan best itu sudah sangat kebal pada serangan biasa jadi saudara Zain harus menggabungkan elemen dengan pedang baru bisa menebasnya"kata Li
__ADS_1
"iya aku juga tau itu saudara Li"kata Zain
"besok kita setelah semua orang pulang kita akan mencari keberadaan dimana hutan best itu bocor mungkin saja kita menemukan petunjuk, dari perasaanku tidak jauh dari sini"kata Li