
"dinasti Zon sendiri sangat kuat pada masa itu, bahkan Pemimpin dinasti Zon bernama Zin Zon sangat luar biasa, dia bisa membunuh orang tanpa menyentuh orang tersebut dengan kekuatan yang dia miliki, bukan tidak menyentuh sih tapi lebih ke kecepatannya membunuh melebihi luar dugaan kita, banyak dinasti yang dulu tunduk atas perintah dinasti Zon Karena pemimpin dinasti Zon yaitu zin Zon mampu menghancurkan sebuah kerajaan sendirian pada masa dulu"kata Dion menjelaskan panjang lebar
Mendengar itu Li dan Zain berpikir setelah mendengar itu sedangkan Dion,Dika dan Susi Marasa heran dengan sikap diam Li dan Zain
"apa ada sesuatu yang ingin saudara Li dan Zain ketahui, aku bisa menceritakan semuanya tentang dinasti Zon"kata Dika melihat Li dan Zain
"Mungkin tidak perlu saudara Dika karena waktu kita terbatas, bukankah semua orang sebentar lagi akan kembali ke perkemahan"kata Zain
"iya satu jam lagi kita akan kembali, sebaiknya kapan-kapan kita ceritakan, waktu tinggal satu jam baru kita kembali, sebaiknya kita gunakan kesempatan ini untuk mengamati lokasi"kata Dion
setelah itu Dion,Dika dan Susi pergi meninggalkan Li dan Zain untuk melihat sekeliling lokasi Reruntuhan kuno itu
sedangkan Li dan Zain yang di ajak berkeliling lebih memilih menunggu di bawah pohon terdekat
"Apa nanti malam kita akan menemukan sesuatu disini saudara Li"tanya Zain saat duduk bersama Li di bawah pohon
"Semoga saja ada sesuatu yang menarik"kata Li sambil berpikir lama
di tempat Dion,Zain dan Susi sedang berkeliling bersama menyusuri setiap reruntuhan kuno itu bersama
"Apa menurut kakak tidak ada yang aneh dengan Li dan Zain itu"kata Raka sambil berjalan bersama Dion dan Susi
"Iya kakak juga berpikir begitu, tapi setelah melihat kebaikan mereka aku yakin mereka bukan orang jahat, kalo memang mereka berniat buruk dari awal sudah membunuh kita semua yang ikut perkemahan ini"kata Dion
"iya benar kata kakak "kata Susi membenarkan perkataan Dion
"Mmm sepertinya adik kita sudah dewasa kak, sudah mulai mencintai seseorang"kata Dika
"Iya aku juga berpikir begitu, Dan aku percaya kepada Zain kalo dia akan menjaga Susi nantinya dengan baik"kata Dion
"mmmm apa ma maksud kakak"kata Susi terbata-bata dengan pipi memerah mengingat Zain
"itukan kamu benar sangat menyukainya"kata Dika
"sudah sudah lebih baik kita berkeliling sebelum kembali"kata Dion mengajak Dika dan Susi
__ADS_1
Setelah itu Dion,Dika dan Susi menghabiskan waktu berkeliling di reruntuhan kuno tersebut
"hah aku sangat bosen saudara Li"kata Zain duduk hanya diam di bawah pohon menunggu acara itu selesai
"Kamu bosen karena tidak ada Susi di sini, kalo ada kamu diam saja bisa betah"kata Li
"Hehehe saudara Li sangat tahu akan hal itu"kata Zain
"Sudah kalo mau pergi mencari Susi pergi saja, aku akan menunggu di sini"kata Li memejamkan matanya dan masuk ke dalam alam kesadaran miliknya
Sedangkan Zain melihat Li terpejam merasa heran lalu meninggalkan Li sendirian di bawah pohon itu, Zain berencana mencari dimana Susi
"Hanya ada dua buku ini saja, sudah cukup untuk menjadi orang terkuat di dunia ini"kata Li melihat dua buku yang di sebelumnya diberikan dewa keadilan kepadanya
Setelah itu Li keluar dari alam kesadaran miliknya, setelah keluar dan tersadar Li melihat Zain,Dion,Dika dan Susi di depannya bersama dengan semua mahasiswa yang ada disana menatap Li
"Aku sudah memanggilmu berulang kali saudara Li aku kira akan terjadi sesuatu"kata Zain
"iya kami sudah memanggil mu tapi kamu baru sadar"kata Dion
"Maaf apa ini sudah waktunya kembali, maaf membuat kalian semua menunggu"kata Li sambil berdiri
"iya kita harus kembali karena ini sudah siang"kata Dion
setelah itu Dion menyuruh semua mahasiswa yang ada disana untuk kembali ke perkemahan, begitu juga dengan Li dan Zain mengikuti semua orang menuju ke perkemahan
setelah berjalan sepuluh menit lebih mereka sampai di perkemahan, Li dan Zain menuju ke perkemahan milik Dion bersama dengan Dika dan Susi
"Hah sungguh melelahkan hari ini, adik apa kamu tidak akan memasak sesuatu untuk kita makan siang"kata Dika sambil duduk bersama dengan Dion,Li dan Zain
"aku akan memasak, tunggu sebentar"kata susi pergi ke belakang tenda
"Kamu ini masih saja menggunakan kesempatan"kata Dion menatap Dika adiknya
"Hahaha ini kesempatan yang bagus kakak semenjak ke datangan dua saudara ini adik kita malah memasak banyak untuk kita tidak seperti biasanya"kata Dika
__ADS_1
"Hah kamu ini, Saudara Zain dan saudara Li kemana tujuan kalian selanjutnya"kata Dion
"Mmmm kami akan mengantar kalian pulang"kata Zain tanpa memikirkan perasaan Li
tapi Li mengerti bahwa Zain ingin menjaga Susi sampai keluar dari hutan belantara itu
"baiklah saya sudah umumkan ke semua orang bahwa kami akan kembali ke kota dalam waktu dua jam, perjalanan ke kota mungkin butuh dua jam lebih jadi sore kami sudah harus keluar dari hutan"kata Dion
"Iyah kita akhirnya kembali, Saya siapkan dan bereskan barang dulu"kata Dika berdiri
"Iya aku juga akan membereskan barang dulu, saudara Li tunggu saja di sini"kata Dion
"apa ada yang bisa kami bantu"tanya Zain
"tidak perlu, ini adalah pekerjaan mudah"kata Dion sambil berdiri dan pergi
dalam waktu kurang lebih tiga puluh menit seluruh tenda sudah selesai semua mahasiswa itu bereskan dan semuanya mulai ada yang makan siang, tak lama juga Susi membawa makanan ke depan Li dan Zain di ikuti oleh Dion dan Dika, lalu mereka mulai makan siang
"Satu jam lagi apa yang akan kalian semua lakukan"kata Li bertanya setelah makan
"oh aku lupa satu jam sebelum kembali kami semua akan berkumpul untuk mengenang perpisahan ini, maaf harus meninggalkan kedua saudara sekali lagi"kata Dion
"tidak perlu minta maaf, itu adalah hal yang penting bagi kalian semua"kata Li
sedangkan Zain dan Susi terus menerus saling memandang satu sama lain seperti ada benih cinta di antara mereka berdua
Li,Dion dan Dika menggelengkan kepalanya bersama melihat dua sejoli yang lagi merasakan cinta di antara mereka
"hem"Dehem dion melihat kedua orang itu
"apa ini sudah waktunya berkumpul"kata Susi tersadar dengan sedikit panik
"iya mari kita kumpul dulu"kata Dion menahan tawanya sambil berdiri
"hahahaha hahaha"tawa Dika yang tidak mampu dia tahan dan juga ikut berdiri
__ADS_1
setelah itu Dion,Dika dan Susi berkumpul bersama seluruh mahasiswa yang ada di sana di tepi danau itu untuk mengenang perpisahan terakhir belajar di universitas Dunia bisnis.