
Li masih berusaha menghancurkan kaca itu, dua hari berlalu baru Li Berhasil menghancurkan kaca itu dan mengambil jubah itu.
Lalu Li mencoba agar tidak terlihat dengan jubah dan Li mencoba mempokuskan energi qi miliknya dan melihat memang dia seperti tidak terlihat.
Li menghampiri kucing kecil itu dan melihat kucing itu masih berusaha menghancurkan kaca itu.
"Apakah aku perlu membantumu kucing kecil"kata Li
"miaong miaong"Sura kucing itu sambil menggerakkan kakinya mengusir Li
seperti yang Li pikirkan kucing kecil itu mengerti apa yang Li katakan, lalu Li memutuskan untuk beristirahat setelah karena dia tidak tau kapan hewan best selanjutnya akan muncul, Li tertidur di dalam istana itu.
"Aku sudah tidak kuat lagi saudara Zain untuk berlari dan menghindari hewan best ini, kita juga tidak menemukan keberadaan Li "kata Shanti yang masih bersama Zain menghindari serangan hewan best itu.
"Sama aku juga sudah enam hari hewan best ini tidak berhenti mengejar kita"kata Zain juga dengan wajah pucat karena kelelahan.
Li sendiri sedang asik tertidur dan tiba-tiba terbangun mengingat kalo Shanti juga ikut dalan pertandingan itu.
Li lalu menuju ke kucing yang masih belum bisa menghancurkan kaca itu.
"minggir sedikit"kata Li dan membantu kucing itu menghancurkan kaca pelindung itu.
setelah beberapa saat Li dan kucing kecil itu berhasil menghancurkan kaca itu, kucing itu langsung memakan sejenis benda dadu yang ada dalam kaca itu tidak mau Li merebutnya darinya.
__ADS_1
"Sudah ayo ikut aku ke luar"kata Li sambil memegang kucing itu dan menaruhnya di pundaknya Li.
Li keluar dari istana itu dan mencari keberadaan Shanti tak berselang beberapa lama Li melihat dua orang yang sudah kelelahan di kejar hewan best itu lalu Li menghampirinya.
"apa kalian berdua baik-baik saja"kata Li menghampiri dua orang itu adalah Shanti dan Zain
Bammmmmmmm
Shanti memukul perut Li dengan keras menggunakan jurus
"kemana saja kamu"kata Shanti dengan air mata sedikit dan memeluk Li
"Iya saudara Li kemana saja dan hewan yang mengejarmu dimana"kata Zain
"Bisakah saudara Li menunjukkannya kami sudah tidak tahan di kejar hewan best ini, walaupun lambat tapi tidak bisa di kalahkan"kata Zain
"tapi Danau itu sangat berbahaya, bisa saja kalian mati disana, tapi ayo aku akan membantu kalian ikut aku"kata Li
lalu Li mengajak Shanti dan Zain menuju danau darah itu sedangkan hewan best yang mengejar mereka sudah sangat dekat.
tak butuh waktu lama Li membawa Shanti dan Zain ke tempat danau darah itu karena Li sudah mengingat tempatnya.
"bagaimana caranya kita memasukkannya"kata Zain
__ADS_1
"kalian harus terbang di atas agar tidak terkena tanaman yang mengikat nantinya"kata Li
"aku tidak bisa terbang lama "kata Shanti
"kamu naiklah aku akan menggendongmu"kata Li
setelah cukup lama hewan best itu sudah menuju ke arah mereka, Li terbang cukup tinggi bersama Zain dan Shanti.
"tolong hindari tanaman itu"kata Li menunjuk tanaman yang berusaha melilit kaki mereka
Li dan Zain berusaha menghindari tanaman itu sedangkan hewan best yang tidak bisa terbang berjalan menuju mereka dan di lilit habis oleh tanaman itu.
setelah itu mereka sedikit menjauh dari danau itu.
"kucing yang imut"kata Santi memegang kucing kecil itu
"miaong miaong"suara kucing kecil itu senang.
"mungkin besok akan muncul hewan best lagi sebaiknya kita menunggu dan menjebaknya lagi di sini"kata Li
"Lebih baik seperti itu aku capek di kejar terus"kata Shanti mengelus kucing kecil itu.
"Benar saudara Li, kita tunggu saja"kata Zain.
__ADS_1