
"iya apa Nona-nona tidak tau siapa tuan muda Rendra Armas, salah satu tuan muda dari keluarga kaya di kota ini"kata seorang teman Rendra yang berdiri di belakangnya
Dari kejauhan terlihat Brandon dan Mahendra yang duduk tidak jauh terlihat tertawa senang karena sekarang Zain yang sebelumnya menghentikan mereka membuat masalah sama tuan muda Rendra Armas atau salah satu tuan muda terkejam di Ibu kota atau kota maju terus
"Aku tidak peduli anda tuan muda dari mana, Segera pergi kalian dari sini"kata Shanti mengusir Rendra
"Hei nona-nona manis seperti kalian seharusnya Ikut denganku untuk pergi jalan-jalan"kata Rendra memegang tangan Nina sambil mengelusnya
Plak
Nina menampar Rendra dengan cukup keras tapi masih dalam hal yang wajar, membuat Rendra hampir terjatuh dari tempat duduknya
"Brengsek, berani sekali kamu menamparku"kata Rendra memegang pipinya yang merah karena tamparan Nina
Plak
Nina kembali menampar Rendra karena berani memegang tangannya sebelumnya membuat Nina Marah dengan muka merah padam
"sudah saudari Nina"kata Shanti memegang tangan Nina dan menghentikan Nina ingin menampar Rendra untuk ketiga kalinya
"akhhhhhhj kalian bertiga terlalu meremehkan ku, bawa mereka bertiga"teriak Rendra dengan keras di restoran itu menyuruh anak buahnya di belakangnya
"Kalian jika berani menyentuh ketiga wanita itu, aku tidak jamin kalian akan selamat, sebaiknya kalian pergi saja"kata Zain menghentikan Anak buah Rendra yang berjumlah enam orang lebih
Mendengar itu semua pengikut Rendra menghentikan langkahnya karena gugup
"hahaha apa kalian takut karena gertakan gembel itu, cepat tangkap mereka"kata Rendra kembali menyuruh pengikutnya itu
"Aku kasih tau sekali lagi, wanita yang kalian sentuh tadi adalah salah satu calon istri tuan muda keluarga Rettes, dan kalian tentu tau siapa keluarga Rettes di ibu kota ini dan negara ini"kata Zain sambil berpikir memandang ke atas
mendengar itu Pengikut Rendra yang berjumlah enam orang yang hendak bergerak langsung menghentikan gerakannya dan Sekujur tubuhnya gemetaran karena takut, begitu juga dengan Rendra yang masih memegang pipinya yang sakit
"maaf kan kami nona-nona, kami hanya mengikuti perintah tuan muda Rendra saja"kata salah satu dari enam orang itu
__ADS_1
"Sudah kalian bisa pergi dan bawa tuan muda kalian pergi sebelum aku benar-benar marah"kata Shanti
mendengar itu keenam pengikut Rendra itu langsung mengajak jendral untuk pergi, semua yang menyaksikan kejadian itu mengurungkan niatnya untuk menegur atau menyapa ke tiga gadis cantik yang duduk bersama karena tau itu adalah calon istri tuan muda dari keluarga Rettes
"saudara Zain, pertanyaan ku sebelumnya kamu belum menjawabnya"kata Nina
"Mmmm saudara Li ada di depan universitas sedang duduk di lapangan, aku kesini untuk membeli beberapa makanan, jika kalian ingin kesana pergilah"kata Zain lalu lanjut untuk memesan makanan di restoran itu
Mendengar kata-kata Zain, Shanti langsung mengajak Nina dan Len menuju ke tempat Li berada di lapangan seperti yang Zain jelaskan
Li sedang asik membaca buku di lapangan besar itu sambil berbaring
"Aduh"kata Li saat seorang menginjak Kakinya
"Eh maaf aku tidak sengaja"kata seorang wanita yang menginjak kaki Li
"Oh tidak apa-apa, aku hanya terkejut saja"kata Li memandang dua wanita Di depannya yang terlihat cantik
"Bukankah kamu di kelas nomer tiga, kalo tidak salah namamu Li"kata wanita itu sambil berpikir
"mmm kamu tau nama kami"kata Diah dengan malu
"Maaf sekali lagi tadi aku tidak sengaja karena Terlalu pokus membaca, kamu sedang apa di sini"kata Dina sambil bertanya
"Tidak apa-apa hanya masalah kecil saja, aku disini hanya sedang membaca buku yang ku pelajari tadi sambil duduk"kata Li
"Bisa kah kami ikut Duduk dan bergabung di sini bersamamu"kata Dina
"oh silahkan saja, kalo boleh tau Kalian berdua dari mana"tanya Li
"aku berasal dari kota ini begitu juga Dengan saudariku ini, aku dari keluarga kor dan ini saudariku dari keluarga Son, kalo kamu dari mana"kata Dina sambil bertanya dan duduk di depan Li
"Aku, aku hanya orang miskin, dan tidak punya nama keluarga, kalo kalian merasa malu untuk dekat denganku, kalian bisa mencari Tempat lain"kata Li Berpura-pura
__ADS_1
"Tidak apa, kami tidak seperti orang lain yang memandang nama keluarga"kata Diah dengan malu
"Benarkah, terima kasih jika kalian berdua ingin berteman denganku"kata Li
"hahaha aku juga senang jika kamu mau berteman denganku"kata Dina tertawa
Li , Diah dan Dina saling bertanya satu sama lain dengan dari mana dan berbagai pertanyaan tentang mata kuliah, Li asik bersama dua wanita itu sambil tertawa lepas
"Aduuuhh"Kata Li saat kedua telinganya di tarik oleh seseorang dari belakang
"Oh jadi ini, alasanmu tidak ingin mencari kami karena kamu mempunyai pasangan baru"kata Shanti yang memegang telinga Li
"Atau mungkin ini alasan kamu selalu menghindari kami karena kamu mencari yang lebih baru"kata Nina
"hahahaha aku kira kamu akan pokus belajar karena menghindari kami terus"kata Len menarik rambut Li
"Saudari-saudari ini siapa, maaf kami hanya teman di kelas yang sama dan sedang membicarakan masalah pelajaran mata kuliah"kata Dina menjelaskannya
"Iya kalian salah paham"kata Diah malu-malu
"Oh jadi begitu, kami hanya teman-teman dari pacarnya dan dia pria sudah punya pacar jadi kalian hati-hati lah sampai di rayu olehnya"kata Shanti sambil duduk di dekat Li
"Iya hati-hati kalian, karena teman kami itu sangat Suka membuat masalah tidak jelas"kata Nina juga ikut duduk
"Iya apa lagi kalo sampai Pria ini ketahuan selingkuh"kata Len ikut duduk juga
Li mendengar itupun hanya diam karena mau bilang apapun pasti akan disalahkan oleh calon istrinya,Li hanya mendengar obrolan ketiga calon istrinya bersama Dina dan Diah saling memperkenalkan diri, tawa-tawa terus terdengar setelah wanita-wanita itu saling kenal satu sama lain
"Saudara Li ini makanannya"kata Zain datang membawa beberapa bungkus makanan
"Sini aku mau makan, apa kalian mau"kata Li sambil mengambil makanan dari Zain sambil bertanya pada kelima wanita yang sedang asik bicara
Semua wanita itu menolak karena mereka sudah makan, sedangkan Zain yang baru datang juga ikut memperkenalkan diri pada Dina dan Diah
__ADS_1
"Kalian berdua terlihat cantik"kata Zain bergumam melihat Diah dan Dina
"saudara Zain apa kamu bilang"Kata Li yang mendengar jelas ucapan Zain