
Dari siang sampai sore belum ada yang keluar dari kamar hotel tersebut termasuk Li juga masih di sana tidur-tiduran bersama kawannya yang satu kamar
"bukankah katamu akan mengunjungi saudara Yang dan Zul kenapa masih tidur tiduran"kata Zain melihat ke arah Li
"Aku sudah menyuruh mereka berdua kemari tapi ternyata Yang dan Zul juga ada di hotel ini sekarang"kata Li
"terus kenapa mereka belum kemari"tanya Zain
"nanti malam kita bertemu di kafe jam 6"kata Li
"Apa yang sedang kalian bicarakan"tanya Gani
"tidak ada, jika saudara Gani dan saudara rek ingin berkeliling di kota ini maka kalian bisa pergi tanpa menungguku karena aku ada urusan"kata Li
"benar , aku juga ada urusan"kata Zain
"Apa tidak ingin pergi bersama"tanya Rek
"tidak, ada kawan yang harus kami temui malam ini"kata Zain
"baiklah aku akan pergi keliling kota ini, ayo saudara rek"kata Gani mengajak rek pergi
Li dan Zain masih tidur dan duduk di kamar tersebut setelah waktu malam tiba, Li dan Zain baru keluar dari kamar, karena merasa tidak tau dimana kafe di hotel ini maka Li dan Zain bertanya pada resepsionis yang ada di lantai paling bawah, setelah bertanya maka Li dan Zain di arahkan ke kafe tersebut di lantai dua, setelah mengantar Li dan Zain resepsionis itu pergi kembali ke tempatnya
"Apa kita hanya akan duduk di sini dan tidak memesan minuman"kata Zain setelah duduk di sofa bersama dengan Li
"Jika kamu ingin minum pesan saja, tapi jangan sampai mabok karena banyak minuman itu tidak baik"kata Li
"baiklah aku akan ke sana mengambil beberapa minuman dan ku bawa kesini"kata Zain berdiri dan pergi
Tak lama Zain kembali tanpa membawa apa-apa dan langsung duduk di dekat Li
"mana, katanya kamu memesan minuman"kata Li melihat Zain yang duduk
"Sebentar ada orang yang akan mengantarkannya"kata Zain
Tak lama dua wanita berpakaian seksi datang membawa dua botol yang sama dan dua gelas
"Tuan apa perlu kami menemani anda minum"tanya seorang pelayan bar tersebut
__ADS_1
"oh tentu, tuangkan minuman untuk kami"kata Zain
setelah itu kedua perempuan itu menuangkan minuman tersebut dan memberikannya pada Li dan Zain
Li yang tidak tau bahwa minuman itu adalah minuman keras dan langsung saja Li meminumnya, rasa pahit itu membuat Li sedikit pusing karena baru pertama mencoba minuman itu, termasuk juga Zain menjadi sedikit pusing tapi berbeda dengan Li yang langsung menaruh kembali gelas ke meja, sedangkan Zain terus menerus meminum hingga berbicara sendiri
"Wah ternyata kedua saudaraku juga hobi minum tanpa mengajakku, apalagi di temani gadis cantik"kata Zul datang bersama Yang
"Hah siapa yang suka minuman tidak enak ini, hanya dia yang menyukainya"kata Li menunjuk Zain yang sedang minum
"Minuman ini sangat enak, waahhhhhhh"kata Zain saat sudah mabuk
"Apa saudara Li tidak minum, sayang dua botol minuman mahal ini di sia-siakan"kata Yang sudah duduk bersama dengan Zul
"Tidak, jika kalian mau minum, minum saja"kata Li
Mendengar itu Yang dan Zul langsung minum dan mulai bercerita satu sama lain di kafe tersebut, tak lama juga dua wanita datang dan duduk di sebelah Yang dan Zul begitu juga wanita sebelumnya duduk bersama dengan Li dan Zain
Karena melihat kawannya terus memaksa untuk minum, Li terpaksa ikut minum juga, karena merasa mereka berempat minum banyak maka semuanya mabuk di kafe tersebut
"Hei saudara Li sekarang sudah bisa minum banyak, dan terlihat mabuk"kata Zain
"Ayo minum lagi"kata Zul mengangkat gelasnya
Mendengar itu Li,Zain dan Yang juga mengangkat gelasnya bersama dan langsung minum bersama, beberapa menit berlalu Li dan yang lainnya mabuk berat dan mulai meracau saat ngomong
"oh ternyata mereka di sini, aku sudah mencarinya kemana-mana ternyata sedang senang-senang dengan wanita cantik"kata Shanti datang bersama dengan keempat calon istri lainnya, dan juga dua pacar Zain yaitu Diah dan Dina
"iya aku kira mereka akan pergi kemana"kata Dina
"Eh ada wanita cantik lagi, apa kalian ingin bergabung bersama kami"kata Zul melihat wanita berdiri di dekat Li dan Zain
"siapa kalian"tanya salah satu dari pelayan bar itu
"Kalian berempat pergilah aku akan mengurus mereka"kata Lila terlihat marah
mendengar ucapan Lila, ke empat wanita yang melekat pada li,Zain,Yang dan Zul langsung pergi
"Wah saudara Li siapa empat wanita di dekatmu itu"kata Zul melihat empat orang wanita duduk di dekat Li dengan pandangan buram
__ADS_1
"Iya, siapa juga di dekat mu itu saudara Zain"tanya Zul berbalik melihat Zain di dekatnya ada dua wanita
"Hah mereka ini sepetinya kelima calon istriku yang cantik-cantik"kata Li memegang pipi Shanti yang di dekatnya dan Li kembali memegang pipi keempat lainnya
karena mabuk Li memainkan wajah-wajah calon istrinya dan terus mengatakan tentang kecantikan calon istrinya
"hahahaha ini, bukankah pacarku yang cantik juga"kata Zain juga memegang pipi kedua pacarnya secara bergantian
"kalian berdua sangat beruntung memiliki wanita yang cantik seperti mereka, sedangkan kami berdua masih jomblo"kata Zul
"iya"kata Yang
"Sayang maafkan aku tidak selalu bersama kalian"kata Li mencium bibir calon istrinya satu persatu
Shanti,Lisa,Lila, Len dan Nina membiarkan Li berbuat semaunya karena mabuk
"Sayang, aku minta maaf"kata Li sambil berlutut di depan kelima calon istrinya sambil bersujud dan terus mengulang kata minta maaf
Zain yang mabuk melihat kejadian itu juga ikut melakukan hal yang sama kepada kedua pacarnya setalah mencium. bibir kedua pacarnya Zain juga berlutut terus meminta maaf
"Sudah ayo kita bawa dia ke kamar kita, saudari Diah dan Dina bawa Zain juga ke kamar kami, sedangkan kami akan mengurus Li, Yang dan Zul"kata Shanti
"apa kalian mengenal dua orang itu"tanya Diah
"tentu, mereka adalah temannya Li dan Zain, jika nanti Li dan Zain pasti akan menceritakan tentang mereka"kata Lila
setelah itu mereka membawa Li,Zain,Yang dan Zul menuju ke kamar Shanti dan keempat calon istri lainnya, setelah sampai kamar Mereka menaruh, Li,Zain, Yang dan Zul di kasur besar itu
"terus dimana kita tidur"kata Diah yang sudah mulai mengantuk
"aku juga sangat mengantuk"kata Dina
"kalian bisa tidur di kasur sebelahnya, kami akan terjaga sampai pagi"kata Shanti
"Apa kalian tidak mengantuk"kata Diah
"Sudah kalian tidur aja lebih dulu"kata Lila
"baiklah, ayo saudari Diah"kata Dina
__ADS_1
Setelah Dina dan Diah tidur, Shanti, Lila,Lisa,Len dan Nina yang duduk di sopa asik berbicara satu sama lain rencana apa yang akan mereka buat setelah ke empat Li dan yang lainnya yang mabuk malam itu bangun