
Karena tidak bisa tidur Li dan Zain asik berbincang berdua di atas balkon itu sampai pagi
"apa menurut saudara Zain kita ke kampus nanti lebih baik jalan kaki atau naik motor"tanya Li tiba-tiba
"Mmmm menurutku untuk memudahkan kita, sebaiknya kita menggunakan sepeda motor, karena kita nanti butuh banyak hal untuk di lakukan"kata Zain
"bagaimana kalo hari ini kita ke dealer motor untuk membeli motor"kata Li
"itu ide yang bagus"kata Zain
"tapi apa saudara Zain bisa mengendarainya"tanya Li
"hahaha tentu saja, walaupun aku Hanya tetap berada di sekte juga aku sering berkunjung ke desa terdekat dengan sekte mencoba hal baru, dan aku bisa mengendarainya"kata Zain tertawa
"motor apa yang saudara Zain kendarai"tanya Li
"Motor yang seperti bebek itu"kata Zain
"ouh motor matic"kata Li
"Iya itu mungkin"kata Zain
"Ya sudah mandi dulu sana, nanti baru aku akan mandi setelahmu"kata Li menyuruh Zain
Zain pun berdiri untuk mandi lebih dulu, saat Zain keluar dari kamar mandi Li sudah duduk siap untuk mandi
Setelah Li mandi baru mereka berangkat keluar rumah
Li dan Zain berjalan menuju ke toko pak Riko karena di sana dia bisa bertanya di mana dealer motor berada
"Paman Riko dimana ada dealer di tempat ini"tanya Li saat sudah sampai di depan toko Riko dan Riko ada disana sedang merapikan dagangannya pagi itu
"Di balik toko ku ini ada dealer motor Honda besar di jalan besar tapi apa Anak Li dan Zain butuh di temani ke sana, nanti jalan menuju kesini harus memutar"kata Riko
"Sebenarnya jika paman tidak sibuk boleh saja"kata Zain
"Sebentar paman menelpon Rino saja untuk menemani kalian"kata Riko sambil mengambil hp di dalam kantongnya dan menelpon anaknya rino
"terima kasih paman"kata Li
"tunggu saja Rino akan segera kemari"kata Riko sambil masih merapikan dagangannya
__ADS_1
Li dan Zain pun di suruh duduk untuk menunggu sebentar dan tak lama Rino datang dengan motor miliknya yaitu motor beat lama
"Rin bisa kamu temani Li dan Zain ke dealer Honda dan menunjukkan jalan agar bisa memutar ke arah rumahnya nanti"kata Riko pada Rino yang baru datang
"tenang saja ayah aku akan menemani mereka, ayo ikut aku kita jalan saja dari sini lebih dekat"kata Rino mengajak Li dan Zain yang duduk
Li dan Zain pun mengikuti Rino untuk menuju dealer motor terdekat, tak lama melewati gang kecil melewati samping toko milik Riko, Li Zain, dan Rino sampai di jalan besar atau jalanan kota
"itu dealer motor di sana tapi itu dealer motor Honda, jika ingin motor ke dealer motor merek lain bisa ke arah jauh sedikit"kata Rino
"tidak perlu itu saja"kata Li
"baiklah ayo kesana"kata Rino mengajak Li dan Zain menuju dealer
sesampainya di dealer motor itu terlihat banyak motor terparkir di dealer itu , motor yang terparkir tentu saja motor baru semuanya
"silahkan kalian mau yang mana"kata Rino kepada Li dan Zain
Li dan Zain pun berjalan mencari motor yang mereka inginkan dengan berkeliling dealer itu
"Saudara Zain aku ingin motor bebek itu, itu terlihat bagus dan cocok untuk kemiskinan kita"kata Zain dengan suara kecil di dekat Li
Sedangkan Rino hanya menunggu sambil melihat motor-motor yang ada disana
"apa ada yang tuan butuhkan"tanya seorang pegawai perempuan dealer itu menghampiri Li dan Zain
"aku ingin motor itu dua, dengan warna yang berbeda, dan bisa di bawa sekarang"kata Li
"bisa silahkan ikut dengan saya dan isi formulir pembelian dan melakukan pembayaran"kata pegawai dealer itu
Li dan Zain pun mengikuti pegawai dealer itu dan saat sampai Li dan Zain di suruh duduk menunggu di sebuah meja
Tak lama pegawai dealer itu kembali membawa berkas untuk pembelian motor
"ini berkasnya tolong di isi sesuai KTP masing masing, dan motor yang di inginkan ada di gambar, dan tentukan warnanya"kata pegawai dealer itu memberikan kertas pada Li dan Zain dengan masing-masing pulpen
Li dan zain pun mengisi formulir pembelian itu dan setelah selesai baru mereka menyerahkan kembali formulir itu kepada pegawai dealer tersebut
"kami akan mengeluarkan motor yang tuan inginkan, bisa tuan tunggu sebentar"kata Pegawai dealer itu sambil berdiri
"bagaimana apa sudah selesai"kata Rino menghampiri Li dan Zain
__ADS_1
"sudah kami hanya menunggu mereka mengeluarkan motornya"kata Li
Tak lama Li berbicara kedua motor yang di inginkan Li dan Zain keluar , Li memilih motor dengan warna biru sedangkan Zain memilih warna putih
"ini tuan motornya , silahkan lakukan pembayaran disana lalu anda bisa membawanya pulang"kata pegawai itu menunjuk ke arah kasir tempat pembayaran
Li berjalan bersama pegawai tersebut menuju ke tempat pembayaran itu , sedangkan Zain masih memeriksa motor yang dia pilih
"Jadi untuk pembayarannya apa ingin satu satu atau keduanya sekaligus tuan"ucap penjaga kasir itu
"untuk keduanya secara langsung, apa bisa menggunakan kartu"kata Li
"tentu tuan, untuk total kedua motor itu lima puluh delapan juta lima ratus delapan puluh ribu, boleh saya lihat kartunya"kata pegawai kasir tersebut
"ini"kata Li mengeluarkan kartu bank miliknya
"silahkan masukkan PINnya tuan"kata Pegawai tersebut
klinng
Klinng
Suara mesin itu menandakan pembayaran sudah selesai
Mereka tidak menyangka dengan penampilan Li yang biasa saja mampu membayar motor dengan harga puluhan juta tersebut
"ini kartunya tuan, dan Sera tolong berikan helm untuk mereka, dan jelaskan ketentuannya"kata pegawai itu kepada pegawai yang melayani Li
"ini helm dan untuk ketentuannya, dealer akan mengeluarkan plat motor setelah satu bulan untuk berkasnya juga begitu jadi ini berkas sementara jika anda menemukan razia atau di berhentikan oleh polisi bisa menunjukkan kertas ini sebagai tanda bahwa motor anda masih baru"kata Sera pegawai dealer itu menjelaskan pada Li
"baik terima kasih, ini ada sedikit uang untuk kalian berdua terima kasih telah melayani kami dengan baik"kata Li menaruh segepok Uang di atas meja kasir tersebut uang itu Li tidak hitung tapi Li memperkirakan itu sekitar dua juta kurang lebih
"terima kasih tuan"ucap kedua pegawai dealer itu bersamaan
Setelah itu Li pergi sambil membawa helmnya saja sedangkan untuk kotaknya Li tinggalkan sedangkan berkasnya Li masukkan ke dalam gelang ruang miliknya diam-diam sudah sejak tadi
Li kemudian memberikan helm itu kepada Zain setelah menerima helm tersebut Zain langsung naik ke motor berwarna putih miliknya dan Li juga naik ke motor miliknya yang berwarna biru
"ayo naik saudara Rino kita pulang"kata Li
kemudian Li menyalakan motor itu dan mengendarainya begitu juga dengan Zain yang mengikuti Li dari belakang,bukan hanya sekedar omongan saja Zain memang bisa mengendarai motor itu
__ADS_1
Selama perjalanan mengikuti arahan Rino, Li dan Zain sampai di depan rumahnya dengan selamat