
Banyak orang tidak menyadari dominasi mereka. Karena banyak orang telah terpedaya. Doktrin dan dogma telah mereka salurkan mulai dari kartun yang berisi adegan bunuh diri, adegan kemalasan, adegan tidak sesuai logika. Membuat logika buntu dan dapat diperdaya.
Kemudian dari musik yang lirik dan alirannya menuju kearah yang bergairah. Lalu film dengan tema kekerasan seperti perang, balapan liar, pergaulan bebas dan pesta telah disuguhkan oleh elit global pada masyarakat. Akan tetapi bagi penonton itu adalah hal yang biasa saja. Tapi dari sekian banyaknya manusia hanya sedikit yang menyadarinya.
Bangsa Yanja yang tersisa berkumpul di tempat perkumpulan rahasia mereka lah yang disebut sebagai elit global. Mereka membahas bagaimana cara membuat tatanan dunia baru dimana seluruh bangsa tunduk kepada mereka. Mereka berpikir dengan cermat dengan memutarbalikkan fakta dan sejarah. Media telah memberikan hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Itu semua atas perintah elit global. Berita tidak mendidik banyak dilancarkan. Bahkan berita kehidupan artis jauh lebih diminati daripada berita penemuan anak bangsa. Doktrin telah tertanam dipikiran manusia yang dibuat dan dirancang sistematis oleh elit global.
Dimana hal-hal seperti dosa sudah dianggap benar dan tidak dipermasalahkan. Tidak ada istilah tabu lagi. Semua telah menjadi rahasia umum. Dimana pergaulan bebas amat diminati ketimbang belajar agama. Dimana pacaran jauh lebih diminati ketimbang meneliti atau mencari informasi tentang dunia ini.
__ADS_1
Bangsa lain banyak kehilangan sosok ilmuwan karena generasi penerus bangsanya telah di doktrin oleh elit global dengan hal-hal kenikmatan sesaat sedangkan keturunan elit global memiliki kualitas kepintaran jauh diatas rata-rata karena telah dipersiapkan untuk menjadi penguasa dunia.
Bahkan rencana mereka juga disponsori oleh orang-orang yang tamak terhadap harta, pejabat yang korup, orang munafik dan lain-lain. Keterlibatan inilah yang membuat dunia semakin parah. Sopan santun sudah tidak ditemukan di zaman modern dan akhlak mulia sudah hilang dari peredaran.
Setelah menguasai media, perfilman, kartun. Kemudian mereka beralih pada musik. Elit global juga ikut andil dalam musik dunia. Dimana musik berbau p*rnografi lebih diminati ketimbang lagu religius. Anda bisa melihat perbandingan melalui views di yt. Semua benar-benar dirancang secara tertata dan sistematis.
Kejahatan semakin merebak dimana-mana akibat film, komik, novel, games, dan artikel berbau p*rnografi. Coba bayangkan berapa banyak orang yang bergairah akibat hal ini? Jika sudah menikah mungkin akan menyalurkan pada pasangan. Bagaimana dengan yang belum menikah? Di saat itulah mungkin akan menyalurkan kepada pacar, orang-orang disekitar, atau masturb*si dan atau menyalurkan pada binatang.
__ADS_1
Kerusakan akibat masturb*si juga dipandang serius. Menjadikan pelakunya menjadi pelupa, hal ini telah diteliti secara otentik. Siapa yang harus disalahkan?
Tapi bagaimana dengan keturunan elit global? Bukankah mereka yang membuat semua ini? Apakah keturunannya akan kena? Jawabannya tidak! Mereka didik dengan baik, belajar fisika dan biologi, menjadi ilmuwan yang terkemuka.
Contohnya dan antologi saja begini, pemilik perusahaan rokok ternyata tidak merokok bukan begitu kah? Dan keluarganya juga diberikan edukasi agar tidak merokok. Karena pada dasarnya mereka tahu bahaya rokok itu.
Begitu juga yang terjadi pada elit global. Mereka tidak menonton film buatan mereka sendiri yang merusak pikiran, mereka tidak memainkan game yang dapat merudak otak mereka, mereka tidak menonton kartun buatan mereka yang merusak. Mereka hanya membuat dan membodohi seluruh bangsa.
__ADS_1