PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
BELAJAR JURUS PERINGAN TUBUH SURGAWI TINGKAT LANGIT.


__ADS_3

Pagi......


seperti biasa Li terbangun pagi pada jam 5 pagi, setalah mandi Li duduk di sopa dengan memikirkan banyak hal yang sudah merubah hidupnya yang baru beberapa hari datang ke keluarganya yang sesungguhnya.


"mmm kayaknya aku harus menguasai setidaknya 1 jurus yang sangat kuat di dalam buku laut kesadaran ku itu"kata Li setelah selesai melamun


Setelah itu Li memejamkan matanya dan seperti biasa dia sudah bisa lebih cepat masuk ke laut kesadarannya.Lalu mengambil buku itu dan melihat daftar isinya.


"jurus pelindung tubuh sudah, jurus tendangan sudah, jurus tangan kilat belum terlalu perlu, jurus peringan tubuh surgawi mmmm kayaknya ini yang sangat perlu aku kan pengen bisa terbang, dan ini yang terakhir jurus pedang naga, tunggu setelah aku dapat pedang baru aku pelajari"Kata Li dalam laut kesadarannya


akhirnya Li memilih jurus peringan tubuh surgawi dan syarat untuk mempelajari itu adalah kultivasi tingkat fana surgawi tahap awal, sedangkan Li sekarang sudah berada di tingkat fana surgawi tahap akhir termasuk orang terkuat di dunia itu.jurus peringan tubuh surgawi yang baca, tidak mempunyai banyak cara, hanya menggunakan memusatkan seluruh elemen angin pada tubuh dengan maksimal dan menyeluruh, hasil puncaknya bisa terbang secepat kilat. dan menghindari serangan lawan secepat kilat.


"Jurus yang sangat bagus dan tepat untukku pelajari saat ini hahahahahaahahahha"kata Li sambil tertawa


"sebaiknya aku keluar sadarkan tubuh asliku, aku tidak tau sudah berapa lama aku disini"kata Li sambil memejamkan matanya


Li sudah kembali tersadar di dunia nyata Li melihat jam di dinding


"Gila....... aku sudah di sana 2 jam lebih"kata Li saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 7:20


setelah menyadari itu Li menuju ke ruang makan, tak lama sampai di sana Li melihat kakeknya masih berbincang-bincang, Li duduk dan sarapan dengan tenang tanpa melirik sedikitpun kepada Dani dan pengawal-pengawalnya yang sedang membicarakan banyak hal, tak lama Li selesai makan dan sudah ingin berdiri menuju keluar.


"Kemana tujuanmu kali ini bocah, dari tadi kau hanya melihat dan menghiraukan ku" kata Dani menatap Li


"Aku ingin ke hutan kek hari ini melawan hewan spirit best, apa kakek ingin ikut"kata Li menjawab pertanyaan Dani sambil melihat ke arah Dani


"Kayaknya kamu sudah semakin berani melawan hewan mengerikan yang tidak punya rasa takut itu, tapi jangan terlalu dalam takut kamu bertemu Level yang lebih Tinggi dari kekuatanmu, kamu hanya boleh ke sana tidak boleh lebih 1 kilometer ke dalam hutan dan kakek akan mengurus pengawalan untukmu"Kata Dani menatap Li


"Terserah kakek saja "Kata Li sambil menunggu


"Baiklah Sandi, Riki, Raka, Elang dan Darma ikuti cucuku jangan melewati batas 1 kilometer ke dalam hutan"perintah Dani kepada pengawalnya


"Kenapa kakek memilih pengawal tercepat untuk menemaniku ke sana...?"tanya Li penasaran


"kalo terjadi apa-apa Mereka cepat mengabari kakek disini dan jangan banyak omong"kata Dani tegas


"Baiklah kek"jawab Li sambil berjalan keluar menuju pintu rumah depan


"Apa tuan muda akan memakai mobil gunung untuk ke sana...?"tanya Raka


"mmmmm boleh juga ide kak Raka, ambilkan mobil gunung dua atau satu yang muat 6 orang"perintah Li ke Raka


Setelah mendapat perintah itu Pengawal-pengawal itu pergi menuju bagasi mobil, Li hanya sendiri di depan pintu dan melihat Penjaga pintu keluarganya yang berdiri 2 orang di sana.


"Kenapa kalian tidak cari kursi atau sopa yang empuk untuk kalian duduk dan sekali-kali berdiri saat lelah"kata Li melihat dua penjaga pintu rumah itu.


"kami tidak berani tuan muda"jawab mereka serempak


"mmm baiklah kalo kalian tidak mau aku tidak akan memaksa tapi nanti setelah saya balik ke rumah ini kalian tidak menyiapkan kursi untuk kalian duduk saya akan memecat kalian dan mengeluarkan kalian dari rumah ini"kata Li dan tak lama mobil tiba di depan Li saat beberapa lalu menyelesaikan kata-katanya.


penjaga itu pucat seperti tidak tau harus berbuat apa.


Raka keluar dan melihat kedua penjaga pintu itu terlihat pucat.


"Kalian sebaiknya mendengarkan kebaikan yang di berikan oleh tuan muda"kata Raka sambil membuka pintu untuk Li


Setelah Li masuk dan Raka di kemudi,Li menurunkan kaca jendela mobil


"Kalian berdua Cepatlah cari kursi buat duduk apa kalian seharian hanya berdiri di situ, hiraukan saja kakek ku yang tua bangka itu"kata Li suaranya keras.


Tak lama setelah itu Dani keluar dan mendengar kata-kata Li.


"Bocah nakal.... kau seenaknya memerintah"Kata Dani tiba-tiba keluar dari pintu rumah


"Kakek tua seperti anda memang tidak punya hati nurani, lihat Dua penjaga pintu itu, hanya berdiri sepanjang hari di sana dan juga yang berjaga di pintu belakang rumah, memang anda kakek tua tak tau di untung Rumah sudah di jaga masih saja membiarkan mereka berdiri sepanjang hari,"kata Li meneriaki kakeknya sendiri


"Kak Raka cepat jalan"lanjutnya


Raka yang di suruh injak jalan langsung menjalankan mobilnya menuju gerbang Rumah.


"aaaaahhhhh bocah itu membuatku gila, baru saja beberapa hari disini"kata Dani di depan Pintu


Para pengawal di yang berada di sekitar Dani menahan tawa karena melihat pertama kali ketuanya di permainkan anak kecil umur 18 tahun lebih.


"Turuti saja bocah kecil itu, kalian ambil sopa di ruang tamu itu yang muat dua orang dan taruh di sini"kata dani menyuruh dua penjaga pintu itu


"Dan kamu bimo, Suruh yang penjaga di belakang melakukan hal yang sama setelah itu kamu temui aku di lapangan latihan"lanjut Dani menyuruh Bimo pengawal pribadinya


"siap ketua"jawab 3 orang yang di arahkan itu serentak

__ADS_1


setelah itu Dani menuju lapangan pelatihan, sedangkan Li masih di dalam mobil bersama Raka dan 4 pengawal lainnya duduk di Luar


Tak lama mengikuti Arahan Li mobil Hanya memutar rumah keluarga itu dan sampai di tepi hutan kurang lebih 20 menit dari rumah.


"Padahal ini tembok yang mengelilingi rumah, apa sebaiknya nanti ku minta kakek membuat pintu gerbang di belakang rumah ini"kata Li memandangi tembok rumah yang tingginya kurang lebih 20 meter itu.


"Tapi tuan muda kalo mau bikin gerbang disini harus memindahkan 1 atau 2 rumah pengawal. karena rumah pengawal rata-rata berada di tepi semua tembok ini"kata Raka yang baru turun dari mobil


"kak Raka apakah di tidak ada Rumah pengawal yang kosong di dalam...?"tanya Li ke pengawal Raka


"Tidak ada tuan muda semuanya sudah terisi ada yang 1 rumah 2 orang dan ada juga yang 3 orang"jawab Raka.


"Berapa jumlah pengawal yang ada di dalam rumah dan bagaimana mereka makan dan dari mana kakekku mendapatkan pengawal sebanyak itu"tanya Li lagi


"jumlahnya kalo gak salah termasuk pengawal pribadi ketua setidaknya Ada 1000 orang lebih , masalah makan mereka tanggung sendiri masalah, dan kakek anda dan ayah anda menaklukkan organisasi dan menjadikan mereka pengawal"jawab Raka...


"mmmm satu lagi gaji mereka dan gaji pengawal pribadi berapa perbulan...?"tanya Li sambil berpikir


"Gaji mereka 100 juta perbulan sedangkan pengawal pribadi 1 Milyar rupiah perbulan dan satu lagi tuan muda tidak mudah menjadi pengawal pribadi..."kata Raka


"maksudmu....?"tanya Li penasaran


"kami sebelum menjadi pengawal pribadi ada seleksi dan 10 orang teratas yang menjadi pengawal pribadi"jawab Raka


"ooouuuhhh begitu......aku mau berlatih dulu di dalam hutan sekitar 500 meter ke dalam apa kalian mau ikut atau tetap disini"tanya Li kepada 5 orang yang di mobil itu


"Kami akan tetap ikuti tuan muda"kata Raka mewakili kawannya


"Baiklah ayo kita jalan"kata Li sambil memimpin jalan


Mereka berjalan menyusuri hutan belantara itu masuk kedalam kurang lebih 500 meter, dan Li berhenti tepat di pohon besar tempatnya dulu bersama master zao.


"Di sini kalian ada yang bawa korek tidak...?"tanya Li kepada 5 pengawal itu.


"Tidak ada tuan muda"jawab mereka serentak


"kumpulkan kayu dan siapkan seperti api unggun, kumpulkan yang banyak dan tunggu aku di sini"kata Li memerintah 5 pengawal itu.


"siap tuan muda" jawab 5 pengawal itu serempak


Kemudian Li berlari kedalam hutan mencari hewan yang bisa di makan dan menemukan 1 rusa dengan cepat Li menghantam leher rusa itu dengan satu pukulan keras, rusa itu langsung mati di tempat. rusa seukuran anak sapi itu Li pikul sendiri dengan berjalan ke arah 5 pengawalnya dan melihat sudah banyak tumpukan kayu di sana.


"Sini biar kami saja tuan muda lebih baik fokus berlatih"Kata Raka yang paling depan.


"Baiklah tapi aku tunjukkan kemana kalian dan apa yang harus kalian kerjakan, kalian bersihkan rusa ini dan di sana lurus saja ada sungai kecil kalian membawa pisau kalian jadi mudah membersihkannya"kata Li menjelaskan sambil menunjuk jalan menuju sungai


"dan aku akan nyalakan api"lanjutnya


Li mengeluarkan elemen api dari tangannya dan mulai membakar kayu membuat api


dan tak terasa hari sudah siang, sedangkan pengawal Li pergi membersihkan rusa itu.


Li fokus berlatih untuk melatih jurus peringan tubuh surgawi yang dia pelajari sebelumnya di dalam laut kesadarannya, Li masih berusaha menyelimuti tubuhnya dengan elemen angin untuk meringankan tubuh dan sesekali Li bergerak dengan cepat tapi masih belum menguasai seluruhnya dan Li melihat pengawalnya yang duduk menontonnya dengan kagum melihat gerakan Li.


Sampai sore Li baru menguasai beberapa hal kecil tentang jurus belum merasa seringan ini sebelumnya


dan kembali menghampiri pengawal yang sedang duduk di bawah pohon besar.


"Kayaknya malam ini kita tidak pulang, karena aku belum menguasai seluruh jurus, dan kalo ada di antar kalian mau kembali ke rumah, atau ada keperluan lain kalian bisa pergi lebih dulu"kata Li yang duduk si dekat api unggun sambil berbicara dan menatap daging panggang.


"Tidak ada tuan muda kami akan tetap di sini"kata Raka mewakili sebagai ketua


"kenapa kalian tidak makan daging ini" kata Li menunjuk daging itu


"Kami menunggu tuan muda" jawab Raka


"Baiklah mari makan dan jangan malu makan kalo kalian lapar, tapi daging ini tidak seenak daging di rumah rasanya sedikit hambar,, aku yakin kalian tidak akan suka, sayangnya susah mencari kelinci yang dagingnya manis di hutan ini"kata Li


Setelah berbicara sesaat mereka mulai makan daging itu Li yang kedua kalinya memakan daging itupun masih merasa daging itu tidak enak sama sekali.


setelah makan malam pun datang dan mereka hanya ngobrol biasa-biasa saja.


pagi hari Li bangun paling awal dan menatap para pengawal itu masih tertidur


Li melanjutkan Latihannya dan berusaha memusatkan seluruh angin ke badannya dengan elemen angin tak lama Li bisa mengangkat tubuhnya ke atas sedikit demi sedikit walaupun jatuh dia tetap bangkit lagi dan mencobanya.


sampai siang Li masih berlatih sesekali menengok pengawalnya masih tidur sampai waktu siang dan Li membiarkan itu, pikir Li mereka pasti begadang gak ada yang tidur semalaman.


Li pun berhenti Berlatih dan duduk menenangkan pikirannya dengan tenang dan dia berdiri merasakan energi qi dan mengeluarkan elemen angin Li bisa meringankan tubuhnya dan terbang sedikit ke sana kemari dan Li mencoba gerakan cepat di bawah tanah dan gerakan peringan tubuh secepat kilat bisa dia kuasai dan Li tinggal meningkatkan terbang secepat kilat tapi Li masih gagal dan hanya bisa terbang biasa.

__ADS_1


para pengawal Li yang baru bangun melihat Li terbang ke sana kemari masih tidak percaya dengan itu dan menggosok-gosok tangannya di matanya. tapi ternyata yang mereka lihat adalah Li memang terbang ke sana kemari tapi masih bisa mereka Lihat dan sore pun Li berhenti kembali ke pengawalnya yang masih bengong.


"hei hei hei hei hei" kata Li sambil melambaikan tangannya di depan pengawal-pengawal itu dan mereka tersadar


"Tuan muda jurus apa itu tadi kenapa tadi anda terbang ke sana sini"Tanya Raka


"Heeeehhhhhh ini belum sempurna seutuhnya, dan nama jurus ini peringan tubuh surgawi, Kita tidak bisa kembali hari ini karena aku harus menguasai jurus ini dengan cepat paling bisa besok siang kita baru bisa kembali"kata Li sambil menjawab pertanyaan Raka.


"Tidak apa-apa tuan muda kapanpun anda balik kami akan ikut"kata Raka


"Baiklah kalo begitu kita bermalam lagi disini malam ini"kata Li menatap pengawal-pengawal itu.


Setelah makan sore mereka seperti biasa hanya duduk berbincang di depan api unggun dan Li memang selalu tidur duluan pas malam dan gak Tau kalo pengawal-pengawalnya tidak tidur semalaman menjaganya di depan api unggun.


Tepat jam 12 malam Raka dan 4 pengawal lainnya mendengar sesuatu dan melihat Rusa yang bentuknya Lain seperti Rusa yang Li bawa, Rusa itu berlari ke arah mereka dan seolah ingin menghajar mereka tapi Raka dengan cepat menendang perut rusa itu sampai menghantam pohon tapi rusa itu hanya terlempar tidak mendapatkan luka apa-apa sama sekali.


akhirnya 4 pengawal lainnya berdiri untuk menghadapi rusa atau spirit best level 1 itu bersama dengan Raka, mereka terus terusan menghajar rusa itu dan menghindari serangan rusa itu tapi anehnya 5 orang pengawal itu tidak mampu membunuh rusa itu dengan pisau yang mereka miliki dan hanya suara seperti pisau itu menghantam batu ketika bertemu kulit rusa itu, Raka dan 4 pengawal lainnya masih bertarung selama 2 jam dan rusa itu masih bugar dan tak terasa lelah sama sekali.


Li yang mendengar itu terbangun dan merasakan adanya spirit best level 1 dan Li terkejut melihat pengawalnya masih melawan rusa spirit best itu lalu Li berdiri.


"sepertinya kalian berlima tidak akan mampu membunuh hewan itu karena hewan itu bukan hewan sembarangan, lebih baik kalian mundur" kata Li melihat sambil menyuruh 5 pengawal itu mundur


dan dengan cepat Raka dan 4 pengawal lainnya menuju belakang Li meninggalkan rusa itu sendirian


Rusa itu mengaum


Roaaarrrr Roaooaaarrr


Raka dan 4 pengawal lainnya terkejut baru kali ini melihat rusa itu memiliki gigi seperti gergaji yang tajam.


"Hewan apa itu tuan muda..?"tanya Raka ke Li


"itu hewan spirit best level 1 kalo gak salah manusia biasa berapapun jumlahnya tidak akan mungkin bisa menyakiti sedikitpun hewan itu dan hanya kultivator yang bisa, kalian tunggulah di sini"Kata Li sambil menjawab pertanyaan Raka.


Li langsung mencoba jurus peringan tubuh surgawi miliknya dan dengan kecepatan tak bisa di lihat oleh Raka dan 4 pengawal lainnya. Li sudah di samping rusa itu.


"Jurus naga penghancur bumi"teriak Li sambil meninju kepala rusa itu


baaaammmmmmm


kepala rusa itu hancur berkeping keping terus Li mencari-cari di sekitaran tubuh hewan best level 1 itu dan menemukan kristal best.


kembali ke tempat Raka dan 4 pengawal itu sambil membawa kristal best itu pengawal-pengawal yang melihat itu merasa penasaran.


"apa itu tuan muda....?"tanya sandi yang tidak bisa menghentikan pandangannya dari kristal yang di pegang Li


"ini namanya kristal best jika memakannya bisa meningkatkan kekuatan kultivator tingkat awal, kalian belum bisa memakan ini karena kalo kalian memakannya maka tubuh kalian bisa meledak karena energi kristal ini, sedangkan buatku Kristal ini tidak berguna karena tingkatan kultivasiku di atas tahap awal, jadi nanti aku akan tetap memberikan ini kepada pengawal yang bisa menjadi kultivator tingkat awal"jelas Li panjang lebar.


para pengawal melongo kalo mereka memakan itu tubuhnya bisa meledak.


"Ini mungkin hampir setidaknya jam 3 malam jadi aku akan berlatih kalian bisa tidur dan besok kita kembali ke rumah lebih awal"kata Li sambil berjalan sedikit jauh dari para pengawal itu


"siap tuan muda"jawab mereka dan langsung berbaring tidur


Li kembali menggunakan jurus peringan tubuh surgawi dan terbang sana sini itu terus Li lakukan. hingga matahari terlihat muncul Li terbang di atas menikmati keindahan matahari yang muncul itu lebih tinggi Li terbang dan duduk di atas seperti bersila tapi Li masih bisa mengendalikan jurus peringan surgawi saat duduk bersila di atas tanpa penyangga di bawahnya.


Li mencoba seolah olah berjalan di atas angin bolak balik dan merasa di bawah kakinya setiap dia berjalan ada baru yang dia injak


"ini kah jurus peringan tubuh surgawi, sepertinya tubuhku angin itu sendiri"kata Li, tapi setelah mengatakan itu Li berpikir atas kata-katanya tersebut.


"hmmm apakah aku harus menyatukan angin dengan energi qi agar bisa terbang secepat kilat"gumam Li dalam pikirannya, dan Li mencoba mengeluarkan energi qi dari tubuhnya dan menyatukannya dengan elemen angin di seluruh tubuhnya secara menyeluruh dan Li terbang bolak balik di atas langit dengan cepat tapi Li belum seperti kilat dan Li terus terbang ke sana sini dengan cepat beberapa jam baru Li terlihat terbang seperti kilat di atas pohon dan daun- daun pohon yang kering itu langsung berjatuhan terkena hempasan elemen angin mili Li.


Setelah 5 jam berlalu Li hanya berdiam diri di atas dengan santainya.


"ini sudah hampir siang "Kata Li sambil menoleh melihat pengawalnya yang sudah bangun


Li terbang secepat kilat dan langsung berdiri di depan para pengawal itu dan membuat mereka semua terkejut.


"Mari kita pulang" kata Li memandang pengawal-pengawal itu yang masih melamun di depan Li


"hei hei hei hei mari pulang"lanjut Li melambaikan tangannya di depan pengawal yang masih belum sadar dari lamunannya.


"siap tuan muda"jawab mereka serempak


"Tolong jangan kasih tau kakekku masalah jurus ini, tolong kalian jawab kita hanya pergi berburu saja" kata Li menatap tegas kepada 5 pengawal itu.


"siap tuan muda" jawab mereka serempak


setelah itu Li memimpin jalan keluar dari hutan dan menuju mobil setelah berjalan cukup lama sekitar 15 menit baru sampai di depan tempat parkir mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2