PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
PERTANDINGAN


__ADS_3

Setelah masuk ke aula obat Li belajar banyak dalam membuat pil, Juga ditemani oleh master Juan. awalnya Li hanya bisa membuat pil tingkat pembentukan jiwa tapi secara bertahap dia sudah bisa membuat pil sampai ke tingkat kekuatan ilahi.


"Mmmmm baru kali ini aku melihat manusia seperti dirimu, baru saja belajar sudah lebih sempurna pil yang kamu buat dari apa yang saya buat"kata master Juan sambil duduk melihat Li yang sedang beristirahat.


"ini semua berkat guru master, kalo tidak mana mungkin aku bisa membuat pil" kata Li sedikit merendah.


"hahaha baiklah ini sudah malam sebaiknya kamu istirahat "kata master Juan.


"baik guru master saya pamit dulu"kata Li sambil berdiri dan setelah itu keluar menuju kamar yang sudah di siapkan Juan di aula obat.


Li masuk kedalam kamar dan merenungi banyak hal di dalam kamar sambil berbaring. Tak sadar Li tertidur karena mungkin membuat pil lebih susah dari pada harus bekerja pekerjaan yang lain karena menggunakan energi untuk membuatnya, Li sendiri tidak percaya dalam beberapa hari dia sudah bisa membuat pil tingkat kekuatan ilahi dan lebih sempurna dari pada yang di buat master Juan.


pagi.... Li terbangun cukup pagi seperti biasa, setelah membersihkan badan Li duduk di sebuah kursi Yang ada di kamar sambil berpikir.


"sebaiknya aku baca buku jurus tingkat fana surgawi yang ada dalam laut kesadaran ku"gumam Li sambil berpikir.


Setelah itu Li masuk kedalam laut kesadaran miliknya.


Li membuka buku di laut kesadarannya dan membaca daftar isi buku itu.


"sebaiknya aku mempelajari jurus pelindung tubuh surgawi tingkat Langit ini, untuk menjaga keselamatan"kata Li sambil membaca daftar isi buku tingkat fana surgawi di laut kesadarannya.


Li mulai membaca tentang jurus pelindung tubuh surgawi tingkat Langit, karena kultivasi yang di miliki Li adalah fana surgawi di tingkat tubuh dan setengah abadi di kultivasi qi, mudah bagi Li memahami arti buku yang dia baca.


"ouh jadi ini menggunakan energi gi untuk melindungi tubuh"kata Li sambil membaca buku tentang jurus pelindung tubuh surgawi tingkat Langit itu.


"sebaiknya aku keluar, aku tidak tau berapa waktu sudah berlalu di dunia nyata"kata Li sambil memejamkan matanya dan sadar di dunia nyata.


Li melihat hari sudah sedikit siang dan itu menandakan sudah jam tujuh lewat,Li keluar dari kamar ingin langsung menuju ke arena pertandingan.


"Saudara Li apa benar hari ini adalah hari pertandingan MU melawan si Roma Rom yang kejam itu"tanya den sing saat melihat Li menuruni tangga


"iya, Sudah berapa hari saudara den tidak kelihatan di aula obat, kemana saja"tanya Li


"Aku ada sedikit tugas dan keluar sekte"kata den sing


"Ouh ya aku lupa saudara den kan murid dalam jadi murid dalam bisa keluar sekte ya"kata Li sambil bertanya.

__ADS_1


"tidak, Kalo ada tugas baru boleh keluar dari sekte, sedangkan kalo tidak ada tidak di perbolehkan, tapi kalo jadi murid inti bisa bebas keluar masuk sekte"jawab den sing.


"mmmm jadi begitu, apa kau melihat master Juan...?"kata Li sambil bertanya.


"Ayahku sudah berada di arena"kata Den sing


"terus kenapa kamu disini..?"tanya Li


"Ayah ku menyuruhku menjemputmu karena waktu pertandingan tinggal Lima belas menit lagi, dan saudara Li bisa menyerah kalo saudara Li tidak sanggup, karena kultivasi saudara sekarang"kata den sambil melihat Li yang kultivasi nya masih di pembentukan jiwa.


"Aku tidak akan menyerah, ayo jalan ke arena"kata Li sambil berjalan mengajak den sing.


Li berjalan bersama den sing menuju ke arena, ternyata di arena sudah ada banyak sekali orang, dan semua master sekte ada di arena tersebut duduk di kursi utama di dekat sebuah panggung dan di bawahnya ada 10 murid yang ada dan itu adalah murid inti.sedangkan Li duduk di bangku bersama den, sul dan teman-teman lainnya.


"Baiklah karena Li dan Roma sudah datang kita akan mulai pertandingannya, tidak ada aturan khusus bagi menahan diri baik dalam jurus maupun menggunakan alat bantu, Silahkan kepada Li dan Roma memasuki arena"teriak seorang master yang memimpin pertandingan dia adalah master Moli Mus yang sudah ada di arena.


Setelah itu Li berjalan ke arah arena dan Roma juga berjalan ke arah arena yang di tengah, sedangkan yang menonton pertandingan mengelilingi karena sudah ada tempat duduknya masing-masing.


"Bocah aku tidak akan berbelas kasihan kepadamu, karena sudah berani menantang ku"kata Roma yang berdiri di arena menatap Li dan Roma mengeluarkan tekanan karena kultivasi ya berada di kekuatan ilahi tahap awal.


"Mungkin kekuatannya di bawah master sekte"gumam Li dalam pikirannya sambil melihat Roma yang usianya hampir dua puluh lima tahun kurang lebih.


"hahaha baiklah Aku juga akan mengajarimu sedikit tentang begitu tinggi jabatan kekuatan di dalam dunia ini"kata Roma sambil tertawa melihat ke arah Li dengan sedikit merendahkan Li.


"Kalian berdua sudah siap, sekarang kita mulai pertandingannya dan bagi siapa yang menyerah atau terluka parah di anggap kalah, pertandingan di mulai"teriak master Moli dan dia menyingkir dari arena


Setelah mendengar itu Roma menuju Li dengan sangat cepat tapi Li masih bisa melihat kecepatan Roma karena kultivasi yang dimiliki Roma jauh di bawahnya.


bammmmmmm


tinju Roma mengenai perut dan muka Li dengan sangat ganas Li yang sengaja tidak menggunakan jurus untuk menangkis atau menghindar terlempar cukup jauh dan mengeluarkan sedikit darah, para murid dan master sekte merasa kasian. tapi Li berdiri dengan tenang sambil melihat ke arah Roma.


"Bocah menyerah lah sebelum aku membunuhmu dengan beberapa jurus"kata Roma dengan sombongnya melihat Li


"Aku tidak akan terkena pukulan lemah mu untuk kedua kalinya "kata Li


mendengar itu Roma mengeluarkan seluruh energi qi miliknya dan berniat menyerang Li , dengan sangat cepat dan lebih cepat dari sebelumnya Roma menuju Li untuk menyerang, Li yang melihat itu segera menggunakan jurus Peringan tubuh surgawi tingkat Langit dengan cepat Li menghindari semua serangan yang Roma lancarkan.

__ADS_1


Berbagai jurus yang Roma keluarkan dengan elemen yang dia kuasai masih ingin menghajar Li tapi Li tetap menghindar dari serangan Roma baik pukulan dan tendangan Li menangkisnya dengan beberapa tepisan dan lapisan elemen di bagian tubuhnya untuk menangkis serangan Roma.


"Bocah apa kamu hanya bisa menghindar"kata Roma dengan kesal melihat Li


"Aku sudah menangkis semua jurus yang kamu miliki apa tidak ada jurus yang lebih baik yang kamu pelajari"kata Li


"jurus dewa penghancur bumi"teriak Roma dan seluruh tubuhnya di lapisi dengan qi.


"hahahaha bocah tadi hanya jurus-jurus tingkat bawah, bagaimana kau akan menghadapi jurus tingkat kultivasi ilahi milikku ini"kata Roma.


setelah itu Roma meninju dengan sangat cepat seolah naga api ada di tangannya , Li yang melihat naga api itu tidak tinggal diam. dan berusaha menangkis serangan Roma.


Bammmmmm


tinju Roma mengenai Li tapi Li diam di tempat dia sebelumnya dan menangkis tinju Roma dengan tangannya. Li menggunakan jurus pelindung tubuh surgawi tingkat Langit yang dia pelajari dengan memusatkan qi pada tubuhnya.


bagi murid biasa seperti Li tidak menggunakan apa-apa tapi bagi para master menyadari jurus yang Li gunakan.


"jurus naga penghancur bumi"kata Li sambil menahan tangan Roma dan Li menendang Roma, Roma yang mengetahui itu tidak membuat efek banyak karena ketahanan tubuhnya dari kultivasi di bawahnya.


"jurus itu tidak akan melukaiku sedikitpun"kata Roma sambil mundur.


"apa kau yakin"kata Li sambil melaju dengan cepat ke arah Roma.


Roma tidak menyadari kecepatan Li dan sudah ada di depannya, Li meninju muka Roma dan menendang muka Roma dengan sangat cepat dan seperti elemen api mengenai muka Roma bertubi-tubi tapi tidak membuat Roma terluka hanya tergores di pipinya karena jurus yang Li gunakan masih di tingkat kultivasi pembentukan jiwa.


"Sudah aku katakan jurus itu tidak akan mempan padaku"kata Roma dengan sombongnya.


semua yang menonton itu heran dengan kecepatan Li yang sudah di luar kultivasi Li, tapi Li menggunakan jurus Peringan tubuh surgawi tingkat Langit untuk membuat kecepatan itu.


"setetes air membuat lubang di sebuah batu jika terus di teteskan walaupun berapa tahun lamanya"kata Li sambil maju dengan cepat ,Li meninju dan menendang Roma dengan cepat menggunakan jurus Peringan tubuh dan jurus penghancur bumi.


Roma yang menerima serangan Li di mukanya terus menerus dengan kecepatan Li Roma tidak bisa menghadang serangan Li dan itu terus berlanjut.


Setelah beberapa jam Li masih terus menyerang Roma dan Roma juga tidak tinggal diam menyerang Li tapi Roma tidak pernah bisa mengenai Li walaupun menggunakan jurus tingkat kekuatan ilahi yang dia pelajari.


justru Roma yang terus menerus menerima pukulan dari Li dan pukulan itu terus mengarah ke muka Roma, satu jam lebih berlalu dan Roma sudah hampir kehabisan tenaga qi dan tidak lagi mampu bertahan.

__ADS_1


bammmmmmmmm


Roma terkena pukulan terakhir dari Li dan wajahnya yang awalnya hanya goresan sekarang sudah bengkak di hajar oleh Li. Roma terlempar cukup jauh dan tidak sempat berkata-kata dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya, Roma sudah tidak mampu berdiri lagi.


__ADS_2