PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
MENGHADAPI MACAN BETINA


__ADS_3

Pagi hari Ke empat calon istri Li masih menunggu kapan Li, Zain,Yang dan Zul bangun, sedangkan Diah dan Dina setelah bangun juga ikut duduk memandangi ke empat orang yang masih tergelatak di atas kasur tersebut sambil duduk bersama ke empat calon istri Li yang tatapannya terus tertuju pada kasur tersebut


"Kapan Meraka akan bangun, apa sebaiknya kita menyebutkan mereka ke kolam"kata Diah


"tunggu saja, mereka sebentar lagi akan bangun"kata Nina


"akan aku hukum Zain karena berani main dengan wanita lain di belakangku"kata Dina


"Oh aku kira kalian berdua tidak marah setelah melihat saudara Zain tadi malam bersama gadis seksi"kata Len


"tentu kami marah, tapi karena zain masih mabuk, maka kami tidak bisa menghukumnya saat mabuk"kata Diah


"ahhhhh aku sangat haus, aku ingin minum air putih"teriak Zain terbangun karena meras tenggorokannya kering


"Ini masih pagi kenapa kamu ribut sekali"kata Li menimpali Zain


"tenggorokanku kering sekali, aku Masu cari a"kata Zain terhenti saat baru saja duduk di kasur berniat untuk bangun dan melihat ke empat calon istri Li dan kedua pacarnya duduk di sopa dengan tatapan tajam


"Eh kalian sedang apa disini"kata Zain menyapa wanita-wanita itu


Melihat tanggapan dari semuanya tidak ada, Zain langsung turun dari kasur dan berlutut


"Saudara Li ,Saudara Yang, saudara Zul, Cepat bangun ada macan"teriak Zain cukup keras


Sengaja Zain berteriak karena ketakutan menghadapi ke tujuh wanita di depannya dengan gugup


"Kenapa kamu berteriak pagi-pagi aku masih ngantuk"kata Yang terduduk di tempat tidur, lalu Yang melihat sekeliling dan hendak berkata tapi tidak jadi lalu melihat Zain yang berlutut maka Yang juga ikut berlutut di lantai


"Saudara Li, saudara Zul bangun ada macan"kata Yang sambil gugup


"Ada apa dengan kalian berdua aku masih mengantuk kenapa kalian ribut se"kata Zul duduk sambil berkata tapi kata-katanya terhenti saat pandangannya melihat kelima calon istri Li sedang duduk di sopa, dan dua wanita yang dia tidak tau, setelah melihat itu lalu Zul melihat Zian dan Yang berlutut di lantai, Dengan cepat Zul juga ikut turun dan berlutut di lantai


"Saudara Li, tolong kami ada macan"kata Zul sedikit keras dan gugup


"Kalian bertiga, dari tadi aku dengar ada macan, kenapa tidak membunuhnya apa kalian selemah itu"kata Li yang masih berbaring di kasur dan masih menutup matanya karena masih merasa pusing


"Saudara Li , ini bukan macan yang bisa di bunuh"kata Zul dengan gugup


"aaarrkkhhhh kalian mengganggu tidurku saja, akan aku"kata Li terhenti saat bangun dan melihat kelima calon istrinya duduk di sopa dan dua pacar Zain juga ada disana, melihat Zul, Yang dan Zain berlutut maka Li pun turun dan ikut berlutut di di sebelah Zul


"Sudah aku katakan bukan macan tidak bisa di bunuh"kata Zul menahan tawanya


"Sudah ini bukan saatnya bercanda"kata Yang juga menahan tawanya

__ADS_1


"Hahahaha kalian bertiga sangat lucu aku tidak bisa.menahannya"kata Zain tertawa lepas, tapi ketika Zain melihat ke arah kelima calon istri Li dan dua pacarnya yang menatapnya tajam, tawa Zain langsung terhenti


"Bukankah semalam kalian tampak bersenang-senang di temani wanita-wanita cantik"kata Shanti


"iya aku juga ingat saat kalian berkata, tuangkan lagi sayang minumannya"kata Dina mengingat ke jadian semalam di kafe


"Maaf semalam aku dan Saudara Yang, di ajak saudara Li untuk bertemu di kafe"kata Zain


"Iya benar"kata Yang


"Iya benar, semalam saudara Li yang mengajakku juga"kata Zain Menyalahkan Li juga


Zain, Yang dan Zul menyalahkan Li karena mengajaknya bertemu semalam


"oh kalian ingin bermain denganku dan melimpahkan semua kesalahan kepadaku"pikir Li


"Maaf sebenarnya semalam saya memang mengajak mereka ke kafe tapi tidak untuk minum, saudara Zain membeli minuman keras itu, dan setelah mencobanya saya tidak berniat untuk minum, tapi setelah kedatangan saudara Yang dan Zul terus menerus memaksaku untuk minum,Sedangkan dari awal saudara Zain juga menyuruh kedua pelayan untuk menemani kami minum,begitu juga setelah kedatangan saudara Yang dan Zul mereka memesan kembali minuman dan wanita untuk menemani minum"kata Li menjelaskan dan menundukkan kepalanya berpura-pura sedih


"untuk apa kamu menjelaskannya pada kami"kata Dina


"iya untuk apa"kata Diah


"kami calon istrinya"kata kelima calon istri Li bersamaan


"apa kalian berdua tau nama panjang Li siapa"kata Nina yang di dekat Diah dan Dina


"Tau, kalo tidak salah Li Chang Rettes yang tertulis di buku absen, Dan apa mungkin Li adalah tuan muda itu"kata Diah sambil terkejut begitu juga dengan Dina


"Benar sekali, tapi itu bukan hal yang harus di selesaikan sekarang, karena kalian berdua sudah tau tolong jaga rahasia ini"kata Shanti


Diah dan Dina mengangguk tanda setuju untuk menjaga rahasia itu


"jadi kita apakan mereka ini"kata Dina


"untuk hukumannya adalah Li harus selalu mengabari kami kemanapun akan pergi, itu keputusan kami berlima"kata Shanti


"Kami juga, Zain kamu harus tetap memberitahu kami kemanapun kamu pergi"kata Dina


"iya benar itu"kata Diah


"Hahaha jadi karena tidak ada hukuman untukku, aku akan pergi dulu"kata Zul berdiri


"siapa yang menyuruhmu berdiri"kata Nina

__ADS_1


Mendengar itu Zul langsung duduk berlutut kembali


"Untuk hukuman saudara Zul dan Yang, tolong kalian berdua belikan kami makanan khas Daerah di kota ini, dan jangan mencuci muka atau mandi , kalo sampai kalian mandi atau cuci muka akan aku rendam kalian berdua di bak yang di penuhi batu es selama satu hari"kata Nina


"Apa yang kalian tunggu cepat pergi, dan jangan lupa makanannya harus sebanyak mungkin"kata Shanti


mendengar itu Zul dan Yang berdiri langsung pergi, untuk menuruti semua kemauan Yang di perintahkan


"Apa kami berdua boleh mandi lebih dulu"kata zain


"iya baju kami bau sekali"kata Li


"tentu Tunggu dulu kami siapkan kamar mandinya"kata Len


Len pun pergi ke kamar mandi bersama dengan Lisa dan Diah,tak lama mereka kembali


"Apa sekarang sudah boleh"kata Li


"iya boleh, kami sudah menyiapkan air dengan es di bak mandi, kalian berdua harus mandi dengan itu kalo tidak kami akan memberikan hukuman lebih berat"kata Diah


"baiklah"kata Zain mengajak Li berdiri dan menuju kamar mandi


Setelah sampai kamar mandi tubuh mereka belum merasakan dingin tapi setelah mengecek es yang ada di kamar mandi itu ternyata bukan air yang di campur es tapi memang air dingin di campur es, dengan segera Li dan Zain mandi bersama setelah melepaskan pakaiannya


Sedangkan Zul dan Yang sudah kembali dan menaruh semua makanan khas di kota mata naga di atas meja makan lalu kembali menghadap di depan tujuh wanita itu


"heesssssttt dingin sekali"kata Li baru pertama kali merasakan dingin seperti itu


sedangkan Zain hanya terdengar suara gigi karena saking dinginnya air bak mandi itu


Setelah melihat Li dan Zain keluar barulah tiba Zul dan Yang juga di suruh melakukan hal yang sama


"Sayang peluk aku"kata Zain setelah sudah mulai bisa berbicara, dengan tubuh yang dingin Zain berkata seperti itu kepada Diah dan Dina


Dina dan Diah yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, Li ingin berkata seperti itu tapi tidak mungkin Zain saja di tolak apalagi dirinya pikir Li jadi Li mengurungkan niatnya


saat Zul dan Yang keluar juga mengalami hal yang sama yaitu kedinginan yang menjalar ke tubuh mereka


"Bisakah kami pergi sekarang"kata Zul setelah keluar kamar mandi


"ingin pergi ya,,, pergilah tapi jika pergi hari ini kalian nanti kalo bertemu kami lagi akan memaksa kalian berdua untuk melanjutkan hukuman"kata Shanti


"Tidak kami tidak pergi"kata Yang menarik tangan Zul untuk duduk di dekat Li dan Zain di sopa

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu Shanti mengajak wanita ke enam lainnya untuk makan, di ruang makan sedangkan Li Zain Zul dan yang di biarkan di sopa itu


__ADS_2