
pertandingan ke delapan Mor dung melawan Don great mereka sama-sama murid inti dan pertandingan mereka cukup lama yang akhirnya mor dung memenangkan pertandingan setelah memukul Don great dengan jurus.
pertandingan ke sembilan Sandra Wang melawan Mia ras yang sama-sama murid dalam dan mereka sama-sama perempuan, pertandingan sengit setelah bertukar beberapa jurus akhirnya Sandra Wang memenangkan pertandingan.
pertandingan ke sepuluh Dian rang melawan Kain Mang pertandingan murid inti melawan murid dalam yang cukup sengit mereka mengira murid inti akan memenangkan pertandingan tapi kenyataan berbalik kain mang yang murid luar mampu memukul Dian rang dengan beberapa jurus hingga tidak tergelatak di arena.
"Pertandingan hari ini cukup sampai di sini dan akan di lanjutkan besok, sepuluh murid inti baru akan bersaing besok memperebutkan posisi masing-masing dan bagi murid yang kalah jangan berkecil hati kalian bisa memperebutkan kembali posisi kalian tapi tidak besok karena hari memperebutkan lima bintang waktunya sudah sangat mendesak, dan silahkan meninggalkan arena"ucap Cakra setelah itu pergi.
semua master dan murid bubar karena pertandingan selesai sudah hampir menjelang sore hari.
Li kembali ke aula obat bersama Den, sedangkan sul Ten Ben dan Yang kembali ke kamar mereka di murid luar.
"Aku akan menunggu master di sini untuk pamit"kata Li saat sampai di depan aula obat kepada den sing
"Baiklah saudara Li sudah akan pergi, jadi tunggu saja di ruang tunggu dan kita mengobrol sambil menunggu ayahku"kata den sing
Li dan den berjalan menuju ruang tunggu, tak berapa lama mereka menunggu master Juan sing datang menghadap mereka berdua.
"kalian tidak istirahat"kata master Juan menghampiri Li.
"Maaf aku tidak akan mengganggumu saudara Li dan ayah,. aku masuk ke kamar dulu"kata den sambil pergi menuju kamarnya di aula obat.
"Ada urusan apa Li "kata master Juan bertanya sambil duduk.
Li mengeluarkan dua buah empat lembaran dari gelang ruangnya dan menaruhnya di meja.
"Ini master hadiah terakhirku untuk master, semoga bisa bermanfaat untuk kemajuan aula obat dan kemajuan semua murid"kata Li sambil menaruh kertas di atas meja.
"apa ini"tanya master Juan
"itu adalah cara dan membuat pil agar tingkat sempurna dari pil pembentukan kultivasi, pil peningkat energi dan pil penyembuhan, semuanya sesuai tingkat kultivasi dari pembentukan jiwa sampai ke tingkat pil fana surgawi tahap awal"jawab Li menjelaskan.
"apakah benar ini untukku,,,,"kata master Juan sambil terharu.
__ADS_1
"iya master, tapi hari ini aku akan langsung ke tempat master Cakra seperti janji sebelumnya, karena sudah dua bulan lebih aku disini, bisakah master mengantarku ke sana"kata Li
"aku ingin menahan mu lebih lama tapi aku sudah janji sama Cakra, ayo kita berangkat ke sana"kata master Juan dengan sedikit lesu.
setelah itu Li dan master Juan menuju ke aula pusaka tempat Cakra berada,tak butuh waktu lama hanya melewati arena dan beberapa aula mereka sampai di aula pusaka.
"Nina dimana kakakmu"kata master Juan saat sampai di dalam aula pusaka
"ada di dalam master, ada perlu apa"kata Nina dung adiknya Cakra dung yang berjaga di depan aula pusaka.
"bisa panggil dia kemari"kata master Juan
"tunggu sebentar master"kata Nina dan masuk ke dalam memanggil Cakra.
Nina berjalan menuju ke dalam aula pusaka untuk memanggil Cakra dung,Nina dung langsung masuk ke dalam ruangan cakra tanpa mengetuk pintu.
"Kakak ada master Juan dan pemuda yang dulu datang kesini membawa obat itu namanyaaaaaa.....itu"kata Nina dung yang sudah di ruangan cakra sambil berpikir untuk mengingat nama Li yang dia lupa namanya.
"iya itu"kata Nina dung tapi wajahnya memerah.
"kenapa dengan wajahmu yang seperti tomat itu"kata Cakra sambil berdiri dan tau kalo Nina menyukai Li saat pertama Li ke aula pusaka
Cakra berjalan ke luar dari ruangannya bersama Nina dung tak lama melihat Li dan master Cakra berdiri menunggu di depan aula pusaka.
"ada apa maksud kedatangan master Juan ke sini"tanya master Cakra.
"Kamu lupa apa sebaiknya aku bawa dia kembali"kata master Juan ingin menarik tangan Li kembali ke aula obat.
"hahahaha maaf aku lupa, sini biar dia disini akan aku jodohkan sama adikku yang manja ini"kata Cakra sambil menarik tangan Li
Li dan Nina yang mendengar itu merasa terkejut dan muka Nina semakin merah karena malu.
"aaahhhhkkkk maaf aku hanya bercanda"kata Cakra saat kakinya di injak oleh Nina.
__ADS_1
"sebenarnya Adikku juga menyukainya, bagaimana menurutmu Li kalo kamu menikahi adikku dari pada adiknya Cakra ini"kata master Juan sambil menarik tangan Li
"tidak bisa Juan , dia lebih baik menikahi adikku saja"kata Cakra tidak mau kalah sambil menarik tangan Li
Cakra dan Juan terus berdebat masalah dia akan menikahkan Li dengan adiknya masing-masing dan kejadian itu cukup lama menarik perhatian yang ada di aula pusaka.
"Kalian berdua ini sampai kapan akan memperebutkan Li seperti itu, memang kalian tidak pernah akur"kata seseorang yang datang dari depan pintu masuk aula pusaka yang ternyata kepala sekte yaitu Liman Great.
"apa sebaiknya aku nikahkan Li dengan putri ku saja,biar kalian berhenti memperebutkannya"lanjutnya
"Baiklah kalo sudah ada kepala sekte aku bisa apa"kata Cakra sambil melepas tangan Li
"aku juga"kata Juan sambil melepas tangan Li
"kalian berdua memang selalu bersaing dari sejak awal masuk sekte sampai sekarang aku heran dengan kalian, bagaimana menurutmu Li, tidak ada batasan menikahi seseorang di dunia ini, kalo kamu mau akan aku jodohkan dengan anakku"kata Liman Great
"bukan aku gak mau Master tapi aku sudah memiliki tiga orang wanita, apa adik dan anak master mau jadi yang ke empat kelima dan keenam"kata Li
"aku tidak masalah asal Nina mau"kata Cakra
"aku juga tidak masalah jika Len mau"kata Juan
"aku juga tidak masalah kalo Anakku mau"kata kepala sekte juga ikut-ikutan
Li yang mendengar itu menjadi pusing masa harus menikahi enam orang sekali Gus.
"Ini sudah malam sampai kapan kita disini"kata Li alih-alih menjawab perkataan ke tiga master itu.
Juan dan kepala sekte kembali ke tempat mereka masing-masing sedangkan Li menuju ke arah dalam aula pusaka bersama Cakra, Cakra mengantarkan Li ke arah kamar yang akan di tempati.
di dalam kamar Li berpikir kenapa semua master ingin menjodohkannya dengan anak dan adiknya Li memikirkan itu alih-alih berpikir untuk berlatih mengikuti perebutan Lima murid inti teratas.
Li tertidur setelah cukup lama berpikir.
__ADS_1