
Li dan teman-temannya berjalan dan tiba di sebuah bangunan tinggi dengan kalo di lihat dari luar terdiri dari berbagai beberapa lantai,Li dan teman-temannya menuju bangunan itu.tak butuh waktu lama mereka sampai ke bangunan yang di luarnya terdapat gambar buku dan beberapa gerakan, Li memperhatikan gerakan itu sebelum masuk ke dalam bangunan itu.
"ini sudah pasti aula pusaka"kata Yang, sambil melihat ke arah bangunan itu
Tidak ada tanggapan dari Li dan teman-teman lainnya.
"Yap benar, ini memang aula pusaka"kata seseorang laki-laki yang sedikit lebih tua di belakang mereka.dia adalah wakil kepala cakra dung yang sebelumnya mewakili penerimaan murid luar baru, Li dan teman-teman lainnya terkejut melihat Cakra Dung yang sebelumnya setelah berbalik.
"iya master Kami sedang ingin mencari jurus buat belajar dan meningkatkan kekuatan kami"kata Li mewakili teman-temannya.
"Ide yang bagus,tapi Li bagaimana tawaranku sebelumnya apa kamu mau belajar array"kata master Cakra yang juga pernah menawarkan Li saat ujian masuk sekte bulan bersinar.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya master, saya akan belajar satu bulan di master obat dan master array bergantian, aku akan mulai besok di master obat baru bulan berikutnya saya akan mengunjungi master array"kata Li.
"ok baiklah itu keputusan yang bijak"kata master Cakra.
sul dan teman-teman lainnya terkejut mendengar kata itu.
tak lama master Cakra mengajak mereka masuk menuju kedalam aula pusaka dan di depan resepsionis ada wanita yang hampir sama dengan resepsionis yang hampir sama cantiknya seperti resepsionis di aula obat tapi yang di aula pusaka ternyata lebih cantik dan muda membuat hati setiap orang yang melihatnya betah ada disana.
"Kakak, tumben sekali kamu datang kesini dan siapa mereka"kata wanita itu melihat ke arah Cakra, Li dan teman-temannya.
"ouh aku lupa memperkenalkan diri kepada kalian, Saya yang mengawasi aula pusaka ini Dan Li jika ingin mengetahui keberadaan ku bertanya saja pada adik ku ini"kata master Cakra sambil melihat adiknya
"maaf sebelumnya nama saya Nina dung, apa ada yang perlu saya bantu"kata adiknya Cakra yang bernama Nina dung.
"Menurut aturan disini kalian hanya bisa masuk sampai lantai 1 karena kultivasi kalian hanya pembentukan jiwa , lantai 2 untuk kultivasi tubuh emas dan kekuatan ilahi dan lantai 3 hanya untuk kultuvasi fana surgawi"kata Cakra menyela ucapan Nina adiknya dan menjelaskan kepada Li.
"Apa master pernah ke lantai 3 itu"tanya Li.
"di dalam sekte hanya ada 5 orang yang berhak masuk ke sana, Aku,master kepala sekte, master obat, master pedang dan master kultivasi"kata Cakra.
Setelah itu Li dan teman-temannya menuju tempat rak buku yang begitu banyak, Li berjalan sendiri sedangkan teman-temannya juga sedang memilih buku masing-masing.
__ADS_1
Li merenung sambil melihat buku-buku yang tersusun rapi dan buku itu adalah buku jurus tingkat pengumpulan jiwa yang bisa melatihnya.
"Bocah....Bocah....Bocah....Bocah...."sebuah kata muncul di dalam pikiran Li saat dia merenungkan buku-buku itu, kata-kata itu terus berulang.
Li yang mendengar itu merasa pusing dan melihat sul dan teman lainnya tidak merasa begitu, jadi Li mencari sumber suara itu dan mengikutinya, tak lama semakin dekat semakin besar suara itu muncul di pikiran Li.
Li melihat sebuah buku berwarna kuning dan bergerak-gerak lalu Li memegang buku itu, baru suara yang sebelumnya ada dipikiran Li tiba-tiba hilang.
"mmmmm sepertinya buku ini yang membuat suara di pikiranku"kata Li sambil mengambil buku itu dan melihat buku warna kuning dan bergaris emas-emas di sisinya.
"Jurus kilat, menggunakan elemen cahaya untuk menguasainya"kata Li sambil membuka dan membaca di permulaan buku itu.
"Seperti yang aku kuasai, ini buku tentang elemen cahaya, sebaiknya sekalian aku mencari jurus yang buku yang juga menggunakan elemen air dan tanah"kata Li sambil mencari buku-buku yang menggunakan elemen yang dia inginkan.
sedangkan untuk elemen api sudah ada di buku yang di berikan sama master Zao dan udara juga sudah ada di buku yang di berikan dewa keadilan kepada Li walau Li belum membaca semuanya buku yang di berikan oleh dewa keadilan itu.
Li, sul dan teman-teman yang lainnya sudah selesai dan menuju ke meja resepsionis untuk membayar atau menukar buku itu dengan apa yang mereka miliki.
"Kalian bisa duluan, karena buku kalian banyak, tapi apa benar saudara Ten, Ben dan Yang menguasai empat elemen"tanya Li
"tidak apa-apa tapi Mengenai 2 lainnya siapa lagi yang menguasai empat elemen di murid luar baru"kata Li.
"Ada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang menguasai empat elemen"kata Yang menjelaskan kepada Li.
"sudahlah, kalian tukar dulu buku yang kalian miliki karena terlalu banyak"kata Li.
Setelah itu Sul dan teman-teman lainnya menukar buku satu persatu dan mulai menimbang buku itu, karena harga buku itu bisa di timbang oleh timbangan yang sudah di ciptakan master Cakra, kebetulan master Cakra juga ada di sana sedang duduk melihat orang-orang menukar buku itu.
"ini silahkan taruh buku yang ingin kamu tukar dan Taruh emas atau barang berharga lainnya yang bisa menyeimbangkan harga dari buku ini"kata Nina kepada Li dengan malu-malu karena Li sangat tampan.
Li menaruh buku itu di tempat yang di suruh dan Li melepas gelang ruang yang dia miliki tapi buku itu tidak kunjung seimbang dan naik, Li menambahkan gelang ruang berisi emas lagi tapi masih belum juga buku itu bergerak, Nina yang melihat itu merasa heran.
"Tunggu sebentar....eeeeetooo"kata Nina
__ADS_1
"maaf sebelumnya saya Li Chang Rettes"kata Li
"Tunggu sebentar,,,, tuan Li , kakak coba lihat ini"kata Nina sedikit keras kepada Cakra yang sedang asik duduk membaca sebuah buku jurus.
"apa kamu tidak bisa menyelesaikan masalah sepele itu adikku yang manis"kata Cakra
Bumnmmmm
bukan tanggapan tapi lemparan buku yang mengenai master Cakra sebagai balasan lalu Cakra berdiri, Li dan yang lainnya melihat Cakra dan Nina merasa heran dengan sikap kakak beradik itu.
Setelah Cakra bangun dan memeriksa timbangan itu tidak ada yang aneh tapi 2 gelang penyimpanan emas yang banyak isinya yang juga Cakra periksa tidak ada yang aneh.lalu Raka memeriksa 3 buku itu dan Raka terkejut melihat buku tentang elemen cahaya yang ada di tengah buku itu.
"heemmmmm Sepertinya ada yang aneh dengan Li tapi aku tidak bisa menanyakannya langsung, kenapa buku tentang elemen cahaya bisa ada di sini"gumam Cakra dalam pikirannya.
"Ada apa master"tanya Li
"tidak ada, apa kamu memiliki barang berharga atau tanaman dan yang lainnya" kata Cakra sambil mengembalikan dua gelang yang berisi banyak emas itu,
sedangkan Li masih punya sekitar 5 gelang yang berisi emas di sakunya dan gelang lainnya yang berisi tanaman obat dan buah obat.
Li mengeluarkan gelang obat dan memakainya lalu Li mengeluarkan 5 rumput yang bersinar dan menaruhnya di timbangan itu dan ternyata rumput itu bisa lebih berat dari timbangan itu.
"rumput roh naga seribu tahun lebih, dari mana kamu mendapatkannya"kata Cakra.
"itu aku dapat saat berlatih pertama kali dan master obat juga mengatakan hal yang sama seperti yang tadi master katakan"kata Li
"Bisakah kamu memberikannya lagi kepadaku aku akan membayarnya lebih"kata master Cakra.
Li kembali mengeluarkan 10 rumput lagi dan menaruhnya di timbangan itu.
"silahkan master ambil jangan di bayar karena takut master tidak akan mampu membayarnya"kata Li
"hahahaha benar katamu anak muda, walaupun semua harta di dalam rumahku aku tidak akan mampu membayar satupun dari rumput roh naga seribu tahun ini, terima kasih atas kebaikanmu"kata Cakra sambil mengambil rumput itu dan menyisakan 1 di timbangan dan benar saja masih lebih berat rumput itu di bandingkan 3 buku yang Li inginkan.
__ADS_1
setelah melakukan pertukaran di aula pusaka, waktu sudah menunjukkan sore, Li dan teman-teman lainnya kembali ke perumahan mereka.