
Setelah cukup lama menunggu makanan yang Li dan Zain tunggu akhirnya datang, dengan dua Pelayan wanita mengantar makanan dengan menggunakan troli makanan berisi penuh
pelayan itu menyajikan makanan yang banyak itu di atas meja tempat Li dan Zain berada dan setelah menyajikan makanan pelayan itu hendak pergi
"Kak boleh saya pesan minuman juga"kata Li karena melihat hanya makanan di atas meja makannya
"boleh tuan,Minuman apa yang anda inginkan"kata pelayan wanita itu dengan sopan
"Jus ini, saudara Zain mana yang kamu inginkan"kata Li menunjuk gambar di atas meja sambil bertanya pada Zain
"yang mana saja, kalo perlu yang paling mahal"kata Zain sambil mulai makan
"Ya sudah, sajikan aku jus ini dan jus termahal di sini"kata Li pada pelayan itu
"baik tuan, silahkan tunggu sebentar"kata pelayan itu dengan sopan
setelah kepergian kedua pelayan itu Li langsung mulai makan karena melihat Zain sudah mulai makan dari awal
tak lama Setelah mulai makan seorang pelayan yang Li suruh kembali mengantarkan minuman jus kepada Li dan Zain
setelah menaruh minuman itu pelayan itu pergi meninggalkan Li dan Zain yang sedang makan
"Wah ini sangat enak saudara Li, sepetinya aku akan betah disini"kata Zain sambil makan
"Kamu kalo masalah makanan selalu saja begini"kata Li melihat Zain makan dengan rakusnya tidak berhenti sama sekali seperti orang kelaparan
"Wah ini sangat enak"kata Zain lagi mengulangi kata-katanya
Li dan Zain yang sedang asik makan, banyak mahasiswa yang di sana membicarakan Li dan Zain karena memesan banyak makanan
"lihat orang itu seperti tidak pernah makan beberapa hari"kata seorang memperhatikan Zain makan dengan rakusnya
"Iya penampilan mereka juga seperti gembel"kata seorang lagi
"biar saja, makanan yang mereka pesan sangat mahal, makanan dan minuman mereka pesan adalah makanan terbaik di restoran ini, lihat saja nanti mereka tidak akan mampu bayar"kata seorang lagi tidak jauh dari Li dan Zain
__ADS_1
Mendengar ocehan itu Li dan Zain asik Melanjutkan makannya tanpa memperdulikan ocehan orang-orang di sekitarnya
Seorang wanita masuk dari pintu masuk bersama dengan dua laki-laki, karena kecantikan wanita itu semua mata tertuju padanya, tapi Li dan Zain tidak memperdulikan apa-apa di sekitarnya Saat sedang makan
"Adik apa kita akan makan siang disini"tanya seorang laki-laki
"Iya dik kenapa kita tidak makan di luar saja"kata seorang lagi
"tidak, aku ingin makan di sini"kata perempuan tersebut sambil mengantri bersama dua kakaknya
Ketiga orang itu adalah Susi, Dion dan Dika orang yang Li dan Zain kenal
"Nona Susi maukah kau makan siang bersamaku di sini"ucap seorang laki-laki bernama Brandon Sen bersama teman laki-lakinya Menghampiri Susi
"Nona Susi sebaiknya makan siang saja bersamaku hari ini disini"ucap seorang laki-laki bernama Mahendra Son bersama teman-teman laki-lakinya menghampiri Susi
"wah sepertinya hari ini akan terjadi lagi perang antara Keluarga Sen dan Son"ucap seseorang yang menonton perebutan Susi si mantan bunga kampus itu
"iya sepetinya perang akan terjadi lagi"kata seorang yang melihat kejadian itu
Banyak mahasiswa yang duduk mulai memperhatikan Brandon dan Mahendra mulai lagi memperebutkan Susi Surya mantan bunga kampus universitas Dunia bisnis
"Mau siapa yang datang lebih dulu aku tidak peduli , aku juga mengajak nona Susi untuk makan bersama"kata Mahendra Son
"Aku tidak ingin makan dengan kalian berdua, aku akan makan bersama kakakku"kata Susi menolak keduanya
"Nona Susi anda masih saja sombong menolak ajakan ku"kata Brandon Sen
"Nona Susi kenapa anda selalu menolak ajakan ku, Apa mau nona Susi memiliki pasangan seperti dua gembel yang ada Disana"kata Mahendra Son berteriak menunjuk Li dan Zain yang sedang asik makan yang berada sangat jauh dari keributan itu
"Pokoknya aku tidak mau makan bersama dengan kalian berdua titik dan aku tidak menyukai kalian berdua"kata Susi masih pokus menatap ke arah Tempat Pemesanan makanan
Sementara kakaknya Dion dan Dika tidak berani melawan Brandon dan Mahendra karena kedua orang itu Keluarganya lebih kaya dari keluarga mereka
"Nona Susi jangan jual mahal, keluargamu masih berada di bawah keluargaku, ayo ikut denganku"kata Brandon menarik tangan Susi
__ADS_1
Plak
Susi menampar wajah Brandon karena menarik tangannya secara tiba-tiba, Mahendra yang tidak mau kalah juga memegang tangan Susi
Plak
Susi juga menampar Mahendra karena menarik tangannya
"Nona Susi, kamu tau siapa keluargaku dan berani menamparku"Kata Brandon mengangkat tangannya ingin menampar Susi
Takkkk
Tangan Brandon terkena sebuah seperti batu kecil dan tangannya merasa sedikit sakit lalu memegang pergelangan tangannya
"siapa yang berani melempar Biji kacang ini"kata Brandon melihat biji kacang berada di bawahnya
Zain yang menjentikkan jarinya untuk menyelamatkan wanita itu langsung pasang muka dan melanjutkan makannya merasa tidak perduli dengan keributan itu termasuk juga Li
Zain sudah tau bahwa keributan itu adalah keributan dua orang yang memperebutkan Susi Surya pujaan hatinya tapi Zain memperingatkan Li untuk tidak ikut campur
"tuan muda aku melihat salah satu gembel itu bergerak menghadap kesini tadi dan sekarang dia pura-pura makan"kata Seorang laki-laki yang mengikuti Brandon
"ayo kesana"kata Brandon
"Hei gembel, apa salah satu dari kalian yang melempar Biji kacang ini tadi"kata Brandon setelah sampai di depan Zain dan Li yang sedang asik makan
"Tuan muda, mana mungkin kami melakukannya, kami sedang makan"kata Zain mengelak
"Periksa semua meja, siapa saja yang memakan jenis kacang orang itulah pelakunya"kata Brandon memerintahkan orang yang mengikutinya dan Brandon masih memperhatikan kacang di atas meja Li dan Zain
Setelah cukup lama menunggu semua orang yang sudah Brandon suruh memeriksa meja mengatakan bahwa tidak ada orang yang memakan jenis kacang kecuali Li dan Zain yang ada di depan mereka
"kamu berani membodohiku"kata Brandon memegang kerah baju Zain dan membuat Zain berdiri
Sedangkan Li di jaga ketat oleh orang yang mengikuti Brandon , dan Li Hanya melanjutkan makannya
__ADS_1
"Brandon sudah cukup, kamu tidak malu di lihat oleh orang-orang"kata Susi memegang tangan Brandon mengehentikan sikap semenah-menah Brandon
Susi yang pokus mengehentikan Brandon tidak sadar bahwa orang yang di pegang kerah lehernya adalah Zain