
"oh jadi maksud paman Raka, paman dan yang lainnya berbeda dengan pengawal lainnya"kata Li
"tidak ada bedanya kami dengan seluruh pengawal yang ada di kediaman keluarga Rettes, Tapi hampir seluruh pengawal yang ada semuanya berasal dari jalanan di sekitar kota di negara ini, tapi ada juga sebagian orang yang memang Menginginkan menjadi pengawal di kediaman keluarga Rettes karena gajinya yang besar dari pada harus bekerja di tempat lain dan seperti pemimpin Austin sendiri juga sebenarnya dia jadi pengawal di keluarga Rettes karena masalah keluarganya yang berebut harta, sepeti itu tuan muda"kata Raka
"oh begitu, aku kira semuanya melamar jadi pengawal di keluarga ku"kata Li
"tidak tuan muda, siapa saja yang ingin bergabung di persilahkan oleh pemimpin tapi bagi siapa yang melanggar dan berani merusak keamanan di sekitaran kota akan langsung di keluarkan oleh pemimpin"kata Raka
"mmmmm begitu,tapi berhubung paman dan yang lainnya tidak sedang sibuk aku akan mengajukan beberapa pertanyaan, bagaimana kalo nanti setelah semua urusan tentang sekte iblis itu kita membuat sebuah organisasi yang di mana kita Akan menyewakan pengawal milik kita untuk pengawalan di keluarga besar di ibu kota demi keselamatannya tapi itu hanya untuk pengawalan saja tidak perlu membantu melakukan kejahatan, jadi rencanakan pengawalan tersebut akan di bayar oleh orang yang di kawal dan orang yang mengawal itu. Sendiri yang menerima upahnya, sedangkan aku tidak berhak menerima uang dari keluarga yang di kawal tersebut"kata Li panjang lebar
"menurutku itu akan sangat mustahil tuan muda dan semua pengawal pasti akan menolak, karena mereka di gaji oleh pemimpin mana berani menerima upah dari orang yang di kawalnya"kata riki adiknya Raka
"benar apa yang di katakan adikku"kata Raka melanjutkan
"aku penasaran sebenarnya berapa sih gaji pengawal di keluargaku"tanya Li penasaran
"sekarang gaji kami pengawal pribadi sudah seratus juta lebih perbulannya, sedangkan untuk pengawal biasa mereka mendapatkan gaji sekitar setengahnya"kata Raka
"50 juta lebih perbulan, bagi pengawal biasa, pantas saja semua orang ingin menjadi pengawal di keluargaku"kata Li
Li dan sepuluh pengawal pribadi Li asik berbicara cukup lama sehingga satu persatu orang sudah berkumpul semuanya di tempat Li dan sepuluh pengawal pribadi Dani termasuk juga Dani
"Kita sudah kurang lebih dua jam di sini, apa kita tidak akan kembali cucuku"kata Dani melihat Li yang sedang berbicara dengan pengawal pribadinya
"ya sebaiknya kita kembali"kata Shanti
"Kalian bisa kembali dan mematahkan token kembalikan kenapa harus kembali bersama"kata Li menepuk jidatnya
__ADS_1
"oh ya kakek lupa membagikan token pengembali kepada kalian"kata Dani Sambil memberikan token kembali kepada seluruh yang ada Disana kecuali Li
kelima calon istri Li, sepuluh pengawal dani dan Dani kembali lebih dulu ke dunia nyata dengan token pengembalian dan tersisa hanya Li dan Zain di gudang senjata itu
"apa saudara Li tidak kembali, kalo tidak aku akan kembali lebih dulu"kata Zain
"tunggu, kemana saja saudara Zain dari tadi aku tidak melihatmu"kata Li menghentikan Zain hendak mematahkan token pengembali
"Oh itu, aku hanya berkeliling saja, melihat senjata tingkat fana surgawi di sini, setelah ku lihat di sini hanya ada senjata tingkat fana surgawi tahap awal dan beberapa tahap kedua"kata Zain
"oh seperti itu, apa saudara Zain bisa mengambil beberapa senjata tingkat fana surgawi tahap kedua untuk di bawa ke kediaman"kata Li
"bisa saudara Li untuk apa"kata Zain
"itu, besokkan adalah pengawal sudah pergi ke berbagai kota, tapi pemimpin pengawal mereka belum mendapat senjata untuk melindungi pengawal lainnya"kata Li
"oh aku mengerti, Jika saudara Li ingin kembali lebih dulu silahkan, aku akan kembali nanti setelah memilih beberapa pedang dan tombak"kata Zain berdiri dan pergi meninggalkan Li
setelah kepergian zain, Li hanya duduk sendiri di tempat itu, beberapa lama Zain datang menghampiri Li
"sudah saudara Li pilih"kata Li melihat Zain
"sudah hampir beberapa pedang dan tombak, sebaiknya kita kembali saudara Li, mungkin di dunia nyata sudah hampir pagi hari"kata Zain
"oh ya ini sudah tiga jam lebih berarti hampir satu hari, ayo kembali"kata Li kemudian Li mematahkan token untuk pengembalian
Dan Zain pun melakukan hal yang sama yaitu mematahkan token pengembalian,dalam sekejap mata mereka sudah ada di ruang keluarga di mana tempat mereka awalnya berteleportasi
__ADS_1
"Oh kalian berdua baru kembali, semalaman aku menunggu"kata Dani
"hah buat apa kakek menunggu, kami hanya melakukan beberapa hal baru kembali"kata Li sambil duduk di sopa
"Iya kakek Li kami hanya sebentar saja"kata Zain juga duduk di samping Li
"sudah, sudah ,Jadi bagaimana ini sudah pagi apa mereka bisa berangkat"kata Dani kepada Li
"sebelum itu, paman Austin dan paman lainnya akan aku berikan beberapa pedang dan senjata tingkat fana surgawi tahap kedua, dan silahkan kalian pilih masing-masing agar bisa menjadi pemimpin pengawal"kata Li sambil memberikan isyarat kepada Zain
Zain yang mendengar itu dan Li menyenggol sedikit tangannya lalu Zain mengeluarkan beberapa senjata dari gelang ruang miliknya dan menaruhnya di atas meja sekitar dua puluh senjata dari pedang, tombak, dan cambuk tingkat fana surgawi tahap kedua di letakkan Zain di atas meja
"ini paman Austin dan paman yang lainnya sebagai pemimpin pengawal silahkan kalian pilih yang kalian suka"kata Li melihat ke atas meja tempat Zain menaruh semua senjata itu di depannya
Satu persatu Austin dan pemimpin pengawal memilih senjata yang mereka inginkan masing-masing dan duduk kembali
"Waaaah cambuk itu, bukankah itu yang saudara Austin cari dari dulu"kata Dani melihat Austin memegangi cambuk panjang melingkar sambil mengamatinya
"iya saudaraku cambuk dewa Penghancur bumi ini adalah yang aku cari dari dulu karena aku selalu mempelajari jurus tentang cambuk"kata Austin meneteskan sedikit air matanya karena bahagia melihat cambuk itu ada di depannya sekarang
"Ambillah paman jika mau, itu masih ada cambuk lain"kata Li
"tidak tuan muda ini sudah cukup"kata Austin
Li menyadari kekuatan cambuk itu dengan aura yang di keluarkan oleh cambuk tersebut sama juga dengan yang lainnya tapi Li tidak khawatir dengan itu
"apa paman yang lain juga ingin mengambil lebih senjata, silahkan saja"kata Li
__ADS_1
"ini sudah cukup tuan muda terima kasih"kata Bani dengan bahagia dengan pedang biru yang dia pegang
"kami juga tuan muda"jawab yang lainnya serempak dan terlihat bahagia memegang senjata yang mereka ambil masing-masing