
Satu Minggu berlalu Li dan semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing setelah liburan mengelilingi ke tiga kota di negeri pada malam harinya ada acara besar di kampus dan semua mahasiswa berkumpul di sana, karena besok adalah hari wisuda bagi mereka yang sudah lulus semester ke tujuh
Malam itu Li bersama dengan kelima calon istrinya, Li tidak di berikan bergerak bebas dan terus di temani oleh kelima istrinya kemanapun dia pergi di kampus itu
Begitu juga dengan Zain terus di ikuti oleh Diah dan Dina kemanapun dia pergi
"Saudara Li"kata Zain menghampiri Li
"apa kamu sudah selesai menyapa semua orang"kata Li bertanya pada Zain saat sudah di depannya
"sudah, bagaimana denganmu"tanya Zain balik
"sama aku juga sudah"kata Li
"Acara ini sangat seru dan banyak pengunjung dari kampus lain, apalagi band ibu kota dan banyak artis yang di undang oleh organisasi BEM"kata Zain
"iya ini hampir sama meriahnya sama dengan acara tahun-tahun sebelumnya yang kita buat"kata Li
setelah itu Li dan Zain terus bersama di ikuti oleh wanitanya kemanapun mereka pergi sampai tengah malam acara itu berlanjut tapi Li dan Zain memutuskan untuk pulang lebih awal agar wanita mereka juga pulang lebih awal dan selamat sampai tujuan
Keesokan harinya adalah waktu wisuda dan pagi itu sudah banyak orang yang akan lulus sudah datang bersama orang tua mereka dan duduk di dalam gedung auditorium menggunakan pakaian lengkap seperti baju toga dan topi wisuda, sedangkan Li duduk bersama dengan Zain di kursi di dalam gedung tersebut
"Saudara Li lihat semua orang di temani oleh orang tua mereka sedangkan kita hanya berdua"kata Zain kepada Li yang duduk di sebelahnya
__ADS_1
"Iya apa mungkin Shanti dan keempat calon istriku akan datang bersama kakek dan bibi ke acara ini"kata Li
"Bisa jadi tapi apa kakek dan bibi tidak terkenal di Sini"kata Zain
"Aku tidak tau, bisa saja rektor kampus mengenal mereka tapi tidak dengan yang lainnya"kata Li
Li dan Zain asik berbicara berdua dan bersama teman lainnya di dekatnya yang satu persatu mulai datang
Beberapa menit menunggu gedung Auditorium itu Penuh dengan Mahasiswa yang mengenakan baju wisuda di depan dan untuk orang tua mereka ada di tingkat atas menonton acara wisuda tersebut
"Selamat pagi semua dan selamat sejahtera karena hari ini adalah hari yang sangat berbahagia bagi seluruh Mahasiswa yang akan wisuda lagi hari ini"kata Seorang pembawa acara di depan panggung Yang di samping meja tersebut ada rektor dan dosen-dosen pembimbing duduk di kursinya masing-masing
"Tunggu dulu"Kata Rektor di mikropon yang ada di depannya
"Sebelum di mulai Acara ini tidak enak rasanya jika saya sebagai hanya Rektor kampus memimpin acara Ini karena Pemilik Asli kampus ada di sini, Saya persilahkan pada tuan Dani dari keluarga Rettes selaku pemimpin group Rettes dan orang yang membangun kampus ini dan juga nona Riska yang sudah ikut membangun kampus ini saya persilahkan Menempati kursi yang di sediakan"kata Rektor itu melihat ke arah Dani yang duduk bersama dengan Riska di kumpulan orang tua mahasiswa
Mendengar kata-kata rektor kampus tersebut semua orang yang ada di auditorium itu penasaran siapa Dani dan nona Riska yang memimpin keluarga Rettes dan juga pemimpin group Rettes sekarang, begitu juga dengan keluarga kaya lain yang kaya tapi tidak tau siapa Dani dan nona Riska
"Apa kita akan kesana ayah"kata Riska yang duduk di sebelah Dani
"Tentu, Raka buka jalan kita akan menuju kesana, dan Kalian sepuluh orang ikut juga"kata Dani
Setelah itu Dani dan Riska berdiri di kawal oleh Raka dan sembilan pengawal pribadi Dani lainnya menuju ke arah panggung dengan jalan menuruni tangga jalan, Semua orang melihat ke arah Dani dan Riska yang menuruni tangga dengan sepuluh pengawal di belakangnya
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Dani dan Riska sudah duduk di kursi yang di siapkan sementara pengawalnya berdiri di belakang mereka
Sekarang semua mata tertuju pada Dani dan Riska yang duduk di tengah sebagai orang yang membangun kampus tersebut
"Tolong untuk pembawa acara melanjutkan acara wisuda untuk menyingkat waktu"kata Dani tidak menggunakan mikropon di depannya
Dengan segera Rektor yang duduk di samping Dani memberi isyarat kepada pembawa acara untuk lanjut, pembawa acara tersebut berpikir dan tidak menyangka akan kehadiran orang yang membangun kampus jadi semua anggota BEM yang mempersiapkan acara tersebut bingung
"Karena Hari sudah siang kita akan mulai acara wisuda hari ini dengan berbagai acara, Acara pertama pembagian pembagian Map wisuda dan tabung wisuda di ikuti oleh Pengumuman sepuluh besar dengan nilai IP tertinggi dan prestasi di dalam kampus,Acara kedua sambutan dari rektor dan yang paling berjasa membangun kampus di ikuti oleh Sambutan para dosen-dosen pembimbing,Acara terakhir penutupan dan ucapan selamat untuk semua mahasiswa dan mahasiswi dari organisasi BEM, Acara pertama pembagian Map wisuda dan tabung wisuda di ikuti oleh Pengumuman sepuluh besar dengan nilai IP tertinggi dan prestasi di dalam kampus"kata pembawa acara itu menghela napas panjang dan menyuruh wanita sebelahnya yang juga berperan membawa acara
"Dengan nilai IP tertinggi dalam ujian Kampus, Program menjadikan kampus sebagai juara satu Dalam bidang lomba akademik dan lomba di luar akademik di luar kampus, kepemimpinan organisasi BEM terbaik dalam tiga tahun terakhir karena membangun banyak Sarana yang memudahkan mahasiswa di kampus untuk melaksanakan tugas, dengan nilai IP tertinggi empat koma kosong tersebut adalah Li Chang Rettes, kami persilahkan maju ke depan untuk menerima penghargaan"kata pembawa acara perempuan tersebut
Mendengar itu Dani dan Riska cukup terkejut begitu juga yang kenal dengan Li, Karena merasa namanya di panggil Li pun maju ke depan berjalan mengenakan pakaian dan topi wisuda
"Tuan Dani anak ini sangat hebat dalam segala hal, jika dia bekerja sebagai orang di Sisi anda bisa menciptakan Banyak hal baru"kata rektor kepada Dani di sebelahnya
"hahaha hahaha bagaimana mungkin"kata Riska sedikit tertawa kecil
"Pesan dari Li, Hidup tidak akan berguna jika manusia tidak mengenal dirinya sendiri, jika kehidupan anda merasa berat, kenali,Amati,dan memeriksa pada bidang apa anda cocok dalam hidup, jika mengandalkan kekayaan orang tua anda membuat anda bahagia sementara saja, aku yakin itu semua akan habis Jika hanya orang tua anda yang memiliki usaha, jadilah orang berguna dengan membangun bisnis kalian sendiri"kata pembawa acara membaca selembaran kertas pesan dari Li dengan semangat menjulang
Li berjalan Ke depan menerima penghargaan,Map wisuda dan sebagainya bersalaman bersama dengan rektor, Dani dan Riska
Ucapan selamat di berikan pada Li dari dosen dan sebagainya karena menerima banyak penghargaan yang di dapatkan
__ADS_1