
Setelah Diah dan Dina duduk baru Zain menceritakan semua awal dari hubungannya dengan Susi hingga terpisah, begitu juga Zain menceritakan hubungannya dengan Diah dan Dina sebelum Susi
"Oh jadi seperti itu, Aku tidak keberatan asal kamu bisa menafkahi kami bertiga"kata Dina setelah mendengarkan penjelasan Zain
"Karena saudari Dina tidak keberatan, maka aku juga tidak keberatan"kata Diah
"Aku juga, tapi lain kali jika kamu ingin menambah pasangan beritahukan pada kami lebih dulu"kata Susi juga setuju setelah mendengarkan cerita Zain
"Apa kalian bertiga benar tidak keberatan"kata Zain
"iya"kata ketiganya serempak setelah itu mereka bertiga tertawa
Mendengar perkataan ketiga wanita itu Zain merasa senang karena tidak menjadi masalah, sampai sore hari Zain dan ketiga wanitanya berbicara satu sama lain di depan rumah tersebut sambil bercanda
"Wah sepertinya kalian sudah mulai akrab"kata Li saat membuka gerbang rumah melihat Zain ,Susi,Dina dan juga Diah asik mengobrol satu sama lain
"Kalo bukan karena saudara Li, mungkin aku tidak akan tau kalo Zain juga sudah punya dua pacar baru, dan kebetulan mereka juga datang ke sini, terima kasih"kata Susi kepada Li
"Hahahaha Jadi itu hanya kebetulan"kata Li sambil berjalan dan berbicara lalu duduk di dekat Zain
"Saudara Li apa sudah selesai dan kita bisa kembali sekarang"kata Zain kepada Li
"Kita akan kembali sekarang, tapi apa sudah kamu bicarakan sama dua wanitamu kalo sudah masuk ke kediamanku akan sulit untuk terlepas dari kakekku"kata Li kepada Zain
"aku sudah memberitahu mereka, tapi apa kakek akan menerima mereka"kata Zain
"Kakekku tentu akan menerima mereka karena kakekku sangat suka keramaian apa lagi kalo itu dia sudah anggap cucunya sendiri, aku akan berkemas, kamu berkemas lah kita akan berangkat setelah itu"kata Li sambil berdiri dan berjalan menuju ke rumah
"Iya aku juga akan berkemas dulu, tunggu ya sayang-sayangku"kata Zain juga berdiri lalu masuk ke dalam rumah
__ADS_1
Li dan Zain berkemas memasukkan semua barang miliknya kedalam gelang ruang termasuk pakaiannya
"hah rumah ini sekarang kosong, entah akan aku jadikan apa nanti"kata Li setelah semua barangnya selesai di masukkan kedalam gelang ruang miliknya lalu keluar
Setelah Li keluar Zain ternyata belum selesai jadi Li menunggu di atas motor miliknya, melihat ke arah rumah Zain yang di depannya masih duduk Susi, Dina dan Diah
Tak butuh waktu lama baru Zain keluar dari dalam rumah dan mengunci rumah tersebut
"Bagaimana apa sudah semua kamu bawa"kata Li melihat Zain keluar
"sudah, apa perlu juga membawa motor itu"kata Zain melihat Li duduk di atas motor miliknya sendiri
"Aku akan bawa motor milikku, kalo kamu mau meninggalkannya juga terserah itu urusanmu"kata Li sambil memakai helm
"kalo begitu aku juga akan membawa punyaku, Susi kamu bisa naik mobil milik Diah atau Dina,aku akan membawa motorku juga ke rumah kediaman Li"kata Zain kepada Susi
"Bagaimana kalo aku ikut denganmu"kata Susi
"benar kata calon suami kita saudari Susi , sebaiknya kamu ikut mobilku atau mobil saudari Diah saja"kata Dina kepada Susi
"baiklah aku ikut kalian"kata Susi
Setelah itu Li keluar sendiri mengunci pintu gerbang kecil rumahnya dan menunggu Zain di luar yang sedang menyelesaikan urusannya bersama ketiga calon istrinya
Tak lama baru Zain keluar juga dengan motornya, yang dimana ketiga calon istri Zain juga yang sudah keluar lebih dulu dan masuk ke mobil, sedangkan Zain setelah mengeluarkan motor baru mengunci pintu gerbang kecil rumah tersebut
Karena Ketiga calon istri Zain tidak tau jalan menuju kediaman rumah keluarga Rettes yang akan mereka tuju, Li dan Zain memimpin jalan dengan motornya
Selama Satu jam perjalanan, baru Li dan Zain sampai di depan gerbang rumah kediaman keluarga Rettes yang gerbang itu masih tetap sama dengan tembok besar yang tinggi
__ADS_1
"Siapa kalian"tanya salah seorang penjaga gerbang itu, saat melihat dua buah motor dan dua mobil yang ada di belakang motor sedang di depan gerbang dekat dengan pos penjagaan
Lalu penjaga itu menghampiri Li dan Zain yang memakai motor dan helm tertutup
"Siapa kalian"tanya penjaga tersebut sekali lagi setelah berada dekat dengan motor Li dan Zain
"Buka gerbangnya aku ingin masuk"kata Li membuka penutup kaca helmnya dan menunjukkan mukanya kepada penjaga di sampingnya yang bertanya
"Tuan muda, baik segera laksanakan, selamat datang tuan muda"kata penjaga yang melihat Li itu cukup kaget, karena orang yang dia tanya adalah Tuan muda pemilik kediaman itu sendiri lalu penjaga gerbang itu mengankag tangannya seolah memberi instruksi untuk membuka gerbang tersebut pada penjaga yang berjaga di pos penjaga
"Ini paman terimalah sebagai uang tambahan dan bagikan ke penjaga lainnya"kata Li memberikan segepok uang kepada penjaga yang di sampingnya
"Terima kasih tuan muda, selamat datang kembali"kata penjaga itu penuh hormat sambi menunduk
Setelah gerbang terbuka baru Li dan Zain mengendarai motornya masuk di ikuti dua mobil di belakangnya yang tidak lain dia mobil itu berisi Tiga calon istri Zain
"Wah ini istana, sangat luar biasa, siapa yang tidak betah tinggal di sini"kata Dina saat baru masuk dan melihat di kejauhan kediaman atau rumah besar keluarga milik Li
"Iya ini lebih besar dari Milik perumahan pemerintahan kota"kata Susi juga ikut takjub dengan kediaman mili Li
sedangkan Diah yang mengendarai mobil sendiri juga sama terkejutnya dengan dua wanita yang di mobil sebelahnya
"Selamat datang kembali tuan muda"kata semua pengawal yang berbaris di lapangan tersebut saat melihat Li mengendarai motor, saat itu Li sengaja membuka helmnya karena takut salah paham lagi sedangkan Zain tetap memakai helm tertutup
setelah sampai di depan kediaman Li dan zain turun dari motor, begitu juga dengan Ketiga calon istri Zain keluar dari mobilnya dan menuju ke arah dekat Zain
"Paman paman, tolong parkiran kadua motor dan mobil itu"kata Li kepada pengawal yang ada di lapangan tersebut
"Siap tuan muda"kata beberapa pengawal paling depan dengan segera menuju ke arah mobil dan motor tersebut lalu memarkirkannya di tempat parkir Mobil biasa bukan tempat parkir mobil mewah milik keluarga Rettes
__ADS_1
"paman-paman bisa kembali istirahat"kata Li kepada pengawal yang jumlahnya seribu lebih menyambut kedatangan Li sebelumnya
Mendengar ucapan tuan mudanya semua pengawal itu bubar dan menunuju rumahnya masing-masing