
Keesokan harinya seperti yang Li dan Zain rencanakan,mereka sedikit lebih siang langsung menuju ke universitas dunia bisnis, Zain berencana mencari Susi sedangkan Zain berencana mengelilingi universitas itu
Li dan Zain memakai motor masing-masing, mereka mengendarai motor menuju ke universitas, dengan jarak sekitar dua ratus meter lebih kurang mereka sampai di depan gerbang universitas dunia baru
Melihat Li dan Zain mengendarai motor salah satu satpam menghentikan Li dan Zain di gerbang masuk tersebut dengan sedikit curiga karena biasanya mahasiswa di universitas itu bisa di hitung yang menggunakan motor
"maaf sebelumnya, ada keperluan kalian berdua ke sini"tanya seorang satpam kepada Li dan Zain
"Kami adalah mahasiswa baru di Universitas ini"kata Li menunjukkan tanda pengenal yang di berikan saat mendaftar di universitas Yang di lakukan oleh bibinya Riska
Begitu juga dengan Zain menunjukkan tanda pengenalnya setelah itu Li dan Zain masuki gerbang universitas itu setelah mendapatkan izin
Li dan Zain mencari tempat parkir untuk memarkirkan motor mereka, Li dan Zain mengikuti arahan penunjuk jalan yang menandakan di sana tempat parkir
Setelah mengikuti arahan penunjuk jalan Li dan Zain sampai di tempat parkir universitas dunia bisnis, setelah memarkirkan motor Li dan Zain melepaskan helm mereka
"Waahhhhhhh universitas ini sangat besar"kata Li melihat bangunan universitas itu yang menjulang tinggi ke atas dan beberapa gedung di sekitarnya
"iya ini sangat besar saudara Li"kata Zain
"sudah ayo kita berjalan-jalan"kata Li mengajak Zain
Li dan Zain berkeliling di sekitaran luar universitas dan melihat banyak mahasiswa yang berkumpul di lapangan besar itu berkumpul kumpul seperti membentuk sebuah kelompok
"Coba lihat dua orang itu seperti gembel yang salah masuk"kata seorang melihat Li dan Zain
"coba lihat mereka aku merasa jijik"kata seorang lagi melihat Li dan Zain
Baru saja Li dan Zain masuk dan berkeliling universitas itu sudah ada banyak yang membicarakannya dengan hinaan dan cacian karena pakaian yang di pakai Li dan Zain terlihat Kampungan, setiap orang yang melihat Li dan Zain Selalu memandang mereka tapi Li dan Zain menghiraukan semua itu
"Bagaimana kalo kita ke tempat makan universitas ini"kata Li menghentikan langkahnya
__ADS_1
"Ide yang bagus, aku juga ingin makan"kata Zain
"kalo masalah makanan kamu memang nomer satu, tapi pada siapa kita bertanya dimana tempat makan di universitas ini, kita tidak mengenal satu orang pun"kata Li
"bagaimana kalo kita berkeliling saja, siapa tau kita bisa menemukan tempat semua orang makan di universitas ini"kata Zain
"ayo sebaiknya seperti itu"kata Li menyetujui usulan Zain dan langsung mengajak Zain berkeliling
Cacian dan hinaan terus di arahkan pada Zain dan Li karena pakaiannya, sementara Li dan Zain tau itu tapi menghiraukannya
"ini adalah universitas tempat anak-anak orang kaya berkuliah jadi ternyata seperti ini pendapat mereka setelah melihat orang dengan pakaian seperti kita"kata Li
"kalo saudara Li meminta aku menghajar mereka satu persatu aku sudah siap"kata Zain
"hahahaha hahahaha, mereka bukan tandingan kita jadi selama masih hanya sebatas menghina aku bisa menerimanya tapi jika sudah main pukul ya kita pukul balik"kata Li sambil tertawa lepas dengan suara cukup keras
"sudah saudara Li jangan tertawa lagi itu ada orang keluar dari bangunan besar itu membawa bungkusan dan minuman di tangan mereka , apakah mungkin tempat makan di kampus ini ada disana"kata Zain melihat bangunan tempat beberapa orang keluar membawa bingkisan dan minuman di tangannya
Li dan Zain menuju ke Bangunan yang terlihat mewah seperti restoran bintang lima, saat Li dan Zain sampai tak jauh dari Pintu menuju ke tempat itu Li dan Zain masih mendengar ucapan mahasiswa di sana yang sedang berkumpul dengan sindiran pada Li dan Zain tapi Li dan Zain menghiraukannya
"aduuhhh"Kata Zain terduduk jatuh karena di tabrak seorang di depan pintu sedangkan Li berada tepat di belakang Zain
"Maaf saya tidak sengaja, apa kamu tidak apa-apa"ucap seorang perempuan cantik menawan menatap Zain yang terjatuh karena ditabrak wanita itu saat akan menaiki tangga
"Ti tidak apa-apa"kata Zain gugup melihat wanita cantik di depannya setelah di bantu berdiri oleh Li
"Rika cepat, dosen sebentar lagi akan masuk ke kelas, jangan urusi dua gembel itu"teriak seorang wanita memanggil wanita yang ada di depan Zain
"Maaf sekali lagi saya sedang buru-buru"kata wanita yang menabrak Zain itu pergi dengan cepat
"Rika,Nama yang indah untuk wanita yang indah"kata Zain menatap kepergian wanita yang Menabraknya
__ADS_1
"Hei sampai kapan kamu berdiri di sana minggir"teriak seorang laki-laki hendak menuruni tangga itu menatap Zain
"iya gembel sampai kapan kamu di situ"ucap laki-laki yang bernama dengan yang membentak zain
dengan segera Li menarik Zain untuk menjauh dari hadapan laki-laki itu, karena Li tidak ingin membuat masalah, tapi karena bentakan laki-laki itu Zain bermuka merah padam dan menggenggam tinjunya tapi Li menepuk pindah Zain agar sadar dan sabar
"Hah sudah jangan urusi mereka lebih baik kita masuk untuk makan"kata Li menenangkan Zain
Mendengar itu akhirnya Zain tidak jadi marah dan mengangguk menuruti Li untuk masuk ke dalam bangunan besar itu
"wah ini bukan tempat makan biasa, ini restoran"kata Zain dengan suara sedikit keras setelah masuk bangunan itu
"Sudah jangan berbicara dengan suara keras semua orang menatap kita"kata Li menyadarkan Zain
Lalu Li mengajak Zain menuju tempat orang terlihat sedang mengantri untuk memesan makanan , lalu Li dan Zain pun ikut mengantri untuk memesan makanan
"Apa makanan yang tuan berdua ingin kan"tanya seorang wanita yang Menjaga Tempat memesan makanan itu dengan sopan
"Cepatlah gembel"teriak orang di belakang Li dan Zain
"iya cepatlah orang miskin"teriak orang di belakang Li dan Zain
satu persatu suara mengecam hinaan kepada Li dan Zain yang sedang memesan makanan itu
"Aku pesan ini, ini ,ini ,ini,ini dan Sajikan makanan terbaik di Restoran ini"kata Li dengan cepat karena setengah marah
"Apa tuan ingin makan di sini atau di bungkus, jika ingin makan di sini ambil nomer ini dan silahkan menuju meja yang tertera di nomer itu, kalo ingin di bungkus silahkan tunggu di sana"kata perempuan penjaga tempat memesan makanan itu dengan sopan
"sudah ini nomernya kami makan di sini saja"kata Li mengambil nomer meja dan langsung mengajak Zain pergi sebelum Zain benar-benar marah
Li dan Zain duduk di kursi dengan nomer meja yang Li ambil untuk menunggu makanan mereka di siapkan oleh restoran itu
__ADS_1