
Setelah Dion,Dika dan Susi menaiki bus, bus tersebut melaju meninggalkan hutan itu menuju ke kota
sedangkan Zain dan Li masih berada di sana melambaikan tangan mereka sebagai ucapan perpisahan
"Dia menyuruhmu ke rumahnya jangan lupa kesan, tapi apa kamu sudah menembaknya untuk menjadi pacarmu"kata Li melihat Zain
"kami sudah saling menyatakan perasaan satu sama lain, karena kami saling menyukai kami akan bertemu lagi"kata Zain
"Bagus itu baru pria, Ini sudah sore Ayo kita menuju reruntuhan kuno itu mungkin malam ini sudah ada hewan best yang muncul memberi petunjuk"kata Li sambil terbang dan juga Zain yang mendengar itu mengikuti Li kembali ke reruntuhan kuno tersebut
Selama satu jam kurang lebih mereka terbang baru sampai di reruntuhan kuno itu, setelah sampai Li mengajak Zain mengumpulkan kayu untuk membuat api unggun tak lama sore itu mereka sudah menyiapkan banyak kayu bakar untuk membuat api unggun di sekitaran reruntuhan kuno tersebut sampai malam hari mereka baru menyalakan api unggun tersebut
"saudara Li Apa kita akan menunggu sampai besok disini"kata Zain sambil tiduran
"tentu saja kita akan menunggu sampai besok, ini mungkin baru jam sekitar sepuluh malam,jika kamu mengantuk tidur lah lebih dulu"kata Li
"Aku tidak mengantuk sama sekali dan tidak bisa mengantuk"kata Zain
"Iya aku lupa kita berbeda dengan manusia biasa"kata Li
Li dan Zain pun mengobrol cukup lama hingga jam dua belas malam, tetapi apa yang mereka tunggu tidak ada sesuatu yang istimewa, begitu juga dengan hewan best tidak ada yang muncul pada jam dua belas malam
Li dan Zain pun lanjut mengobrol tanpa sadar bahwa mereka telah di teleportasi ke sebuah hutan best, mereka tidak merasakan apapun karena kegelapan malam tidak ada yang dapat mereka lihat di tempat itu kecuali cahaya terang dari api unggun
"Apa ini bukankah tadi kita berada di reruntuhan kuno kenapa kita bisa ada disini"kata Zain saat matahari sudah mulai menyinari pagi Zain melihat bahwa mereka berada di dekat sebuah bangunan kuno yang berdiri kokoh di depan mereka
"jangan bertanya padaku kita sama-sama disini, sebaiknya kita memasuki bangunan ini"kata Li
Baru saja Li selesai berkata aura menyeramkan di tempat mereka sekarang lebih banyak, Li dan Zain merasakan banyak hewan best yang memiliki aura membunuh
Li dan Zain berdiri bersama karena merasakan aura membunuh dari hewan best terasa pekat dalam perasaan mereka
"kucing kecil sudah lama kamu tidak muncul sekarang kamu memimpin jalan, sampai kapan kamu akan tertidur"kata Li mengeluarkan kucing kecil dari gelang ruang miliknya
"meow meow"suara kucing kecil itu sambil menjilat kakinya
__ADS_1
"mmmm aku juga akan mengeluarkannya"kata Zain juga mengeluarkan harimau kecil miliknya dari dalam gelang ruang miliknya
Kucing dan harimau kecil mengamati bangunan kuno di depannya dan langsung menuju depan pintu meninggalkan Li dan Zain
Li dan Zain hanya mengikuti dari belakang kemana hewan best mereka akan pergi dan ternyata kedua hewan kecil itu menuju pintu masuk bangunan kuno yang masih terkunci
"meow meow"suara kucing kecil itu melompat-lompat di atas patung hewan di dekat pintu masuk tersebut
"Roo roo "suara harimau kecil juga melompat di dekat pintu masuk bersebelahan dengan kucing kecil tersebut
"Apa Kalian menyuruh kami memegang patung itu"kata Li kepada kedua hewan kecil di depannya
"Meow meow roo roo "suara kucing kecil dan harimau itu bersamaan sambil mengangguk
"saudara Zain kamu pegang yang satunya dan aku pegang yang satunya lagi"kata Li sambil berjalan untuk memegang patung best yang di tunjukkan kucing kecil tersebut
begitu juga dengan Zain berjalan memegang satu patung di sebelah Li tapi setelah mereka memegang patung itu tidak ada yang terjadi sama sekali
"meow roo"suara kucing dan harimau kecil itu sambil menggelengkan kepalanya bersama
"Mari kita coba saja"kata Li
Li dan Zain memberi aba-aba untuk menyalurkan energi mereka ke patung tersebut
kreeekkk
kreekkkk
tak lama setelah Li dan Zain menyalurkan energi pintu bangunan kuno itu terbuka, baru saja terbuka kucing dan harimau kecil itu langsung masuk tanpa memperdulikan kedua pemiliknya
"tunggu"kata Li melihat kedua hewan kecil itu masuk tapi tidak sempat mereka mengejar kedua hewan kecil itu sudah jauh berlari ke dalam bangunan kuno itu
lalu Li dan Zain berjalan masuk melihat ke dalam bangunan kuno tersebut yang di sekelilingnya ada banyak buku tersusun rapi di tembok yang terbuat seperti rak buku mengelilingi di dalam bangunan itu
"saudara Li ini"kata Zain melihat sekitaran bangunan itu
__ADS_1
"iya ini mungkin ini salah satu perpustakaan di hutan hewan best ini, berarti sekarang kita sudah berada di dalam hutan hewan best"kata Li
"Iya benar disini seperti perpustakaan buku, tapi kita bisa masuk kesini bagaimana kita akan keluar"kata Zain
"Buku ini hanya berada di tingkat kekuatan ilahi saja"kata Li memegang buku satu persatu dan memeriksa isinya
"Iya benar ini semua mungkin buku tingkat kelautan ilahi saja "kata Zain juga memeriksa beberapa buku
"meow meow roo roo"suara kedua hewan kecil milik Li dan Zain kembali dengan menggigit sebuah besi Dangan rantai seperti kalung dan harimau kecil itu juga menggigit hal yang sama
"apa ini"kata Li mengambil kalung tersebut
"Apa mungkin ini kunci untuk memasuki perpustakaan ini"kata Zain menebak
"meow meow roo roo "suara kucing dan harimau kecil tersebut sambil mengangguk
"tebakan mu mungkin benar, ini kunci memasuki perpustakaan ini"kata Li sambil memastikan kalung dengan besi seukuran dua jarinya
kemudian Li memakai kalung tersebut begitu juga dengan Zain, tanpa di suruh masuk ke gelang kedua hewan kecil milik Li dan Zain masuk ke gelang ruang milik Li dan Zao
"Sebaiknya kita memeriksa sekitar sebelum pergi mengelilingi hutan best ini"kata Li
setelah itu Li dan Zain berkeliling melihat sekitar dan bangunan itu hanya mempunyai dua lantai, di lantai kedua terlihat buku yang sama seperti di lantai pertama tapi di lantai dua terlihat sebuah patung berbentuk manusia dengan pedang di pinggang sambil menyilangkan ke dua tangannya di dada
"mungkin ini pemilik perpustakaan sebelumnya"kata Li melihat patung itu dengan teliti
"Dua seperti seorang yang sangat kuat"kata Zain melihat pedang yang sebenarnya pedang itu bukan pajangan tapi pedang asli
"apa kamu berniat mengambil pedang itu saudara Zain"tanya Li
"sepetinya pedang ini sudah tingkat Fana surgawi kelihatannya"kata Zain
"Benar itukan tertulis di pegangannya"kata Li menunjuk ke arah pegangan pedang di patung tersebut
"Saudara Li ini tingkat fana surgawi bolehkah aku saja yang memilikinya"kata Zain
__ADS_1
"silahkan saja mengambilnya tapi aku tidak akan ikut campur kalo sampai terjadi apa-apa"kata Li