
Kembali ketempat Li yang masih duduk bersama Shanti di depan perumahan punya Li di sekte bintang terang.
"Ini sudah sangat malam apa tidak sebaiknya kamu balik ke perumahan yang kamu punya"kata Li menghilangkan keheningan di tempat itu.
"Tidak aku ingin tetap bersama mu sebelum kamu kembali besok ke sekte bulan"kata Shanti
"Shan apa kamu tidak takut aku melakukan hal yang yang mungkin laki-laki lakukan terhadap perempuan"kata Li sambil mengalihkan pandangannya dari Shanti
"tidak jika itu kamu"kata Shanti biasa saja.
Saking tidak tahannya Li menahan nafsu, Li langsung melihat ke arah Shanti dan ingin mencium bibir Shanti yang manis.
baaammmmmm
bukan ciuman dari Shanti yang Li dapat tapi pukulan di kepala Li dan membuat Li Terduduk di kursi dengan sedikit pusing.
"maaf aku tidak sengaja"kata Shanti
"tidak apa-apa, maaf aku yang keterlaluan"kata Li sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing.
"apa kamu tidak apa-apa, kamu kelihatan lelah, ayo aku bantu ke kamarmu"kata Shanti sambil memegang Li dan membantu Li menuju ke kamarnya.
sebenarnya Li pura-pura seperti itu agar Shanti memperhatikannya dan membawanya ke kamar, apa yang di rencanakan Li berhasil dan benar Shanti membawa Li ke kamarnya.
__ADS_1
Cup
Li mencium kening Shanti Dengan sengaja yang pura-pura saat sampai di kasur dan Shanti pun menjadi bergairah melihat Li yang begitu tampan di hadapannya.shanti kemudian memberanikan diri untuk mencium bibir Li dan dalam sekejap Li juga menikmati ciuman Shanti.
"Kamu yang minta jadi jangan salahkan aku"gumam Li dalam pikirannya dengan masih mencium bibir Shanti.
Perlahan demi perlahan Li dan Shanti sudah saling mulai meraba satu sama lain dan tanpa sadar sambil berciuman Li dan Shanti sudah saling mulai membuka pakaian masing-masing di kamar itu.
"punyamu sungguh besar apa akan bisa masuk ke punyaku, ini pertama bagiku"kata Shanti saat memegang terong besar milik Li
"ini juga baru pertama aku akan berusaha bersikap baik"kata Li
Li kemudian memasukkan terong miliknya ke dalam gua milik Shanti yang tertutup rapat. dengan suara jeritan di malam itu mereka bermain kuda-kudaan di dalam kamar, suara rintihan Shanti membuat Li semakin bersemangat memainkan terong besar dan panjang miliknya ke lubang gua milik Shanti.
"aku tidak tahan lagi apa yang di lakukan tuan Li di dalam kamar itu"kata Nisa yang tidur bersama dua wanita lainnya yaitu ria dan Mia mereka bertiga menutup telinga mereka dengan tangan dan bantal yang ada di kamar itu untuk menghentikan jeritan Shanti dan Li yang keras di rumah itu tapi itu tetap saja masih bersuara di telinga mereka.
sedangkan Shanti dan Li masih bermain di kamar dengan suara rintihan Shanti dan nafsu Li yang besar, setelah beberapa jam selesai mereka berdua tertidur di kamar itu.
Pagi hari Li terbangun dan melihat Shanti menatap Li dengan tatapan penuh kasih sayang di tempat tidur itu.
"Apa pagi ini kamu juga ingin bermain lagi,seperti semalam"kata Li
"tidak pinggulku rasanya mau patah, kamu akan berusaha bersikap baik, tapi apa kamu memainkannya dengan keras semalaman hingga aku hampir saja pingsan, tapi bagaimana kalo aku hamil"kata Shanti masih menatap Li dengan malu.
__ADS_1
"Besok aku akan meminta izin kepada kepala sekte bintang untuk membawamu dan melamarmu kalo ada keluargamu di sini"kata Li menatap Shanti.
tok tok tok
tok tok tok
suara pintu kamar tempat Li dan Shanti berada di ketuk seseorang dari luar menyadarkan Li dan Shanti dimana mereka berada.
"ada apa "teriak Li agar bisa di dengar oleh orang di balik pintu itu.
"maaf tuan mengganggu istirahat Anda, tapi ada kepala sekte matahari mencari Anda di luar"kata Nisa yang ternyata ada di balik pintu itu.
Li dengan cepat memasang bajunya dan membuka pintu.
"urus calon istriku di dalam mungkin dia tidak bisa bangun tolong bersihkan dia di kamar mandi, biar aku sendiri menemui kepala sekte matahari dan jangan panggil aku tuan , panggil saja aku Li atau yang kamu bisa pakai, jadi jangan panggil aku tuan"kata Li saat membuka pintu kamar itu sambil menatap Nisa dan Li menuju ke luar rumah.
"Baik saudara Li "kata Nisa dengan cepat masuk melihat ke kamar Li ada Shanti di atas kamar itu dengan wajah malu mendengar bahwa Li menyebutnya calon istri dan Shanti memang tidak bisa bergerak dan darah di atas kasur itu masih tertutup selimut tebal.
"Biar aku saja yang membersihkannya saudara Nisa bisa melanjutkan pekerjaan yang lain atau bisa beristirahat kelihatannya saudara Nisa tidak tidur dengan nyenyak semalam"kata Shanti
"Bagaimana aku bisa tidur saudara Shanti semalam mendengar kalian berdua membuat kami tidak bisa tidur sampai pagi, sini biar aku bantu kelihatannya kamu tidak bisa bangun"kata Nisa sambil memegang selimut di kasur itu.
"tidak saudara Nisa aku malu, sebaiknya kamu urus pekerjaan lainnya"kata Shanti sambil dengan erat memegang selimut itu.
__ADS_1
"baiklah aku pergi dulu, kalo butuh apa-apa jangan sungkan"kata Nisa sambil berjalan keluar