PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
BERTEMU SUSI


__ADS_3

"Oh kamu menyukai Sepupunya Rino dan keponakan bibi yang cantik itu anak Zain"kata Rena melihat pelayan yang di maksud Li


"Aku cukup tertarik, jika saudaraku Zain tidak menginginkannya"kata Li menggantung ucapannya


"Sepupuku itu memang cantik dan terkenal di kampusnya dulu"kata Rino


"Siapa sih wanita yang bikin saudara Li ter,,,,,,"kata Zain terhenti setelah menengok kebelakang, ternyata yang di maksud oleh Li adalah Susi Surya pacarnya Zain, melihat itu Zain dengan cepat berdiri menuju Susi yang sedang membersihkan meja


Saat sampai di depan Susi, Zain memeluk Susi dengan erat dan meneteskan sedikit air mata, Susi yang tidak mengetahui laki-laki mana yang memeluknya tiba-tiba dari depan terus menerus memukulnya dengan tinjunya


"lepaskan aku"teriak Susi sambil menunjuk Zain


"baiklah aku akan melepaskan mu"kata Zain sambil memegang kedua pundak Susi


"Zain"kata Susi yang kembali memeluk Zain dengan erat


Banyak orang yang melihat pemandangan dua sejoli yang sedang berpelukan di dalam restauran, dengan segera Rena menarik tangan Susi dan Zain untuk masuk ke dalam ruangan di restauran tersebut, Li dan Rino juga ikut masuk ke dalam ruangan itu


"Tadi katanya tidak mau, sekarang masih memegang tangannya"kata Li mengejek Zain yang terus menerus memegang tangan Susi dengan erat saat sampai di dalam ruangan di restauran itu


"Ada apa dengan kalian berdua kenapa mesra sekali"tanya Rena


"iya apa kalian saling mengenal satu sama lain"tanya Rino


"Bibi sebenarnya Ini pacarku namanya Zain"kata Susi membuka suara


"Iya kami sudah pacaran tapi terpisah cukup lama"kata Zain


"oh begitu, aku kira kenapa"kata Rena setelah menghela napas panjang


"Tapi kemesraan kalian cukup tenar karena banyak yang mengambil gambar"kata Rino


"Ini bukan salahku saudara Zain, bukankah sebelumnya Kamu tidak menginginkannya hahaha hahaha"Kata Li sambil tertawa cukup keras


"Kamu memang selalu jahil saudara Li"kata Zain menatap Li dengan sedikit kesal tapi Li yang di tatap seperti itu memalingkan mukanya


"Sudah sebaiknya kalian duduk di kursi dan meja itu sambil bicara baik-baik, aku akan menyiapkan makanan, dan kamu Rino temani mereka"kata Rena hendak pergi


"Baik mah, ayo duduk dulu"kata Rino mengajak Li, Zain dan susi untuk duduk


"Susi sayang aku minta maaf karena tiga tahun lalu aku tidak sempat membantu keluargamu"kata Zain menatap Susi setelah duduk di sebuah kursi

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku juga salah sayang karena tidak memberitahukan mu keadaanku waktu itu, dan langsung pergi dari restauran kampus"kata Susi


Melihat kemesraan Zain dan Susi membuat Li dan Rino hanya seperti nyamuk di antara mereka berdua yang terus berbicara satu sama lain


"Sepertinya Aku pernah mendengar Kamu membicarakan saudara Zain bersama dengan Rini tapi aku tidak menyangka kalo Zain yang kamu bicarakan adalah saudara Zain"kata Rino setelah melihat Zain dan Susi mengatakan perasaannya satu sama lain


"Aku juga tadi mengatakan bahwa jika saudara Zain tidak menginginkanmu, akan aku jadikan calon istriku"kata Li melihat ke arah Susi


"Hahahaha apa kamu bercanda tuan muda Li"kata Susi karena sudah tau siapa Li sebenarnya sambil tertawa


"Tunggu sayang apa katamu"kata Zain menatap Susi


"iya maksudku tuan muda Li dari keluarga Rettes, Tuan muda Keluarga Rettes yang menguasai negara ini dengan kekayaannya yang tidak ada habisnya"kata Susi menatap Li


"Apa maksudmu Susi"kata Rino terkejut


"Apa saudara sepupu tidak tau kalo Li adalah tuan muda keluarga Rettes yang terkenal itu"tanya Susi


"apa"kata Rino terkejut


"tunggu dulu, dari mana kau tau"kata Zain bertanya pada Susi


"Oh seperti itu, Ya sudahlah jadi tidak perlu di sembunyikan lagi"kata Zain


"Jadi itu be be benar"kata Rino gagap cukup terkejut mendengar penjelasan Susi dan Zain


"sudahlah karena saudara Rino sudah tau sebaiknya jangan kasih tau paman dan bibi"kata Li mulai tidak ingin mengungkap identitasnya


"Iya benar, karena saudara Li sudah lama ingin terus menyembunyikan identitasnya"kata Zain


"Baiklah tuan muda"kata Rino gugup


"Hah kita ini saudara, sebaiknya panggil aku seperti biasa saja"kata Li melihat Rino sedikit gugup


"Baik saudara Li"kata Rino mulai tenang


Tak lama Rena bersama beberapa pelayan wanita dan pelayan laki-laki datang membawa banyak makanan dengan troli makanan ke tempat Li ,Zain,Susi,dan Rino berada


"Makanlah sampai puas, ini untuk mengenang pertemuan kalian kembali"kata Rena setelah menyiapkan makanan di atas meja


"Ini terlalu banyak bik"kata Li

__ADS_1


"Wah enak sekali, terima kasih bibi"kata Zain yang sudah mulai makan


"Bibi tinggal dulu kalian bisa makan, kalo kurang bilang saja"kata Rena pergi bersama pelayan yang bersamanya


"Saudara Zain kalo masalah makanan pasti sangat suka"kata Li yang hendak makan tapi begitu Li baru memakan satu makanan Li langsung melahap apa yang ada di meja itu yang bisa di gapai tangannya


"hahahaha aku sudah bilang makanan ini sangat enak, saudara Li lebih rakus dari pada aku"kata Zain melihat tangan Li kesana kemari mulai makan dengan lahap


"benar masakan bibi memang sangat enak dan ini yang terenak yang pernah aku makan"kata Li sambil mulutnya penuh dengan makanan


"apa kalian berdua tidak makan"kata Zain melihat Susi dan Rino tidak makan


"Kalian berdua saja, kami sudah makan lebih dulu"kata Susi


"iya kalian berdua saja, aku juga sudah makan tadi"kata Rino


mendengar itu Li dan Zain dengan lahapnya mulai menyantap makanan di atas meja tersebut, sehingga beberapa waktu berlalu tidak ada yang tersisa di atas meja tersebut, semua habis di makan oleh Li dan Zain


"sungguh makanan yang sangat enak"kata Li


"iya makanan yang sangat enak"kata Zain


"kalian berdua mampu menghabiskan makanan sebanyak itu, seperti tidak makan selama satu Minggu"kata Rino melihat kearah Li dan Zain bergantian


"perut kalian berdua terbuat dari apa, mampu menampung makanan sebanyak itu"kata Susi melihat Li dan Zain juga


"Makanan seenak itu tentu aku tidak akan menyisakannya"kata Zain


"Kamu memang rakus kalo masalah makanan, saudara Zain"kata Li


"Kamu juga"kata Zain


"jadi bagaimana rencana kalian berdua, bukankah kalian sudah lulus kuliah"kata Rino


"kami akan kembali ke keluarga dalam dua hari"kata Li


"Iya aku juga ikut saudara Li jadi harus kembali, dan tentu akan membawa Susi"kata Zain


"Aku tidak pernah setuju"kata Susi


"hahahaha hahahaha"tawa Li lepas saat mendengar Susi berkata seperti itu

__ADS_1


__ADS_2