PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
MEMBERIKAN PIL


__ADS_3

siang hari Li tidak tau apa yang akan dia kerjakan lalu Li memutuskan untuk kembali ke kamarnya


"apa sebaiknya aku membuat pil saja takut nanti master ada yang datang ke sini meminta pil"pikir Li


lalu Li memutuskan untuk membuat pil lagi dalam jumlah banyak sampai malam hari Li masih membuat pil dan berusaha membuat sebanyak yang dia mampu dan tingkat pil yang Li buat beragam sampai sore hari


"Semoga seratus gelang yang aku isi ini bisa memenuhi kebutuhan nanti untuk sementara waktu"kata Li melihat gelang ruang yang sudah dia isi dan dia hitung berjumlah seratus lebih


setelah itu Li berbaring di tempat tidur karena tenaganya terasa sudah hampir habis terkuras karena membuat pil, tanpa sadar Li tertidur di tempat tidur miliknya


Keesokan harinya Li terbangun di dalam kamar miliknya setelah membersihkan badan lalu Li memakai pakaian yang cukup rapi, Li sambil duduk memikirkan apa yang akan dia lakukan setelah semua tugas sudah di kerjakan oleh masing-masing yang Li tunjuk sebelumnya


"Apakah sebaiknya aku menyusuri hutan belantara itu untuk mencari keberadaan kunci hewan best agar nanti bisa membuat pil dengan mudah"kata Li sambil duduk santai di sopa di kamar miliknya


cukup lama Li duduk untuk merencanakan kepergiannya ke hutan belantara apa yang akan dia lakukan sebelum pergi sudah Li pikirkan matang-matang menyiapkan segalanya


Li juga berpikir lebih baik dia pergi lebih awal karena sebulan lebih lagi kedatangan sekte iblis sudah sangat dekat


Li bangun dari duduk melihat jam sudah menunjukkan jam tujuh pagi Li keluar kamar menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi


"Selamat pagi tuan muda"ucap para pengawal yang ada di ruang makan tersebut melihat Li duduk di kursi ruang makan itu


"Pagi semuanya"kata Li sambil duduk


"Hahahaha semua pengawal sangat menghormatimu bagaimana kalo kamu sekarang menjadi pemimpin keluarga kita"kata Dani menatap Li sambil tertawa


"Sepertinya kakek masih sehat, kenapa kakek ingin aku memimpin keluarga kalo kakek masih dalam keadaan sehat, aku masih terlalu muda untuk menjadi seorang pemimpin keluarga, dan aku juga belum selesai bersenang-senang bersama kelima calon istriku"kata Li menatap kakeknya dan menatap kelima calon istrinya dengan sedikit menggoda kelimanya


"Baiklah kalo kamu tidak mau, mulai sekarang juga kakek sudah menyuruh agar pemimpin pasukan yang kamu bentuk untuk tetap sarapan di rumah, agar tidak perlu memanggil mereka ke rumah mereka saat pagi hari, kakek sebenarnya ingin memberikan kamar untuk mereka tapi kamar di rumah kita sudah tidak cukup jika mereka tinggal di sini"kata Dani


"sudah kenapa kakek tidak bangun istana saja kalo ingin menampung semua orang, kan kakek orang terkaya di negeri ini"kata Li


semua orang terdiam menahan tawa karena candaan Li menyuruh kakeknya untuk membangun sebuah istana tapi tidak dengan Dani yang terlihat sedang berpikir

__ADS_1


"baiklah kakek akan membangun istana milik keluarga kita jika itu mau mu"kata Dani dengan tegas


"Hahahaha kakek aku hanya bercanda"kata Li menatap kakeknya


"kakek akan menyelesaikannya dalam waktu sebulan bagaimanapun caranya, karena tanah milik kita di luar kediaman ini juga cukup luas jadi kakek akan membangun istana"kata Dani serius


"Sudahlah kakek aku hanya bercanda, kita kapan akan mulai sarapan kalo terus berbicara seperti ini"kata Li sambil mengambil sendok dan piring untuk makan


"Silahkan kita makan lebih dulu sepertinya tuan muda kalian cukup lapar"kata Dani mengajak semuanya untuk makan


Di ruang makan itu berisi banyak orang termasuk kelima pemimpin yang baru di angkat oleh Li untuk melindungi negara


Hanya tidak ada yang berani bicara kalo Li dan kakeknya sedang berdebat atau menghentikan perdebatan keduanya


saat makan semua yang ada di sana mulai menyantap makanan yang ada di atas meja, hanya keheningan yang tercipta di ruang makan tersebut sampai mereka selesai makan, setelah makan Dani mengajak semuanya ke ruang keluarga


"Kamu sudah menyerahkan semua tugas pada pemimpin pengawal yang kamu angkat, jadi apa yang akan kamu kerjakan mulai sekarang"tanya Dani setelah duduk bersama Li dan yang lainnya di ruang keluarga kediaman milik keluarganya


"Aku akan pergi"kata Li


"Pergi, kamu mau kemana"tanya Dani


"Kehutan belantara itu untuk mencari sesuatu"kata Li


"sebenarnya apa yang kamu cari, bisakah aku ikut denganmu"kata Shanti menatap iba kepada Li


"aku juga"kata keempat calon istri lainnya bersamaan


"Jika kalian ikut hanya akan menghambat perjalananku saja"kata Li dengan tegas


"sebaiknya kamu jelaskan kemana kamu akan pergi, agar mereka tidak hawatir"kata Dani


"Baiklah aku akan jelaskan, setelah menyerahkan tugas itu kepada pemimpin pengawal yang aku angkat sebelumnya, aku jadi tidak ada kerjaan yang bisa ku lakukan di dalam kediaman milik kita ini, jadi aku memutuskan pergi ke hutan belantara untuk mencari hutan hewan best yang masih belum di temukan, dalam waktu satu bulan kalo aku belum menemukannya aku pasti akan kembali"kata Li panjang lebar

__ADS_1


"benar kalian berlima tidak boleh ikut, biar dia sendiri pergi, karena aku tidak ingin kehilangan kalian berlima cucuku yang cantik-cantik"kata Dani


"dasar kakek tua, seharusnya kakek menghawatirkanmu kenapa menghawatirkan mereka yang tidak ikut pergi"kata Li menatap kakeknya


Melihat keakraban Li dan kakeknya membuat semuanya heran, walaupun Li dan Dani saling merendahkan satu sama lain tapi di mata keduanya seperti saling memperdulikan satu sama lain


"Saudara Li , bolehkah aku ikut denganmu untuk mencari hutan itu"kata Zain yang duduk di dekat Li yang dari tadi hanya diam


"apa saudara Zain sudah memutuskan untuk ikut dengan matang"kata Li menatap Zain


"iya aku sudah berjanji akan selalu mengikutinya"kata Zain tegas


"benar, lebih baik cucu Zain juga bersama mu untuk ke hutan belantara itu agar kalian bisa saling menjaga"kata Dani


"baiklah kalo itu keputusan saudara Zain kita akan berangkat hari ini, jika saudara Zain ingin menyiapkan pakaian untuk dibawa silahkan siapkan lebih dulu , aku akan menunggu disini "kata Li


"baik saudara Li "kata Zain berdiri dan berjalan menuju kamarnya


"sebenarnya apa yang kamu cari ke hutan yang tersembunyi itu bukankah hanya ada hewan best dan tanaman untuk membuat pil isinya"kata Dani


"Tidak kek, aku bukan mencari hutan itu tapi mencari perpustakaan Kuno, yang ada di dalam hutan best tersembunyi itu, aku dengar ada banyak buku jurus di perpustakaan di hutan best yang masih tersembunyi itu"kata Li


"Iya benar kata Li kek, perpustakaan itu memang ada dan sejarahnya pun baru di temukan beberapa tahun di sekte"kata Shanti membenarkan kata Li


"Oh begitu"tanggapan Dani biasa saja padahal hatinya sangat senang jika Li nanti berhasil menemukan hutan best yang masih tersembunyi itu


"Untung kakek tadi bicara tentang pil jadi aku ingat ingin menitipkan sesuatu, ini pil kultivasi,pil penambah energi, dan ini pil penyembuhan, semuanya tingkat fana surgawi tahap awal, Jika nanti para master sekte datang meminta pil tolong kakek berikan kepadanya dan katakan kalo aku sedang ada di hutan"kata Li mengeluarkan gelang ruang kecil dari gelang ruang besar miliknya lalu menaruh seratus gelang di atas meja dengan tiga warna di depan Dani


"sebanyak ini, dan kenapa kamu tidak menjelaskan tentang kenapa warnanya berbeda"kata Dani sambil melihat gelang ruang yang di atas meja yang di taruh oleh Li, membuat semua yang ada di sana terkejut


"ouh itu, aku sengaja membedakan warnanya agar kakek bisa membedakannya, gelang putih ini untuk pil kultivasi, gelang merah untuk menambah energi dan gelang hijau untuk pil penyembuhan,jika kakek ingin menggunakannya silahkan aku rasa kakek kalo menggunakan semuanya secara rakus tubuh kakek akan meledak"kata Li sambil memegang gelang berbeda warna satu persatu


"iya kakek akan menggunakannya secukupnya, dan memberikannya kepada yang lain jika sudah sampai ke tingkat kultivasi fana surgawi tahap awal"kata Dani

__ADS_1


"Aku lupa, ini paman Austin juga bagikan pada yang lain, ini pil tingkat tubuh emas sama pil tingkat kekuatan ilahi, mungkin ini cukup untuk melatih pengawal dan paman sekalian selama aku pergi"kata Li sambil menaruh enam puluh gelang ruang di atas meja di depan Austin


Austin tidak seperti Dani yang belum tau tentang pil karena austin berada lebih lama di sekte dari pada Dani yang berada di sana hanya beberapa bulan saja, jadi Li tidak perlu menjelaskannya pada Austin karena Austin sudah tau pil yang Li berikan


__ADS_2