
Tika Verniyaes salah satu putri dari keluarga Verniyaes. Ia amat gemar membaca. Ia pergi dari negara A ke negara Berman untuk meneliti sejarah kehancuran bangsa Yanja. Ia membaca menemukan buku yang cukup menarik yang berjudul "kamp" dibuku tersebut masih menggunakan bahasa daerah di negara Berman. Karena Tika hanya bisa berbahasa Inggris ia tidak memahaminya. Ia membeli buku tersebut dan pulang ke negara A.
Setelah menerjemahkan buku tersebut. Ia menemukan bahwa bangsa Yanja masih ada beberapa yang hidup. Namun, mereka bersembunyi di balik benua E. Mereka tidak menggunakan unsur kebangsaan mereka. Tika memberitahukan hal ini kepada keluarga. Keluarganya sangat senang pada saat itu. Ekspedisi untuk mencari orang sebangsa mereka gencar dilakukan. Hingga ia bertemu dengan pria bernama Morgan yang ternyata adalah pengusaha di negara A. Ia juga termasuk elit global. Ia memiliki industri perfilman yang mendunia. Lalu mereka bertemu dengan keluarga Herman Willem yang ternyata adalah pemilik kartun yang mendunia di abad modern.
__ADS_1
Setelah pertemuan itu, Mereka membentuk perkumpulan rahasia dan hanya keturunan bangsa Yanja saja yang boleh ikut. Mereka membuat simbol-simbol rahasia sebagai identitas mereka. Mereka keturunan Yanja masih dendam terhadap seluruh bangsa mulai dari zaman Firaun mereka tersiksa hingga jaman abad pertengahan. Misi mereka sama dari awal membuat tatanan dunia baru dimana seluruh bangsa tunduk dan patuh pada mereka. Semua bangsa harus menjadi pelayan mereka.
Rasa dendam yang sama membuat bangsa Yanja yang tersisa menjadi bangsa yang kuat di zaman modern. Terbukti dari penemuan mereka yang amat hebat di zaman modern.
__ADS_1
Setelah membentuk sebuah perkumpulan rahasia. Kini cita-cita selanjutnya adalah membuat tatanan dunia baru. Perfilman disuguhkan dengan adegan p*rnografi dan itu dilihat oleh seluruh bangsa kecuali bangsa Yanja. Bangsa Yanja gemar meneliti membuat penemuan baru sedangkan bangsa lain dibuat terlena dengan hal-hal gila seperti p*rnografi, video game atau semacamnya agar rusak otak bangsa lain selain bangsa mereka.
Dalam sebuah kartun yang dibuat oleh Herman Willem ternyata mengandung unsur yang cukup mencengangkan. Terdapat tokoh di dalam kartun yang defresi dan bunuh diri. Sering diceritakan hal semacam itu. Bahkan sejak perilisannya kartun tersebut, terdapat bukti otentik bahwa banyak yg menonton dan ikut bunuh diri juga. Sungguh hal yang mencengangkan. Kartun anak-anak malah disuguhkan dengan hal yang berbau bunuh diri.
__ADS_1
Inilah salah satu hal yang merusak bangsa lain. Dan sekali lagi ditegaskan bahwa bangsa Yanja tidak menonton kartun semacam itu. Mereka di didik dengan baik makan-makan yang berkualitas dan melihat hal-hal positif. Diajarkan hal-hal yang berbau penemuan, ilmuan, politik, dan lain-lain sedangkan bangsa lain di rusak oleh mereka.
Mereka menyisipkan doktrin-doktrin kepada bangsa lain untuk mengikuti misi mereka. Bangsa lain terperdaya dengan hal-hal berbau kenikmatan sesaat seperti pergaulan bebas, minum-minum beralkohol dan lain-lain. Sedikit bangsa lain yang menjadi ilmuwan.
__ADS_1