
Zain yang melihat Susi di depannya yang berusaha mengehentikan laki-laki di depannya yang memegang kerah lehernya, lalu Zain mengelus kepala Susi
"Siapa yang berani memegang kepalaku"teriak Susi berbalik
"hai"kata Zain tersenyum
"Zain, kenapa kamu bisa ada disini"kata Susi menyingkirkan tangan Brandon dan langsung memeluk Zain di depannya
"Susi siapa dia"tanya Brandon terkejut melihat Susi memeluk gembel di depannya yang sebelumnya dia pegang kerah bajunya
Semua orangpun terkejut melihat Susi memeluk orang gembel yang mereka sebut dari awal dengan hinaan dan cacian
"Siapa dia kamu tidak perlu tau"kata Susi
"hei gembel, ilmu sihir apa yang kamu gunakan sehingga ratuku bisa suka padamu, dan kamu harus bertanggung jawab karena telah menyakiti tanganku"kata Brandon mulai mencari masalah
"apa aku tidak salah dengar, bukankah kamu ingin menampar kekasihku jadi aku hanya menghentikan perbuatanmu karena ingin menyakitinya, dan aku lihat juga tanganmu baik-baik saja"kata Zain membela diri sambil menunjuk tangan Brandon Sen
"Aku tidak peduli"kata Brandon langsung maju untuk meninju Zain
Zain yang melihat Tinju Brandon Sen mengarah kepadanya, Zain tidak tinggal diam dan menangkap tinju tangan kanan Brandon Sen dengan Telapak tangannya sebelah kiri
"Apa ini tangan yang memegang tangan kekasihku tadi"kata Zain
Krek
Zain memutar tangan Brandon Sen terdengar suara tulang bergeser
"aarrrrkkkk tanganku"kata teriak Brandon memegang tangan kanannya karena patah
"jika kalian ingin berakhir seperti dia, majulah"kata Zain
Dengan segera Pengikut Brandon Sen membawa Brandon pergi keluar restoran itu
"Apa itu tidak apa-apa kamu mematahkan tangannya"kata Susi melihat Zain
"tidak apa, hanya patah ringan saja"kata Zain sambil duduk kembali
Mahendra Son yang melihat kejadian itu langsung pergi tidak mau mencari masalah dengan orang yang Brandon remehkan itu
Sedangkan Li hanya duduk masih menyantap makanan di atas meja dengan santainya
"Saudara Li ,kenapa kamu hanya diam saja"kata Susi ikut duduk di kursi dekat Zain
"hahaha aku kira siapa ternyata saudara Zain dan Li"kata Dion menghampiri Zain dan Li
__ADS_1
"Siapa lagi yang mampu memberi pelajaran pada orang-orang sombong itu, kalo bukan saudara Zain dan Li"kata Dika yang ada di dekat Dion
"sudah silahkan duduk Saudara Dion dan Dika"kata Li melihat Dion dan Dika datang
"Terima kasih telah menyelamatkan kami tadi kalo tidak mungkin Brandon dan Mahendra akan terus membuat masalah pada kami jika kamu berkunjung kesini"kata Dion
"tidak perlu berterima kasih, aku juga tidak melakukan apa-apa, itu semua berkat saudara Zain"kata Li
"iya tidak perlu berterima kasih saudara Dion dan Dika bukankah kita sudah seperti saudara"kata Zain dengan santai dan masih menatap Susi
Begitu juga dengan Susi masih saling menatap Zain dengan rasa berbunga di hatinya
"ah sudahlah percuma kita berbicara kalo kedua orang itu sudah memandang satu sama lain"kata Li menyindir Zain
"iya kalian kesini untuk makan, kenapa tidak pesan makanan sekalian"kata Zain
Setelah kejadian itu semua orang kembali duduk ke tempatnya masing-masing dan masih banyak orang yang tidak percaya kalo dua gembel yang mereka jelekkan ternyata kenal dekat dengan Susi dan kedua kakaknya
"Tuan ini bil untuk makanan yang anda makan"kata seorang pelayan menghampiri Zain dan Li
"sepuluh juta lima ratus lima puluh ribu"kata Zain melihat bil pembayaran makanan di atas meja itu dengan santai
Tapi semua Orang yang di restoran itu mendengarkan Zain membaca bil pembayaran itu terkejut dengan makanan yang di makan Zain dan Li
"biar aku membayarnya karena kamu sudah menolongku"kata Susi
"ini sepuluh juta enam ratus ribu sisanya bisa kakak ambil"kata Zain mengeluarkan segepok uang dari sakunya
"biar saya hitung dulu tuan"kata pelayan wanita itu sambil mengangkat tangannya memanggil pelayan yang lainnya untuk membersihkan meja makan itu
seorang pelayan datang membawa troli makanan untuk membersihkan Sisa makanan di atas meja bekas Li dan Zain makan
"ini sudah sepuluh juta enam ratus pas tuan, apa ada yang tuan inginkan"kata Pelayan itu sambil bertanya
"Oh ini Saudaraku ingin makan,bisakah memesan dari sini"kata Zain
"bisa tuan silahkan lihat buku menunya"kata Pelayan itu
"Aku pesan yang sepeti tadi dan jusnya juga ditambah enam"kata Zain
"Hmmmmm"Dehem Li
"ouh ya kalo ada obat batuk Carikan untuk saudaraku"kata Zain melihat Li
" aku hanya sedikit menarik napas, Jangan dengarkan dia kak silahkan saja sajikan makanannya "kata Li
__ADS_1
"baik tuan tunggu sebentar , kami siapkan"kata pelayan itu langsung pergi untuk menyiapkan makanan
"Wah Apa itu tidak kebanyakan saudara Zain"kata Dion
"iya apa itu tidak kebanyakan"kata Dika
"Iya kamu kenapa memesan banyak makanan"kata Susi
"Bukankah kalian kesini untuk makan siang"kata Zain
"iya juga tapi jangan terlalu banyak"kata Susi dengan malu
"Sudahlah biar saja, dia kawannya tuan muda, makanya jadi sedikit menghamburkan uang"kata Li
"iya tapi aku sendiri tidak pernah melihat tuan muda itu"kata Dion
"iya sepertinya tuan muda itu hanya mengurung diri di rumahnya"kata Dika
"Ouh apa kalian tidak tau, kalo tuan muda itu sangat gila, dia menyuruh kami menyamar kalo masuk universitas untuk menjadi orang miskin"kata Zain
"Benarkah seperti itu"kata Susi
"benar, kalo keinginannya tidak di ikuti, tuan muda itu akan pergi sendiri dan melakukan apa saja yang dia inginkan, kalo perlu hancurkan dunia ini bisa atas kelakuannya"kata Zain
"hahahaha hahahaha "tawa Susi Dion dan Dika bersamaan mendengar kata-kata Zain
Sedangkan Li hanya menggelengkan kepalanya mendengar Zain sambil tersenyum, Li dan semuanya asik berbincang satu sama lain di restoran itu sambil menunggu makanan yang di pesan Zain
"Wah siapa itu cantik sekali, hampir sama cantiknya"ucap seorang yang sedang duduk di Restoran itu melihat seorang wanita membuka pintu restoran itu masuk
"iya wanita itu sangat cantik sama seperti Susi"kata Seorang yang di restoran itu
"Wah seperti seorang dewi yang turun dari langit"kata Seorang lagi
Mendengar orang-orang berkata memperhatikan wanita cantik yang baru masuk ke restoran itu Li, Zain , Susi , Dion dan Dika langsung melihat ke arah pintu masuk restoran itu
"ah sial kenapa dia ada di sini di saat yang tidak tepat"kata dalam hatinya Li menundukkan kepadanya di atas meja dan ternyata wanita yang baru masuk itu adalah Lisa calon istri Li
"waaaah memang benar kata orang-orang wanita itu sangat cantik"kata Dion
"iya sangat cantik"kata Dika
"iya aku juga ingin berpakaian seperti dia"kata Susi melihat wanita yang baru masuk di pintu restoran itu
"hahahaha hahahaha"Tawa Zain tidak mampu di tahan karena melihat Lisa yang baru masuk di pintu restoran itu
__ADS_1
Zain tertawa cukup keras sehingga Lisa melihat ke arah tawa itu