
"Maaf sebelumnya, Nama saya Li Chang Rettes nama kalian siapa..?"kata Li memperkenalkan diri sambil bertanya.
Mendengar akhir nama keluarga Li di belakangnya tiga orang yang sudah siap untuk tidur terduduk dan memandangi Li.
"Maaf sebelumnya saudara Li ,apakah saudara Li dari keluarga Rettes di ibu kota di kota maju terus"tanya salah satu di antara mereka.
"iya benar memang kenapa"kata Li.
"maafkan sikap tidak sopan saya tuan muda Nama saya Ten Ling dan ini adik saya Ben Ling, saya dari keluarga Ling di ibu kota"kata Ten Ling sambil memberi hormat kepada Li.
"maafkan saya juga sebelumnya tidak sopan tuan muda nama saya Yang Guang, saya dari kota Mata naga, saya dari keluarga Guang di kota mata naga"kata Yang Guang
"hahaha hahaha sudah ku bilang jangan terlalu hormat kepada saya, saya ingin berteman dengan kalian, saya lupa ini namanya sul filer dia anak dari keluarga filer di kota mata naga apakah kamu tau itu saudara yang"kata Li sambil duduk terbangun dari tidurnya dan menunjuk sul di dekatnya.
__ADS_1
mendengar kata-kata Li membuat hati mereka tenang dan merasa aman dengan dekat dengan orang terkaya di seluruh negeri ini.
"Saya tau tuan muda, maafkan saya tuan muda filer karena tidak mengenali anda walaupun kita berada di kota yang sama"kata Yang.
"sudahlah kalian sudah tau namaku jadi aku sudah termasuk memperkenalkan diri, jadi mohon kerja samanya"kata sul sambil duduk terbangun dari tidurannya memandangi teman barunya yang ada di sana.
"Kami juga mohon bantuannya, maaf sebelumnya adik saya tidak banyak bicara tapi nanti kalo sudah akrab dia tidak akan berhenti bicara, adu uhhhh"kata Ten Ling kepada Li dan sul dan sedikit tangannya di cubit oleh Ben Ling.
"iya iya iya iya"jawab Li dan sul bersamaan melihat ketiga orang itu.
Malam berlanjut mereka bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing mulai untuk mengakrabkan diri tanpa sadar mereka satu persatu tertidur.
Pagi hari di dalam sekte bulan bersinar Li terbangun dari tidurnya seakan tidak merasakan hawa dingin bagi tubuhnya sedangkan bagi teman-teman sekamarnya berselimut kedinginan saat terbangun dari tidur. Dengan kultivasi tubuh tingkat fana surgawi tahap 3 dan kultivasi qi tingkat setengah abadi tahap 3, tubuh Li bisa menghadang hawa dingin dan panas, sedangkan bagi teman-temannya yang berada dalam kultivasi tingkat pembentukan jiwa masih belum bisa menahan hawa dingin dan panas,walaupun demikian rasa lapar sudah tidak ada yang merasakannya lagi.
__ADS_1
"Saudara Li kenapa kamu tidak merasakan dingin seperti kami huhhh huuhhhh"kata Sul seolah kedinginan masuk ke tubuhnya.
"iya saudara Li kenapa hanya kamu dari kami bertiga yang tidak merasakan dingin di pagi ini"kata Ten menatap Li yang tidak Kelihatan kedinginan.
"mmmmm sepertinya aku sudah terbiasa, merasakan ini hawa seperti ini karena sering berlatih di dalam hutan"kata Li sambil sedikit berbohong, Li tidak mungkin menceritakan bahwa dia Sebenarnya sudah ada di kultivasi yang melebihi orang di dunia ini sekarang.
Mereka yang mendengar itu merasa aneh, karena orang terkaya di dunia ini bisa menjalani hidup seperti itu.
Pagi yang sedikit siang yang memunculkan matahari mereka berlima baru keluar dari kamar dan melihat orang-orang di depan-depan kamar mereka sedang duduk seperti menunggu sesuatu.
"Sepertinya kita tidak tau apa yang akan kita dan orang-orang di sini lakukan hari ini di dalam sekte ini, apa cuma duduk diam di sini"kata sul membuka suara sunyi.
"hush jangan bicara sembarangan saudara sul"kata Yang menegur sul
__ADS_1
"benar kata saudara Yang "kata Ten membenarkan ucapan Yang
sedangkan Li dan Ben yang duduk bersama mereka hanya mengangguk, Li sendiri yang sudah tau sifat dari sul, tidak mau meladeni sul yang banyak bicara.