PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
MENYEMBUHKAN


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama Li dan Zain bersiap untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya, Pagi hari matahari terlihat Li duduk bersama Zain di tepi sungai bunga harum itu


"jadi bagaimana saudara Zain, kemana perjalanan kita selanjutnya, tempat yang menarik bagimu dan terdekat dari sini"tanya Li pada Zain


"Bagaimana kalo kita menyusuri sungai ini saja saudara Li, karena sebelumnya aku juga ingin menyusuri sungai ini tapi tidak sempat karena jauh dari sekte, mungkin nanti kita bisa menemukan sesuatu yang menarik"kata Zain


"Menarik, tapi kamu tau nanti jalan yang benar jika ingin menuju ke tempat lain"tanya Li


"Taulah, jika dari sini ke arah barat kita bisa menemukan gua yang tidak banyak di ketahui oleh banyak orang,jika kita menyusuri sungai ini ke arah barat bisa lebih dekat dengan gua itu, dan dari pada langsung baiknya kita menyusuri sungai ini untuk mencari sesuatu sambil berjalan"kata Zain


"baiklah, ayo kita jalan sekarang"kata Li berdiri dan berjalan ke arah barat


Li dan Zain berjalan ke arah barat bersama menyusuri sungai itu tanpa terbang, perjalanan mereka tidak terlalu sulit karena di sekitaran sungai itu tidak banyak pohon-pohon


Di saat Li dan Zain sedang asik berjalan di sungai bunga harum, sedangkan di kediaman keluarga Rettes sedang berbincang pagi di ruang keluarga setelah sarapan pagi


"Saudara-saudara memang hebat seperti dulu, sekarang sudah ada di tingkat fana surgawi tahap awal"kata Dani menatap Austin dan yang lainnya yang dulu berasal dari sekte


"Saudara Dani lah yang hebat, sekarang sudah ada di tingkat fana surgawi tahap ke dua"kata Austin


"ini semua berkat Bocah itu, kalo tidak mana mungkin aku sampai ke titik ini, tapi orang-orang tidak pernah ada yang bisa menembus tingkat fana surgawi tahap ke tiga beberapa ratus tahun terakhir ,jika bocah itu memberikan pil kultivasi tingkat fana surgawi tahap dua mungkin kita bisa menerobos lagi ke tahap ke tiga, tapi bocah itu tidak mau memberikannya"kata Dani


"Mungkin bukan seperti itu maksud tuan muda Li saudara Dani, mungkin saja belum ada Tanaman dan bahan lainnya untuk membuat pil itu"kata Aiden


"aku juga berpikir seperti itu"kata Austin


"Iya bisa saja, jadi bagaimana latihan para pengawal yang kalian pimpin"kata Dani sambil bertanya


"dalam dua hari ini mereka sudah berada di tingkat tubuh emas tahap ke tiga mungkin dalam dua hari lagi mereka akan sampai di tingkat kekuatan ilahi"jawab Austin


"kalo kalian cucuku bagaimana dengan pengawal kalian"kata Dani juga bertanya ke pada kelima calon istri Li


"Sama seperti Pengawal lainnya, pengawal kami baru berada di tingkat kultivasi tubuh emas tahap ketiga juga, mungkin dalam dua hari juga bisa mencapai tingkat kekuatan ilahi"kata Shanti


"Bagus bagus, jika kalian butuh pil lagi jangan sungkan padaku, baiklah sekarang aku juga harus melatih pengawal pribadiku karena mereka sekarang sudah ada di tingkat kekuatan ilahi, aku tidak mau kalah dari kalian"kata Dani sambil berdiri dan menyuruh ke sepuluh pengawal pribadi miliknya mengikutinya


begitu juga dengan Austin dan pemimpin pengawal lainnya keluar untuk melatih pengawal, Sedangkan Shanti dan ke empat calon istri Li masih duduk di ruang keluarga itu


"Bagaimana ya kabar Li sekarang, aku sangat merindukannya"kata Shanti

__ADS_1


"aku juga sangat merindukannya"kata Lila


"baru dua hari kita di tinggal kalian sudah seperti ini, apa lagi sebulan ke depan, aku akan pergi melatih pengawal pribadi milikku dulu"kata Nina dung tapi Nina juga merindukan Li tapi berusaha menyembunyikan kerinduannya


"iya aku juga akan pergi melatih pengawal ku"kata Len sing juga berdiri pergi


"iya ayo saudari Lisa dan saudari Lila kita juga pergi melatih pengawal"kata Shanti juga mengajak Lila dan Lisa karena Lisa juga harus berlatih dan latihan lebih berat di berikan oleh Shanti kepada Lisa karena Lisa baru mengenal tentang kultivasi


Di tempat Li sampai siang hari mereka menyusuri sungai bunga harum mereka tidak menemukan apa-apa sama sekali


setelah cukup lama Li dan Zain melihat ada tenda di tepi sungai itu seperti sedang ada orang berkemah di tepi sungai itu


Li dan Zain terus berjalan dan menghiraukan keberadaan mereka dengan terus berjalan mendekat ke arah perkemahan itu dengan berjalan kaki


melihat banyak orang yang lebih dewasa dari Li dan Zain mereka pasti adalah seorang mahasiswa yang sedang melakukan perkemahan di sana, Li mengetahui itu karena dari baju almamater yang di kenakan oleh orang-orang itu


"Sepertinya kalian berdua sedang jalan-jalan di hutan ini, apa yang sedang kalian cari"kata seorang wanita menghampiri Li dan Zain yang tidak jauh dari tenda itu


"iya maaf sebelumnya dengan nona siapa saya berbicara"kata Zain menatap wanita itu yang tidak kalah cantik dengan kelima calon istri Li


"nama saya Susi Surya dari keluarga Surya, kalo boleh tau nama kalian siapa"tanya Susi balik


"panggil Li saja"kata Li karena tidak mau menyebut nama keluarganya


"iya ini saudara jauh saya namanya Li "kata Zain


wanita itu tampak tidak memahami sikap Li yang tidak peduli dengan keberadaanya, sedangkan senang akan Zain yang memperkenalkan diri dengan baik


"jadi maksud kedatangan saya menemui kalian adalah kenapa kalian menuju ke tenda kami"kata Susi Surya


"Anda salah paham Nona, kami sedang berjalan menyusuri sungai ini"kata Zain


Baru saja Zain selesai bicara datang dua orang laki-laki dari belakang Susi Surya


"siapa mereka adik"kata seorang pria


"iya siapa mereka adik"kata seorang pria satunya lagi


"Oh mereka adalah orang yang sedang menyusuri sungai ini jadi jangan khawatir kakak"kata Susi

__ADS_1


"oh maaf sebelumnya saya tidak sopan dengan sikap saya, nama saya Dion Surya dan ini adik saya Dika surya dan Susi Surya"kata Dion Surya


Li dan Zain juga memperkenalkan diri tapi sikap sopan Li terhadap Dion dan Dika di tunjukkan, lalu Zain berpikir apa maksud Li sebelumnya tidak sopan kepada Susi Surya


"Mari kita berbincang di dekat tenda sejenak mungkin kalian mengetahui tentang hewan tersebut"kata Dion mengajak Li dan Zain


Setelah itu Zain dan Li mengikuti Dion ke arah yang di tunjukkan bersama Dika dan Susi, setelah berjalan tak lama mereka sampai di dekat tenda


"Jadi ada masalah apa saudara Dion mengajak kami kesini"kata Zain setelah duduk di sebuah kursi kecil yang sudah di siapkan , sedangkan Li hanya diam saja karena ada maksud tersembunyi


"Ouh jadi seperti ini kami sedang melakukan kemping terakhir untuk perpisahan terakhir di universitas besok sore kami sudah akan kembali ke kota Maju terus, untuk wisuda tapi tadi malam ada hewan yang mencurigakan muncul dan menyerang tenda kami hingga kami terbangun dan beberapa orang berusaha menebas hewan tersebut dengan parang tapi hewan tersebut tidak terluka sama sekali, malahan beberapa teman kami sedang sakit akibat serangan hewan tersebut, sampai tadi pagi kami melawan hewan tersebut dan saat matahari muncul hewan itu mulai berlari kedalam hutan"kata Dion menceritakan yang terjadi


"hewan itu adalah hewan b"kata Zain terhenti karena Li menutup mulutnya


"maaf aku tidak bisa menjelaskannya tapi bisakah kami menginap semalam di sini menemani kalian"kata Li mulai angkat bicara


"benarkah kedua saudara mau membantu kami"kata Dion


"iya jadi dimana teman-teman kalian yang terluka"kata Li sambil menyelipkan pil ke dalam kantong Zain


"Di dalam tenda"kata Dion


"aku akan menyembuhkannya tunjukkan jalannya"kata Zain karena tau maksud Li menyelipkan obat ke kantong celananya


"baiklah mari ikut saya, saya akan menunjukkannya"kata Dion lalu Li, Zain ,Dika dan Susi mengikuti Dion dari belakang menuju tenda tempat orang yang sedang terluka


Li dan yang lainnya di bawa ke tenda besar yang di bangun di tengah dan di kelilingi tenda-tenda kecil di sampingnya


setelah masuk membuat Li dan Zain terkejut dua puluh orang lebih berada di dalam tenda itu terluka parah


"Saudara Zain gunakan pil itu untuk menyembuhkan mereka dengan cepat karena waktu mereka hidup hanya tinggal dua jam lagi kalo tidak mereka akan mati ,aku sudah selipkan pil penyembuh tingkat daging fana ke kantkngmu kurang lebih tiga puluh jadi berikan mereka satu persatu secepatnya"kata Li berbisik di tenga Zain mengambil kesempatan berbisik karena berada di belakang susi dan yang lainnya


"Ini semua yang terkena hewan semalam jadi bisakah kedua saudara menyembuhkannya"kata Dion


"kami akan menyembuhkannya, tapi kalian jangan banyak tanya bagaimana, jika kalian banyak tanya aku mungkin berubah pikiran"kata Zain tegas


mendengar kata-kata tegas dari Zain Li memberikan jempol ke arah Atas kepada Zain


"silahkan jika Itu Mampu menyembuhkan mereka"kata Dion

__ADS_1


lalu Zain berjalan kearah salah seorang laki-laki yang terluka parah dengan luka di tangan dan kakinya seperti terkena sayatan parang, Zain menyuruh laki-laki itu duduk lalu Zain mengeluarkan pil kepada laki-laki itu dan menyuruhnya menelan pil itu, laki-laki itu menuruti perintah Zain tanpa banyak tanya setelah menelan pil itu luka pada laki-laki itu sembuh seketika melihat itu Dion ,Dika ,dan Susi berulang kali mengusap matanya karena tidak percaya itu


__ADS_2