PEMIMPIN DUNIA

PEMIMPIN DUNIA
BERKELILING KAMPUNG


__ADS_3

"terima kasih saudara Rino telah menemani kami membeli motor, jika ada yang saudara Rino butuhkan bilang saja"kata Li


"tidak ada, aku hanya menemani kalian berdua tapi apa kalian punya SIM untuk pergi mengendarai motor tersebut"tanya Rino


"kami belum punya"kata Li


"kalo mau, bagaimana kalo kalian nembak SIM saja Karena untuk membuat SIM di kantor polisi sangat membutuhkan waktu lama"kata Rino


"maksud saudara Rino bagaimana"tanya Zain


"jika menembak membuat SIM hanya mengeluarkan uang sekitar tiga sampai empat ratus untuk satu SIM, begitu maksudnya saudara Zain"kata Li


"Benar kata saudara Li, syaratnya hanya KTP saja"kata Rino


"ini ktp milikku dan ini uang satu juta setengah, mana KTP mu saudara Zain berikan biar saudara Rino mengurus semuanya"kata Li


"ini"kata Zain juga memberikan KTP nya pada Rino


"Apa ini tidak terlalu banyak saudara Li"kata Rino menerima uang dari Li


"tidak, itu cukup sebagai tanda terima kasihku atas menemani kami membeli motor dan membuat SIM, tapi ngomong-ngomong berapa hari baru bisa selesai membuatnya"tanya Li


"dalam tiga hari aku pasti mengantarnya ke sini, jadi aku pamit sekarang untuk membuatnya"kata Rino sambil berjalan ke arah tempat dia meninggalkan motornya


Karena merasa sudah siang Li dan Zain memasukkan motor barunya ke dalam rumah dan setelah itu Li dan Zain masuk ke dalam rumah


"jadi bagaimana dengan rumah sebelah itu"tanya Zain


"Bagaimana kalo kita merobohkan temboknya agar kedua rumah ini mengatur"kata Li


"ide yang bagus"kata Zain


Li dan Zain pun keluar kembali melihat tembok pembatas rumah itu, karena mereka merasa tidak ada kerjaan, Li dan Zain menghantam tembok itu dan menyadap suaranya agar tidak di dengar oleh orang yang lewat, dalam sekejap tembok pembatas rumah itu hancur


Li dan Zain pun merapikan potongan kecil tembok itu yang sudah lebur , mereka menepikan bekas tembok itu di belakang rumah agar terlihat tidak berantakan di bagian depan,Sore hari baru Zain dan Li selesai merapikan halaman kedua rumah tersebut


"nah kalo kaya gini kan tidak menghalangi jalan dan ada tempat kita parkir motor"kata Li melihat halaman semakin luas di antara dua rumah itu


"iya terasa lebih luas"kata Zain


Setelah Li dan Zain memindahkan motornya baru mereka masuk kedalam rumah pada waktu hari sudah hampir menjelang malam

__ADS_1


Li masuk ke kamarnya dan zain pun juga masuk kamarnya, karena merasa tidak ada yang di kerjakan malam itu Li berbaring di kamarnya dan tertidur tanpa sadar begitu juga dengan Zain


Pagi hari Li terbangun lebih dulu dan setelah mandi Li duduk di balkon rumah itu sambil duduk santai menikmati waktu pagi hari


Di tengah ketenangan Li mulai merindukan sosok-sosok calon istrinya, Li pun lagi itu menelpon kakeknya dan membicarakan banyak hal tidak lupa berbicara dengan kelima calon istrinya lewat telpon vc


"hohoho Ternyata saudaraku sedang asik menelpon calon istirnya "kata Zain muncul dari belakang Li melihat Li menelpon vc bersama calon istrinya


"Iya dong, dari pada kau si Susi saja tidak pernah kamu hubungi"kata Li melihat Zain duduk di sampingnya


"aku lupa meminta nomer hpnya, kenapa aku selalu lupa minta itu saat bertemu"kata Zain


"kalo nanti Susi tidak menyukaimu karena mengendarai motor bebek sedangkan Susi memakai mobil bagaimana"kata Li


"Wanita jika menyukai harta aku tidak akan mengejarnya, tapi jika menyukai pribadiku mau aku kaya atau miskin aku dia mencintaiku, maka aku akan lebih mencintainya balik"kata Zain


"sudah dulu ya sayang-sayangku, nanti aku hubungi lagi"kata Li setelah itu mematikan telponnya


"sepertinya saudara Li hubunganmu baik-baik saja dengan ketiga calon istrimu"kata Zain


"iya baik-baik saja, emangnya kenapa"tanya Li


"tidak ada, tapi kenapa saudara Li rela meninggalkan mereka di kediaman"kata Zain


"tapi apa saudara Li tidak takut jika dengan meninggalkan mereka, mereka akan mengerti tujuan dari saudara Li sebenarnya ,atau mungkin saja mereka berpaling pada laki-laki lain"kata Zain


"tidak, karena mereka ada di kediaman keluargaku, jika berada di luar baru aku akan khawatir sama seperti hubunganmu dengan si Susi yang belum jelas saat ini sedang berada dimana"kata Li melimpahkan semuanya pada Zain dan Susi


"iya aku memang belum jelas menyatakan cintaku pada Susi tapi aku sangat mencintainya"kata Zain


"bagaimana kalo setelah SIM kita jadi tiga hari lagi kita menuju universitas, mungkin Susi ada di sana"kata Li


"bisa tapi saat itu aku juga menemuinya di universitas saat meminjam mobil mu"kata Zain


"apa dia tidak mengajakmu kerumahnya saat itu"tanya Li


"tidak, kami hanya berkeliling kota saja dan dia yang menyetir karena aku belum punya SIM waktu itu"kata Zain


"oh seperti itu, tapi hari itu kamu menghilang tiga hari kemana saja"kata Li


"tidak ada"kata Zain memalingkan mukanya karena malu

__ADS_1


"apa jangan-jangan kamu"kata Li curiga dengan sikap Zain


"Iya ya aku akui hari itu aku pergi bersama Susi ke hotel, dan dia mengajakku ke sana, dan kami menginap tiga malam"kata Zain


"hahahaha itu yang ingin aku dengar"kata Li tertawa keras


"Iya aku akui aku lakukan itu Bersama dengannya waktu itu, tapi satu sama lain dari kami belum secara tulus menyatakan bahwa kami saling mencintai"kata Zain


"kalo kamu bertemu dengannya apa kamu akan mengatakan perasaanmu padanya"kata Li


"tentu, dan aku ingin mencobanya dengan aku berpakaian sejelek ini apa dia akan menerimaku"kata Zain


"oh begitu baguslah jika kamu berpikir seperti itu, aku juga berpikir demikian"kata Li


Setelah itu Li dan Zain diam dalam waktu yang lama sambil terhanyut dalam pikiran masing-masing


mereka tidak sadar kalo waktu sudah menunjukkan waktu siang lewat


"huh panas"kata Zain tersadar dari lamunannya


"iya, aku tidak menyangka ini sudah siang"kata Li juga tersadar karena mendengar ucapan Zain


"apa yang akan kita lakukan hari ini saudara Li"tanya Zain


"kita jalan-jalan mengelilingi kampung ini saja sambil menunggu SIM kita jadi"kata Li


"ide yang bagus, aku akan mandi lebih dulu"kata Zain berlari menuju kamar mandi


sedangkan Li turun tangga dengan pelan dan setelah sampai bawah Li duduk di kursi menunggu Zain selesai mandi


Tak lama Zain selesai mandi, Li pun langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi Li menuju kamarnya untuk mengganti baju


"saudara Zain apa kamu sudah siap"teriak Li dari kamarnya


"sudah aku sudah menunggumu di bawah"teriak Zain


Mendengar itu dengan cepat Li keluar dari kamarnya dan menemukan Zain duduk di kursi di ruangan bawah


"aYo kita berkeliling kampung ini"kata Li saat sudah sampai setelah menuruni tangga langsung mengajak Zain untuk keluar


"ayo"kata Zain

__ADS_1


Li dan Zain berkeliling kampung berjalan kaki karena itu akan lebih bisa melihat sekitar kampung dari pada harus menggunakan motor


Sampai sore hari Li dan Zain berkeliling kampung, pada malam hari Li dan Zain menuju ke warung milik istrinya Riko yaitu warung Dena setelah makan di sana baru Li dan Zain kembali ke rumahnya


__ADS_2