
"Mmmmm buku jurus disini sangat banyak, ngomong-ngomong Lis elemen apa yang kamu kuasai"kata Li melihat sekeliling di dalam perpustakan Buku jurus itu sambil bertanya kepada Lisa
"Ini coba kamu lihat"kata Lisa menunjukkan elemen yang dia kuasai muncul Elemen di ketiga jarinya
"Angin, air dan tanah"kata Li melihat elemen yang Lisa kuasai
"iya benar aku hanya menguasai tiga elemen tidak seperti ke empat saudari yang menguasai empat elemen"kata Lisa dengan sedikit sedih
"apa yang kamu khawatirkan, elemen yang kamu kuasai sudah cukup dan takut juga tidak akan berguna kalo kebanyakan elemen yang kamu kuasai, dan malah akan terus berlatih dengan buku jurus yang banyak sesuai elemen yang di kuasai seseorang"kata Li menyemangati Lisa sambil memegang tangannya
"oh benarkah, bolehkah aku melihat elemen yang kamu kuasai"kata Lisa merangkul salah satu tangan Li
"Boleh, ini"kata Li menunjukkan elemen yang dia kuasai di tangan kanannya
"Air, angin, api,tanah,dan apa ini dan ini"kata Lisa sambil menunjuk dua elemen berwarna terang dan hitam
"oh ini elemen cahaya, dan ini elemen kegelapan"kata Li menjelaskan elemen cahaya dan kegelapan kepada Lisa
"kamu menguasai semua elemen"kata Lisa
"iya, Sudah kamu pilih buku yang mau kamu pelajari, aku akan naik ke kamar atas sebentar selama kamu memilih buku"kata Li melepaskan pegangan tangan Lisa
"baiklah, mungkin aku akan butuh lama"kata Lisa
lalu Li naik ke atas tangga yang tidak jauh dari tempatnya berdiri dan menuju sebuah kamar yang ada di sana dengan cepat Li masuk den melihat bahwa di kamar itu ada kasur yang terlihat empuk, lalu Li membaringkan tubuhnya, sedangkan Lisa sedang memilih buku jurus di perpustakaan itu sendirian
Tanpa Li sadari Li tertidur di kamar tersebut dan meninggalkan Lisa sendiri memilih buku jurus
"Wajah yang indah, hidung yang mancung, wajah yang tampan"kata Lisa sudah ada di kamar tempat Li berada sambil melihat wajah Li yang tertidur
Cup
Lisa mencium pipi Li dan hendak pergi tapi saat Lisa berniat berdiri tangannya di pegang oleh Li membuat Lisa terkejut ternyata Li tidak tertidur
"sini"kata Li menarik tangan Lisa dan Lisa tepat terjatuh dan tertidur berhadapan dengan Li
"apa yang"kata Lisa terhenti saat Li mencium bibir Lisa
__ADS_1
mmmuuah
"kamu sangat cantik sayang, apa kamu mau melakukannya disini denganku hari ini"kata Li setelah mencium bibir Lisa
Melihat Lisa tidak bergerak dan menjawab Li langsung mencium bibir Lisa dan mengajarkan Lisa berciuman dengan memainkan lidah mereka masing-masing
Li dan Lisa saling menikmati ciuman di antara mereka masing-masing di atas kasur empuk itu, Li yang tidak bisa menahan diri untuk segera memainkan terong besar dan panjang miliknya, perlahan Li membuka baju Lisa sambil meraba tubuh Lisa yang mulus
Beberapa waktu Li dan Lisa masih berciuman hingga saling meraba satu sama lain, tanpa sadar baju mereka sudah terbuka semuanya termasuk pakaian dalam mereka
Ah ah ah
ah ah ah
Suara erangan Lisa membuat Li semakin bersemangat untuk melakukan gerakan selanjutnya
"punyamu sangat besar, apakah bisa memasuki punyaku"kata Lisa melihat terong besar dan panjang milik Li
"Kamu tahan sedikit, mungkin akan terasa sakit"kata Li bersiap memasukkan terongnya ke gua milik Lisa.
Ahhhhhh
Ahhhhhh
suara rintihan Lisa kesakitan setelah Li memaksa masuk terongnya kedalam gua miliknya, Dan itu terus terjadi beberapa saat
Li memainkan terong panjang miliknya dengan perlahan sambil memegangi dua gunung Lisa dan meremasnya perlahan
"ahhhh aku ingin tolong mainkan lebih cepat"kata Lisa merasa sudah sangat ingin melihat Li memainkan terong Li di gua miliknya
Suara erangan di tempat itu sangat keras karena Lisa sudah mulai menikmati permainan termasuk Li juga bersemangat karena Lisa sudah mulai terbiasa melakukan itu
Sampai satu jam berlalu mereka masih bermain di tempat tidur dengan suara keras tanpa peduli sekitar karena hanya ada mereka berdua di tempat itu
"ahhh aku sudah tidak sanggup lagi, Punyamu sangat besar membuat pinggangku terasa sakit"kata Lisa tidak bisa bergerak karena energi tubuhnya terkuras habis
"aku juga sayang merasa sangat puas"kata Li sambil berbaring di dekat Lisa setelah melakukan olah raga di kasur tersebut
__ADS_1
Tak lama Li dan Lisa sudah memakai pakaian masing-masing dan duduk di atas kasur saling memandang satu sama lain
"Apa kamu sudah baikkan"tanya Li
"sudah aku tadi meminum pil penambah energi, kalo tidak mungkin sampai besok aku tidak akan bangun"kata Lisa
Cup
"maaf ya, aku memaksakan diri"kata Li sambil mencium kening Lisa
"tidak apa, aku juga menginginkannya"kata Lisa memeluk tubuh Li
setelah beberapa saat mereka saling berpelukan baru mereka keluar dari perpustakaan tersebut dan Lisa sudah memilih buku jurus dengan jumlah tiga seperti elemen yang dia kuasai
"apa kita akan ke Tempat yang lainnya, untuk mengambil senjata"kata Lisa saat dia sudah keluar bersama dengan Li
"oh Tentu, tapi kita tidak perlu terbang"kata Li setelah itu Li meneleportasi dirinya bersama dengan Lisa ke gudang senjata tersebut
Dengan meneleportasi Li dan Lisa sampai dengan cepat tanpa hitungan detik di depan gudang senjata itu, melihat gudang senjata itu pintunya terbuka Li masuk bersama Lisa dan melihat semuanya masih sedang memilih senjata yang mereka butuhkan
"sepertinya kamu cepat sekali sampai"kata Dani melihat kedatangan Li
"iya sekalian aku juga ingin Lisa memilih sebuah senjata"kata Li
"oh cucuku Lisa, kamu ingin senjata seperti apa, biar kakek mencarikannya"kata Dani melihat ke arah Lisa di samping Li
"iya kami ikut saja dengan kakek aku akan menunggu disana"kata Li menunjuk ke sebuah kursi tempat sepuluh pengawal pribadi Dani duduk disana
Setelah berkata seperti itu Dani mengajak Lisa berkeliling memilih senjata,sedangkan Li menuju tempat duduk pengawal pribadi Dani yang duduk dengan santai
"apa paman-paman tidak memilih senjata buat kalian masing-masing"kata Li setelah duduk di dekat sepuluh pengawal pribadi Dani
"kami sudah memilih tuan muda, dan pemimpin yang kami suruh untuk memilih senjata terbaik"kata Raka yang di dekat Li
"kakekku Memang sangat perhatian kepada paman Raka dan yang lainnya, tidak heran karena paman Raka dan yang lainnya yang sudah menjaga kakek selama ini"kata Li
"ini juga tanggung jawab kami tuan muda, kalo bukan karena pemimpin kemana kamu akan pergi di dunia ini, mungkin kami sudah jadi gembel di jalanan kalo waktu itu pemimpin tidak mengangkat kami menjadi pengawalnya"kata Raka
__ADS_1