
Li masuk kedalam kamarnya berbaring dengan beberapa pikiran di kepalanya, sedangkan kucing kecil Li sudah masukkan ke dalam gelang ruang.
tok tok tok
tok tok tok
suara pintu kamar milik Li di ketuk, lalu Li membuka pintu itu.
setelah membuka pintu Li melihat Shanti, Lila, Len dan Nina di depan pintu dengan baju tidur.
"ada apa kalian menemukku malam begini"kata Li melihat empat wanita itu.
"Itu kami ingin seperti yang kau lakukan kepada saudara shanti yang seperti dia ceritakan"kata Len dengan malu.
"Tidak mana mungkin"kata Li terhenti karena di dorong Nina masuk kedalam kamar.
Li sendiri merasa terpojok kenapa dengan empat wanita itu sedangkan Shanti tersenyum berniat membalas Li agar merasa tersiksa.
__ADS_1
dengan perlahan Nina yang mendorong Li ke tempat tidur bersama Len, Lila dan Shanti mereka berlima sudah berada di tempat tidur,perlahan Nina mulai mencium bibir Li dengan waktu lama begitu juga dengan Lila, Len dan Shanti mereka mencium Li secara bergantian cukup lama.
tanpa sadar semua baju mereka semua terbuka satu sama lain termasuk Li.
Shanti mulai merayu Li untuk memasukkan terong miliknya kedalam Gowa miliknya erangan Shanti membuat Lila, Nina dan juga Len menginginkannya,
dan satu persatu mereka Li pecahkan perawan tiga wanita itu dengan erangan kesakitan, Li memainkan terong panjang miliknya secara bergantian kepada ke empat wanita yang ada di kamarnya.
tidak lupa Li berciuman, memegang dua gunung kembar dan meraba ke empat wanita itu secara bergantian, mereka menikmati permainan malam itu hingga pagi hari baru mereka berlima tertidur.
Li terbangun dan melihat empat wanita terbaring lemas di atas kasur, Li merasa puas atas permainannya malam itu tapi Li masih menginginkannya.
Li kembali membuka pakaian Shanti dan mulai mencium bibir Shanti dan Shanti terbangun dan juga menikmati ciuman Li, dengan cepat Li mulai lagi memasukkan terong panjang dan besar miliknya ke dalam goa milik Shanti dan Li mulai permainan goyangnya dengan Shanti di kamar itu sedangkan tiga wanita lainnya merasa tidak bisa bangun karena kesakitan. Li terus meraba tubuh Shanti sambil mencium gunung kembar milik Shanti erangan Shanti membuat Li semakin semangat memainkan terong panjang miliknya di goa milik Shanti.
setelah cukup lama dan Li merasa sudah batasnya akhirnya Li berhenti dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. sedangkan Shanti di kamar itu malah ikut lemas bersama tiga wanita lainnya. setelah mandi Li keluar dan memakai baju, sedangkan ke empat wanitanya baru terbangun dan duduk di atas kasur.
"Aku kira kami berempat akan membuatmu kewalahan tapi kami yang tidak sanggup menghadapi kebuasanmu"kata Shanti saat melihat Li keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"apa kalian menginginkannya lagi aku masih sanggup"kata Li memandang ke empat wanitanya yang ada di kasur.
"tidak, aku sudah sangat lelah, kalo kamu mau ini saudari Shanti saja karena dia yang merencanakan ini"kata Lila.
"iya benar"kata Len.
"tidak jangan lagi, tadi kamu saat bangun sudah melakukannya"kata Shanti sambil mengambil selimut dan menutupi dirinya.
"cepatlah kalian mandi, kita segera berangkat ke ibu kota, ini sudah cukup siang"kata Li sambil keluar.
mendengar itu ke empat wanita itu langsung keluar dan menuju kamar mandi bersama, sedangkan Li keluar menuju halaman depan rumahnya, Li melihat di halaman depan rumahnya Zain, sul dan yang lainnya sudah ada di sana dan li menghampirinya.
"bagaimana saudara sul dan saudara Zain apa kalian mendapatkan izin"kata Li sambil duduk di dekat mereka.
"Sudah"kata sul dan Zain bersamaan.
"baiklah tunggu calon istriku mandi dan keluar baru kita berangkat"kata Li
__ADS_1
setelah itu Li dan yang lainnya asik berbincang di halaman depan rumah milik Li banyak hal yang mereka bicarakan.