
Setelah mengubur lima orang itu Li kembali ke api unggun bersama dengan gadis yang dia tolong, sesampainya di api unggun Li merasa sedikit bersalah kepada lima orang itu.
"mereka pantas mendapatkannya, maaf membuatmu jadi membunuh mereka"kata gadis itu sedikit menenangkannya.
"Tidak..... Memang inilah hukum rimba, siapa yang kuat dia yang akan hidup, tapi kenapa kamu tidak mematahkan token kayu untuk teleportasi kembali ke sekte..?"kata Li sambil bertanya kepada gadis di dekatnya.
"Kayu punyaku jatuh tidak tau dimana saat aku mencari tanaman obat dan beberapa kali aku di kejar hewan beast. maaf sebelumnya perkenalkan namaku Lila wang, aku berasal dari ibu kota di kota emas"kata gadis itu sambil mengenalkan dirinya dan menjulurkan tangannya ke pada Li.
"maaf juga aku lupa, namaku Li Chang Rettes dari ibu kota juga"kata Li sambil menyambut tangan gadis itu.
gadis itu terkejut mendengar nama keluarga di akhir nama Li dan bengong sedangkan Li yang memegang tangan gadis yang lembut itu tidak segera melepaskannya dan merasakan kelembutan tangan gadis itu.
"Maaf maaf"kata Li yang sudah cukup lama memegang tangan gadis itu.
"benar aku dari keluarga Rettes dari ibu kota"lanjut Li
Lila wang yang awalnya terkejut masih menatap Li yang tampan dan membuat wajahnya memerah, Li hanya memandang api unggun dan tidak memperhatikan wajah Lila yang memerah.
"Apa ini jodoh kenapa Lisa dan Lila memiliki awalan nama Li."pikir Li sambil memandangi api unggun.
"apa kamu lapar, kenapa tidak makan ikan yang sudah masak itu"kata Li kembali menatap Lila wang yang dari tadi memandang ikan di dekat api unggun itu.
"Apa boleh"kata Lila wang.
"makan saja, aku bisa menangkap ikan lebih banyak jika kamu mau nambah"kata Li kembali menatap api unggun.
Lila wang yang mendengar itu langsung mengambil dan memakan ikan yang sudah masak di panggang itu.
Setelah cukup malam Li dan Lila tertidur setelah cukup lama mengobrol. di malam yang dingin,gelap dan sepi hanya beberapa suara jangkrik dan hewan lain yang menemani,Li dan Lisa tertidur bersebelahan.
Keesokan paginya Li bangun duluan dari pada Lila tapi yang mengejutkan Li adalah Lila memeluk Li sambil tertidur,Li tidak berani bersuara sedikitpun karena kenyamanan dua melon Lila yang menempel pada tubuh Li dan wajahnya yang cantik hampir menempel pada wajah Li.
"kalo aku bangun duluan aku takut dia akan salah paham"pikir Li dan setelah itu Li sengaja pura-pura tidur menunggu Lila terbangun duluan.
"aaahhhhhhhhkkkkkk"teriakan Lila wang sambil duduk dan terbangun.
__ADS_1
sedangkan Li yang mendengar itu pura-pura bangun dan mengusap kedua matanya saat terbangun.
"ada apa"kata Li yang pura-pura padahal dia tau penyebabnya.
"tidak apa-apa"kata Lila sambil mengalihkan pandangannya.
setelah itu mereka sarapan dengan sisa ikan yang masih tersisa semalam, baru mereka berencana masuk hutan dan Li bersiap mencari teman-temannya sedangkan Lisa juga ikut bersama Li tidak sedikitpun Lisa menjauh dari Li.
"kemana kita akan menuju tuan Li "kata Lila yang di belakang Li sambil memegang sedikit baju bagian belakang Li.
"jangan memanggilku tuan panggil saja Li, aku berencana mencari teman-temanku di hutan ini sambil kita mengumpulkan tanaman obat, ini 2 gelang ruang untukmu dari 5 orang kemarin jadi kamu tidak perlu takut penuh karena gelang mu bertambah"kata Li sambil berbalik memberikan gelang ruang kepada Lila
"terima kasih"kata Lila
"baik ayo lanjutkan perjalanan kita"kata Li sambil berjalan.
Di tengah hutan terlihat 4 orang sedang melawan kalajengking besar dan tampak kewalahan sambil menghela napas panjang mereka adalah teman-teman Li, yaitu sul,Ten, Ben dan yang yang sedang bertarung bersama kalajengking besar itu.
"sudah dari kemarin kita melawan dan berlari tapi kalajengking besar ini masih mengejar kita"kata sul sambil menarik napas.
"apa kita akan mati di sini teman-teman"kata yang yang juga menghela napas.
"benar kata adikku sebaiknya kita berlari saja ini sudah pagi mungkin kita akan bertemu seseorang nanti"kata Ten membenarkan ucapan adiknya.
Empat orang itu berlari dengan cepat menghindari kalajengking itu tapi kalajengking itu tidak menyerah mengejar mereka.
Srruuukkkkk
sruuukkkk
sruuuuukkk
sruuuukkk
sruuuukkk
__ADS_1
Li dan Lila yang sedang mengumpulkan bahan-bahan tanaman mendengar suara yang mengarah ke arah mereka seolah ada sesuatu yang menuju ke arah mereka.
"Li apa kamu mendengar sesuatu"kata Lila sambil mengumpulkan tanaman.
"aku mendengarnya mungkin itu dari balik semak semak itu"kata Li sambil menunjuk semak-semak yang tidak jauh darinya dan Li masih sibuk mengumpulkan tanaman obat-obatan.
tak lama suara itu semakin dekat hanya Lila yang merasa takut dan tambah mendekat ke arah Li dan Li hanya pokus mengambil obat.
empat orang keluar dari semak-semak itu dan melihat ke arah Li yang sedang mengumpulkan obat.
"saudara Li, kamu baik-baik saja syukurlah"kata sul yang memeluk Li dari samping sambil menghela napas panjang.
tiga orang lainnya tidak bisa bicara karena terlalu lelah berlari dan bertarung dari kemarin.
"kenapa dengan kalian berempat kalian seperti sedang di kejar sesuatu"tanya Li kepada mereka
Tapi belum sempat mereka menjawab, muncul kalajengking besar dari balik semak-semak menatap mereka dan mereka semakin tidak bisa menjelaskannya kepada Li karena takut.
"ouuhh karena hewan best itu, setidaknya hewan best itu tingkat level 12 termasuk kultivasi tingkat kekuatan ilahi mungkin sekuat master-master di bawah kepala sekte"kata Li menatap hewan best itu.
"tolong kamu saudara Li dari kemarin kami di kejar hewan itu dan kami melawan pun tidak bisa melukainya"kata yang
sedangkan Ten dan Ben tidak bicara karena kelelahan.
Li tidak menanggapi ucapan mereka dan langsung dengan kecepatan kilat menuju ke arah hewan best itu, Li meninju dan menendang hewan itu tapi memang tidak bisa terluka.
Li kembali menuju kearah hewan best itu dan menggunakan jurus yang dia kuasai tak lama bagi Li sudah berhasil membunuh kalajengking besar itu.
"Karena hewan best ini sudah mati, kalian kesini dan bisa membagi bagian hewan ini untuk di bawa"kata Li
semua yang di sana langsung menuju ke arah Li.
"bukankah saudara Li yang membunuhnya jadi itu jadi milikmu sepenuhnya"kata Ten mendekati Li.
"tidak kalian boleh menyimpannya kita bagi bersama tapi aku akan mengambil dulu kristal best buat aku simpan"kata Li sambil membelah inti hewan best tersebut dan mengambil kristal best.
__ADS_1
Setelah itu mereka semua membaginya bersama termasuk juga dengan Lila yang di berikan oleh Li, walaupun baru mengenal Li.
Tak lama mereka berhasil mengumpulkan semua potongan hewan best tersebut. Lila yang lupa dan baik teman-teman Li sudah memperkenalkan diri mereka masing masing.